Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Kakek-kakek Mesum


__ADS_3

Happy Reading 😁


Arshel yang sudah siap untuk memasukkan senjatanya ke tempat yang hangat dan sempit itu, harus mengerang tertahan kala teriakan Ibu mertua dari luar kamar. Benar-benar mengganggu konsentrasinya.


"Astaga..!! kenapa sangat susah sekali untuk bisa bersenang-senang dengan istriku!" desah Arshel langsung duduk di samping Evelyn yang saat itu tengah berbaring.


Pria itu menarik rambutnya ke belakang dengan kasar, entah kenapa rasanya dia benar-benar frustasi.


Evelyn bangun ikut duduk sambil menyelimuti tubuh polosnya sebatas dada, dia merasa kasihan terhadap suaminya itu, perlahan Evelyn menyentuh lengan sang suami dan mengelusnya lembut.


"Sayang, kamu mau tidak Aku bercerita sesuatu yang unik?" ucap Evelyn mengalihkan perhatian Arshel dari kekesalannya.


Arshel menoleh kearah istri tercintanya. "Memangnya mau cerita apa Sayang?" jawab Arshel sembari mengelus pipi Evelyn yang mulus.


"Kamu tahu tidak, kenapa akhir-akhir ini aku sering mual dan muntah, apalagi saat aku mencium bau badanmu sayang?"


Arshel menaikkan sebelah alisnya, dan dia pun menggeleng pelan. "Entahlah aku tidak tahu sayang, padahal menurutku bau badanku juga biasa saja, bahkan aku tidak memakai parfum sama sekali, aku kira kamu tidak menyukai bau parfum ku yang selama ini itu adalah aroma kesukaanmu," jawab Arshel.


Evelyn menarik tangan Arshel dan mengarahkan ke pipinya, tangan itu dia genggam lembut dan rasanya pun sangat hangat. Ashel juga merasakan itu, hangat pipi sang istri membuat hati arsel yang tadinya kesal akhirnya bisa sedikit luluh.


"Aku sebenarnya juga heran Sayang, kenapa kemarin-kemarin saat aku dekat denganmu, pasti langsung mual dan entahlah aku juga tidak tahu, apa benar itu pengaruh dari morning sickness yang rasanya saat ini masih sangat aneh menurutku. Tetapi setelah kita mengucapkan janji suci itu, tiba-tiba rasa mual itu hilang, bahkan saat ini aku ingin selalu berada didekatmu, aku tidak mau jauh jauh darimu sayang." ucap Evelyn.


Arshel tersenyum lebar mendengar ucapan sang istri, tentunya dia sangat senang sekali bisa dekat dan selalu berada di sisi Evelyn. Padahal kemarin dia takut kalau Evelyn akan mual lagi apabila berada di dekatnya.


"Mungkin baby kita memang menginginkan kita bersatu dalam ikatan pernikahan sayang, calon bayi kita memang genius, dia itu pemersatu agar kita bersama selamanya sampai akhir hayat." jawab Arshel

__ADS_1


Arshel mendekatkan bibirnya dan mencium bibir Evelyn, tangannya pun tak tinggal diam, Arshel dengan leluasa menyibak selimut sang istri dan memainkan tangannya di dada Evelyn.


"Sayang, tadi kata Mommy kita tidak boleh melakukan itu dulu," ucap Evelyn menahan tangan Arshel yang sudah semakin turun untuk menggapai sesuatu yang sensitif bagi sang istri.


"Tenanglah Sayang, kalau kita pelan-pelan pasti tidak akan terjadi apa-apa, aku akan melakukannya dengan sangat lembut agar baby kita tidak akan merasa kesakitan," Evelyn mengangguk dan dan percaya kepada sang suami bahwa dia pasti akan melakukannya dengan sangat lembut.


"Tapi janji ya, Aku tidak mau kamu menyakiti bayi kita." Evelyn menata sang suami dengan mata memohon.


"Pastilah sayang, aku pasti janji tidak mungkinlah Aku mau menyakiti bayiku sendiri, tapi kalau memang seandainya kamu belum siap aku bisa menahan nya." ucap Arshel yang memandang sang istri dengan tatapan sendu.


Evelyn menggeleng pelan lalu dia mengerahkan tangan untuk menyentuh miliknya yang sensitif tadi.


Sepertinya sekarang Arshel sudah mendapat lampu hijau untuk menyentuh istrinya.


Akhirnya Arshel dan Evelyn malam itu melakukan penyatuan dengan sangat hati-hati dan lembut tentunya, mereka juga tidak akan berteriak karena pasti akan mengundang curiga dari luar kamar.


Darren dan Candy sedang memadu kasih di atas ranjang, saat ini usia kehamilan Candy memang sudah memasuki 4 bulan, tahulah sendiri kalau Darren sangat tidak bisa kalau tidak menyentuh Candy.


Seorang gadis cantik yang berhasil mengubah hidupnya menjadi pria sejati. Tentu saja Candy adalah yang pertama dan terakhir untuk Dareen begitupun dengan Candy.


setelah melakukan pelepasan yang panjang dan tentunya sangat nikmat, Darren menjatuhkan tubuhnya di samping sang istri.


Peluh membasahi dahi mereka. Candy memeluk tubuh tegap Darren tanpa rasa risih meskipun masih penuh dengan keringat.


"Sayang aku tadi melarang Arshel dan Evelyn untuk melakukan malam pertama mereka yang sah sebagai suami-istri, habisnya aku takut dengan kondisi kehamilan Evelyn, meskipun saat ini kondisinya memang baik-baik saja, ya tapi takut sayang, kelihatannya Arshel itu sangatlah ganas." Ucap Candy yang mendapatkan cubitan di pipinya dari sang suami.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu Sayang? kenapa kamu berfikir kalau Darren itu sangat ganas?" tanya Darren.


"Ya sepertinya dia itu sama sepertimu Sayang, yang selalu tidak sabaran, lihatlah buktinya dia berani membuat Evelyn tidak perawan lagi dan menghamilinya," jawab candi memainkan jarinya di dada bidang sang suami.


Darren menangkap tangan Candy yang sedang bermain membentuk pola abstrak di dada bidangnya itu. "Jangan menggoda ku sayang," ucap Darren mencium tangan Candy.


"Siapa yang menggoda mu? aku tidak sedang menggodamu sayang."


"Kalau kamu menyentuh dadaku seperti itu, sama saja kamu menggodaku untuk mengajak bermain lagi," jawab Darren tersenyum jahil.


Candy langsung menarik tangannya dan dia pun langsung memunggungi suaminya itu. Darren terkekeh melihat ekspresi Candy yang sepertinya memang sudah lelah untuk melayaninya.


"Sudah Darren, cukup! aku sudah capek sekarang aku mau tidur." Ucap Candy disaat Darren melingkarkan tangannya di perut sang istri dan merambat naik ke atas dadanya.


"Iya Sayang, tenang lah aku hanya mencari tempat nyaman untuk tanganku bersarang."


"Dasar kakek-kakek mesum," Candy menarik tangan Darren dari dadanya dan ia pun membalikkan badan.


Candy langsung menelusupkan wajahnya di dada bidang deren tempat ternyaman yang selama ini dia miliki. Jujur Candy selama hamil dia memang harus tidur di pelukan sang suami.


"Sayang aku benar-benar bahagia karena sebentar lagi aku akan mendapatkan seseorang anak dan juga cucu, lihatlah bagaimana muda-nya aku." Darren terkekeh.


"Ya betul kamu memang pantas disebut sebagai kakek kakek mesum sayang." Balas Candy dengan tergelak.


Namun sang suami langsung mencium bibir mungilnya, ciuman panas itu merambat ke bawah sampai ke leher jenjang sang istri, dan akhirnya karena kegiatan jahil itu mereka pun mengulang penyatuan tubuh mereka kembali.

__ADS_1


bersambung.



__ADS_2