
Happy Reading 😊
Di sebuah club malam, terlihat seorang wanita berjalan menghampiri pria yang sedang minum bersama perempuan cantik. Di lihat dari cara berpakaian, wanita yang bersama pria itu adalah wanita penghibur.
"Jo, aku ingin bicara denganmu!" Pria itu mendongak menatap siapa wanita yang ingin bicara padanya.
"Feli, apa kabar?" Jonathan langsung berdiri dan menyambut Felicia dengan pelukan, tetapi Felicia mendorong tubuh pria itu.
"Hei! kenapa kamu mendorong ku!" Seru Jonathan tidak terima.
"Kenapa kamu melakukan ini semua Jo! rencanaku gagal, kamu bukan pria yang tepat ternyata?" Seri Felicia.
"Hahahaha, apa kamu pikir aku mau melakukannya keinginan mu itu, Feli sayang, aku sangat mencintai Daniella, tentu saja aku tidak akan menyuruh orang itu menabrak dengan keras. Tapi sayangnya Ell menderita Amnesia dan itu semua karena rencana busuk kamu!" Jawab Jo berdiri dan menatap tajam ke arah Felicia.
Yah, memang Felicia yang merencanakan kecelakaan itu, dia tidak bisa melihat Daniella dan Zack bahagia, apalagi setelah mengetahui Daniella sudah hamil. Entah apa yang ada di pikiran wanita itu, sehingga Felicia merencanakan untuk melenyapkan Zack dan Daniella.
"Bukankah kamu yang menginginkan mereka berdua lenyap? kamu juga merencanakan ini bukan?" Ucap Felicia tak kalah tajam.
"Tapi aku masih punya pikiran yang jernih, maka dari itu aku hanya menyuruh orang suruhanku untuk tidak menabrak mereka secara brutal, untung saja dia bisa di andalkan, aku masih punya hati Felicia,, aku pastikan orang suruhanku tidak akan membocorkan siapa yang telah memerintahnya!" Jawab Jonathan.
"Tapi aku masih khawatir! Daniella pasti mencurigai ku!"
Plok, plok, plok!
Tiba-tiba ada suara tepukan tangan dari arah belakang. Beberapa orang memakai jaket hitam dan masker datang berhamburan dan langsung menyergap Felicia dan Jonathan.
__ADS_1
"Apa ini? kenapa kalian menangkap ku!" Jonathan meronta.
"Lepaskan aku!! kalian siapa!" Felicia ikut berontak dan tidak terima.
"Ternyata kalian dalang di balik kecelakaan itu, wow,, hebat sekali! sepupu Zack yang bernama Felicia dan teman kampus Daniella yang bernama Jonathan.. usai sudah kesenangan kalian, saatnya masuk ke dalam jeruji besi!!" Seru sebuah suara.
Arshel dan Kenzo masuk ke dalam club itu dan berdiri di hadapan kedua tersangka sebenarnya.
Mereka sudah mengintai sejah siang tadi dan akhirnya bisa menyergap dua orang itu.
"Apa? aku tidak bersalah!! lepaskan!!" Felicia masih meronta.
Bugh, bugh, bugh!!
Arshel memberi bogeman mentah pada perut Jonathan. Felicia akhirnya diam karena merasa takut melihat kegarangan Arshel. Sebenarnya Arshel sangat ingin menampar pipi wanita itu. Tetapi dia ingat bahwa Arshel pantang untuk memukul perempuan.
###
Daniella melengos ketika Dokter tidak mau di ajak kompromi, ternyata berbohong itu memang tidak enak. Akhirnya setelah di periksa lebih intensif ternyata Daniella tidak mengalami cidera otak, bahkan otaknya baik-baik saja.
"Jadi istri saya tidak Amnesia dokter?" Tanya Zack.
Dokter itu tersenyum, dia tahu kalau Daniella memang hanya berpura-pura. Awalnya dokter tersebut ingin membantu Daniella, tetapi dia lebih takut dengan Danish yang notabene bukan orang sembarangan.
"Mungkin memang Nona Daniella sempat mengalami Amnesia sesaat, karena itu hap wajar, tapi sepertinya sekarang sudah pulih kembali." Jelas dokter tersebut.
__ADS_1
Zack memicingkan matanya ke arah sang istri, dia tidak menyalakan Daniella, hanya rasa takut kalau Daniella membencinya. Tetapi Zack sudah merasa lega sekarang.
Apalagi Kenzo dan Arshel mengabarkan bahwa pelaku utama penabrakan tersebut sudah di tahan.
"Sayang, sepertinya kamu harus di hukum!" bisik Zack di telinga Daniella.
"Apa? aku tidak salah kenapa harus di hukum?"
"Kenapa kamu tidak jujur saja, kalau kamu kesal dengan Felicia? seharusnya kamu cerita sama aku donk kalau Feli mengancammu, kita pasti bisa mengatasinya bersama-sama!" Ucap Zack membuat Daniella merasa bersalah.
"Iya, maaf,, soalnya aku merasa takut kalau kamu beneran belum ingin punya anak. Aku seharusnya jujur sejak awal." Jawab Daniella.
"Bukankah kita sudah berjanji akan saling jujur dan terbuka, kalau memang ada sesuatu yang mengganjal di hatimu, bisa di ungkapkan baik-baik."
"Iya-iya, maaf!"
Zack memeluk Daniella yang masih duduk di atas ranjang pasiennya.
"Kali ini aku memaafkanmu, tapi lain kali kamu harus terbuka sama suamimu ini agar tidak terjadi kesalahpahaman." Daniella mengangguk.
"Maaf sayang, aku merasa masi labil. Aku hanya takut kalau kamu..!"
"Ssss,,, sudah jangan berucap lagi!" Zack mengeratkan pelukannya.
Bersambung.
__ADS_1
Aku gak bisa bikin konflik lama 🤧