Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Posesif Danish 2


__ADS_3

Happy Reading 😊


"Bagaimana kalau suatu saat nanti kamu melirik wanita lain?"


"Sayang jangan bicara seperti itu, aku tidak akan pernah melakukan nya," ucap Danish.


Dia tidak suka kalau Lula mengatakan hal seperti itu. Lula menatap kembali cermin itu, perutnya yang besar dan pipi yang bulat seperti bakpao, bahkan pant"tnya juga ikut melebar membuatnya menjadi tidak percaya diri.


"Lihatlah para wanita yang berada di sekelilingmu, apalagi sekretaris mu yang baru itu, sangat cantik dan masih muda, bisa juga kan kalau lama-lama kalian selalu berdua akan tumbuh benih-benih cinta di antara kalian, semakin hari kamu semakin tampan, banyak wanita di luar sana yang menginginkanmu, apalah aku ini yang sudah seperti hulk saja, aku takut kalau kamu tergoda karena merasa istrinya sudah tidak enak di pandang mata," ucap Lula menggebu sambil menahan air matanya.


Entah kenapa dia merasa sangat sensitif akhir-akhir ini, apalagi melihat suaminya yang semakin tampan, gagah dengan tubuh atletisnya membuat para wanita yang melihat tidak bisa menahan air liurnya. Lula benar-benar merasa takut kalau Danish berselingkuh darinya, bercinta dengan sekretarisnya di dalam ruangan seperti dulu meskipun Lula sudah tahu kalau itu hanyalah akting.


Pikirannya berkelana kemana-mana, di saat Lula melahirkan tanpa di temani sang suami karena sedang mengurus wanita lain yang sedang hamil muda, seperti cerita di novel-novel yang dia baca.


Rasanya dia tidak akan bisa hidup lagi kalau sampai hal itu terjadi. Oh Lula kamu hanyalah korban halu dari novel-novel tentang perselingkuhan. Biasa bumil yang tidak punya pekerjaan hanya mengisi dengan membaca novel untuk menghilangkan jenuh.


Tapi nyatanya malah membuat Lula menjadi ketakutan sendiri karena takut hal seperti di novel akan terjadi padanya.


Danish membalikan tubuh Lula menghadap ke arahnya. Dia membelai pipi istrinya yang cubby itu, Danish merasa gemas dengan ucapan Lula.


Dia paham dengan kondisi Lula yang sedang mengalami siklus hormon yang tidak menentu itu, perubahan bentuk tubuh yang drastis dan juga mood yang tidak stabil akibat hormon kehamilan membuat Lula merasa insecure dengan wanita-wanita yang berada di sekeliling sang suami.


Danish merasa sedih kalau Lula mengatakan hal-hal seperti itu, seakan tidak mempercayai Danish, padahal tidak ada wanita yang bisa membuat Danish bertekuk lutut seperti sekarang, hanya Lula yang selalu ada di hatinya.

__ADS_1


Danish masih membelai setiap inci wajah Lula, kemudian dia dengan jahilnya mencubit pipi cubby itu.


"Awww!! kenapa di cubit!" seru Lula memegang pipinya yang terlihat memerah.


Danish terkekeh melihat Lula yang manyun itu.


"Dengarkan aku sayangku, Lula-ku, istriku yang cantik ini, aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita lain, apalagi dengan sekretaris baruku itu, asal kamu tahu dia sudah menikah jadi kamu tenang saja, dia juga tidak akan menggangguku," Danish mengecup bibir Lula sekilas.


"Tapi sekarang aku sangat jelek Danish, apakah kamu masih ...!"


"Ssstt, jangan bicara lagi," Danish menutup mulut Lula dengan jari telunjuknya


"Menurutku kamu malah semakin terlihat cantik lo setelah hamil, apalagi dengan tubuh indahmu ini, bukan kamu yang harus khawatir tapi aku yang sangat khawatir kalau sampai ada pria lain yang ingin memiliki mu, jadi hilangkan semua pikiran negatifmu itu ya? aku tidak akan memaafkan diriku kalau sampai kamu harus pergi meninggalkan ku untuk yang kedua kalinya," ucap Danish panjang lebar.


Lula mengangguk dan langsung memeluk suaminya erat.


Benarkah dia hanya berhalusinasi bahwa Danish akan menduakannya padahal dia tahu kalau suaminya itu tidak akan pernah melakukan itu.


Danish mencium bibir Lula, Lula membalas ciuman itu dan mereka saling meluapkan rasa cinta dengan ciuman itu.


"Lula sayang, aku minta satu hal padamu, jangan pernah meragukan cintaku, jangan pernah mengatakan kalau kamu tidak cantik, kamu sangat cantik sayang, hatiku sudah sepenuhnya milikmu, jiwa dan raga ini adalah milikmu, dan seluruh nafas ini juga untuk mu," ucap Danish yang kemudian mencium bibir Lula kembali.


Lula tersenyum mendengar ucapan dari sang suami, hatinya pun sudah merasa tenang. Lula semakin menelusupkan wajah di dada bidang Danish, merasa di cintai itu dan di perhatikan sepenuhnya membuat Lula benar-benar bahagia.

__ADS_1


Danish menuntut istrinya ke arah ranjang tanpa melepaskan pagutan mereka. Perlahan pria itu membuka baju piyama Lula.


Mencium setiap inci tubuh istrinya itu. Memberikan sensasi luar biasa hanya dengan ciuman saja.


"Aku akan pelan dan tidak akan membuat calon Baby kita kesakitan sayang," bisik Danish.


Perlahan Danish melakukan penyatuan tubuh mereka, bergerak seirama dan tempo yang tidak terlalu cepat.


Sungguh tidak pernah bosan Danish dengan tubuh Lula.


Lula mendesah perlahan sambil memejamkan matanya kala Danish bergerak di atasnya. Mereka berdua melakukan malam yang panjang dengan suara erangan Danis dan des4h4n dari Lula.


####


Bersambung.


Setelah ini alurnya aku percepat ya akak 🙏🏻🙏🏻


Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹


Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.


Terima kasih ❤️😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2