
Happy Reading 😊
Liora berusaha memapah Nickolas saat berjalan.
"Sayang, sudah tidak perlu di papah lagi, aku sudah bisa berjalan dengan lancar, bahkan menggendongmu pun aku sanggup," ucap Nickolas mencubit kedua pipi Liora.
"Ih ko si cubit sih Nick, kan sakit," jawab Liora mengerucutkan bibirnya.
Nickolas yang melihat sang istri sedang manyun itu langsung meraup bibirnya dan *****4* perlahan.
Saat ini Liora dan Nickolas sedang berada di tepi kolam renang yang berada di belakang rumah Papa Jeremy.
Memang selama menikah mereka tidak tinggal di apartemen meskipun mereka sudah mempunyai apartemen masing-masing.
Papa Jeremy tidak mau kalau Nickolas dan Liora harus tinggal berjauhan darinya.
Mereka masih asik dengan ciuman manis itu, tiba-tiba dari arah belakang datang seseorang yang sangat tidak suka melihat adegan mesra kedua sejoli di hadapannya saat ini.
"Nona Liora, ada undangan resepsi pernikahan untuk anda dan tuan Nickolas," ucap sekretaris Liora.
Dulu Jane adalah sekretaris yang di pilih oleh Brian yang memang masih saudaranya itu, tapi mereka mempunyai misi yang sama yaitu menyingkirkan Nickolas dari perusahaan itu dan merebut kursi CEO untuk Brian.
"Kenapa tidak di kantor saja Jane," tanya Lula naik ke tepi kolam renang itu.
"Tidak Nona," jawab Jane menatap Nickolas dengan tatapan aneh.
"Ini undangan resepsi pernikahan Darren dan Candy?" ucap Liora membaca undangan itu.
"Siapa sayang?" tanya Nick.
"Darren dan Candy sayang, apa kamu tidak ingat mereka?"
Nickolas mencoba mengingat nama-nama itu, pria itu merasa tidak asing dengan kedua nama tersebut.
"Itu loh sayang, yang dulu pernah jenguk kamu di rumah sakit waktu itu," ucap Candy.
"Candy ya? iya aku ingat," jawab Nickolas sendu.
"Jane, kamu sebaiknya pergi, terima kasih sudah," ucap Liora.
Jane langsung pergi dari hadapan kedua sejoli itu dengan senyuman sinis.
Sedangkan Liora menatap sang suami yang terlihat murung itu. "Ada apa Nick? apa kamu mengingat sesuatu?"
"Tidak Liora," jawab Nickolas.
__ADS_1
Apakah Nickolas mengingat Candy? Batin Liora.
Wanita itu menatap sang suami yang tiba-tiba terlihat murung, tapi yang ada dalam pikiran Nickolas adalah nama Darren, entah kenapa nama itu sangat familiar di telinganya.
Keesokan harinya.
Di perusahaan State GROUP Liora baru saja bertemu dengan klien penting, wanita cerdas satu ini memang benar-benar bisa menjalankan perusahaan sang suami, Liora memang pernah menjabat sebagai direktur di perusahaan sang Papa, tapi dia mengundurkan diri kala Papanya akan menjodohkan dengan Om-om yang seusia Papa Xavier.
Jane masuk ke dalam ruangan Liora.
"Ada apa Jane?"
"Aku ingin kamu membebaskan Brian dari penjara Nona Liora," jawab Jane.
Liora menatap wanita di hadapan nya itu dengan geram, matanya memancarkan aura kemarahan.
"Kenapa aku harus membebaskan orang yang telah mencoba menghancurkan keluarga ku!" seru Liora.
Jane memberikan sebuah amplop dan meletakkan di atas meja.
"Apa ini Jane!"
"Bukalah Nona, kamu akan tahu sebuah kenyataan," jawab Jane dengan senyuman sinis.
"Apa maksudmu memberikan foto ini?" tanya Liora berusaha menahan segala rasa yang berkecamuk di dalam hatinya.
"Bebaskan Brian atau foto ini akan menyebar ke seluruh media Nona," jawab Jane memicingkan matanya.
Liora mengepalkan kedua tangannya, ini tidak boleh terjadi, dua hal yang sangat bertentangan di hidupnya.
Bukan masalah sang suami yang berciuman dengan pria lain, tapi ancaman Jane yang dia takutkan akan mempengaruhi kesehatan dan mental sang suami.
"Hahahaha, aku tidak peduli Jane, terserah kamu mau menyebarkan video itu ke media atau tidak, aku tidak akan pernah membebaskan Brian!!" ucap Liora.
"Baiklah, jangan salahkan aku kalau sebentar lagi akan ada kabar yang akan menjatuhkan perusahaan State Group," jawab wanita itu sinis.
"Jane, mulai hari ini kamu aku pecat! aku tidak mempekerjakan musuh dalam selimut, silahkan bereskan semua barangmu dan jangan pernah muncul di perusahaan ini lagi!" seru Liora kepada wanita di hadapannya itu.
"Tidak perlu kamu memecatku, aku juga akan segera mengundurkan diri dari perusahaan ini!" Jane pergi keluar dari ruangan Liora.
Sedangkan Liora langsung merasa lemas, jadi selama ini ternyata benar kalau masalalu Nickolas adalah seorang gay. Wanita cantik itu menutup wajahnya dan menangis lirih, apa yang akan di lakukan setelah ini, bisakah dia membuuat sang suami tidak mengingat jati dirinya yang sebenarnya.
"Jane, aku harus menyelidiki mu, ternyata kamu adalah wanita ular berbisa," gumam Liora.
Dia menghubungi seseorang dan menyuruhnya untuk mencari tahu siapa Jane itu.
__ADS_1
###
Liora baru saja pulang dari kantor dengan perasaan kacau, sungguh sangat berat hal di alaminya. Dia masuk ke dalam rumah dan mencari Nickolas.
Liora menatap punggung sang suami yang sedang duduk di taman belakang di temani kepala pelayan.
"Nick," sapa Liora.
Nickolas menoleh dan tersenyum menatap sang istri. Pria itu berdiri dan berjalan menghampiri Liora.
Liora terkejut saat tiba-tiba Nick memeluknya erat. "Ada apa sayang?" tanya Liora.
"Tidak apa-apa, aku hanya begitu merindukanmu sayang, di rumah sendiri tanpamu sangat kesepian, Papa sedang ke luar Negeri jadi aku hanya sendiri di sini," jawab Nickolas masih memeluk sang istri.
Liora merasa sangat bahagia, wanita itu membenamkan wajahnya pada dada Nickolas, menghirup aroma maskulin sang suami yang menjadi favorit nya.
Nickolas melepaskan pelukannya dan langsung mencium bibir seksi istrinya.
Jujur hatinya memang sangat merindukan Liora.
"Ayo kita ke kamar," bisik Nickolas.
Liora menatap wajah tampan di depannya ini, sungguh tidak menyangka bahwa jati diri Nickolas adalah seorang gay.
Aku berjanji akan membuatmu sembuh Nick, aku tidak mau kehilangan mu! Batin Liora.
Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam kamar dan Nickolas langsung mengunci pintu kamarnya.
Nickolas langsung menyerang Liora dan membawanya ke atas ranjang.
"Aku menginginkan mu sayang," ucap Nickolas menatap mata Liora.
"Tapi aku belum mandi," jawab Liora bersemi merah. Padahal tadi malam mereka juga sudah melakukan hubungan suami istri.
Tapi sepertinya Nickolas sudah tidak tahan ingin menerkam sang istri kembali.
"Tidak apa-apa, nanti kita mandi bersama," jawab Nick mencium kembali bibir kesukaannya.
Liora pasrah dengan perlakuan Nick itu, mungkin itu adalah langkah awal dia akan menjadikan sang suami pria sejati.
Bersambung.
Mana nih bunganya 🤧🤧🤧
Othor minta donk akak2 reader 🙏🏻🙏🏻
__ADS_1