
Happy Reading 😊
Kenzo mengambil alih perusahaan Alvares GROUP selama sang Daddy di rawat. Setelah mengetahui siapa pelaku kecurangan di perusahaan dan ternyata adalah orang dalam, dia begitu ketat mengawasi setiap laporan dan pekerjaan para karyawan.
Morisson sudah dipecat saat itu juga, pria itu beralasan karena merasa tidak terima ketika jabatannya di ambil alih oleh Mia, istri dari Kenzo yang juga menantu dari Tuan Danish. Karena merasa dirinya lebih senior dan lebih berpengalaman dari seorang gadis muda seperti Mia.
Akhirnya Morrison melakukan kecurangan dengan cara menggelapkan uang perusahaan dan memasukkan ke dalam rekeningnya.
Entah karena kebodohan dia atau memang Mia begitu cerdas sehingga dapat mengetahui hal itu, padahal Morrison sudah mengganti format di datanya tetapi tetap saja Mia dapat mengetahuinya.
Kenzo juga melakukan pekerjaan dengan sangat sigap dan disiplin. Dia tidak ingin ada hal-hal yang terjadi pada perusahaan setelah Daddy-nya dirawat di rumah sakit selama seminggu ini.
"Ternyata istriku ini memang benar-benar cerdas dan pintar," ucap Kenzo masuk ke dalam ruangan Mia.
Mia mendongak menatap sang suami yang berjalan kearah meja kerjanya.
"Suamiku juga sangat hebat." Mia berdiri dan menghampiri Kenzo.
Gadis itu terpekik ketika Kenzo tiba-tiba menarik pinggangnya. Tubuh Mia menabrak dada bidang Kenzo, aroma maskulin sang suami tercium begitu menggoda.
"Apa kamu menyukai parfumku ini sayang?" tanya Kenzo ketika melihat istrinya terbuai sambil menutup mata.
"Wanginya begitu menyengat, aku suka." Jawab Mia tersenyum.
Kenzo menatap wajah cantik istrinya itu dengan memicingkan mata.
"Kenapa?" tanya Mia.
"Rambutmu tidak perlu dikucir seperti ini sayang," Kenzo menarik tali rambut Mia mengakibatkan rambutnya terurai.
Mia sedikit terkejut dengan perlakuan suaminya itu.
__ADS_1
"Eh, kenapa di ambil?" ucapnya sambil berusaha mengambil tali rambutnya kembali.
Kenzo memasukan tali rambut itu ke dalam sakunya.
"Aku tidak suka kamu menguncir rambutmu begitu tinggi seperti itu sayang." Kenzo menyentuh pipi Mia kemudian turun ke arah leher jenjangnya dan mengelusnya perlahan.
Mia sedikit menahan nafas ketika mendapatkan sentuhan seperti itu.
"Jangan memperlihatkan leher indahmu ini sayang, aku tidak suka ada pria lain yang melihatnya." Kenzo berbisik di telinga Mia membuat gadis itu langsung berdesir.
Tangan Mia terangkat dan mengalungkan pada leher sang suami. Wajahnya mendekat membuat Kenzo yang bergantian menahan nafas.
"Kamu juga tidak boleh tebar pesona dengan para wanita di kantor ini sayang, lihatlah semuanya menatap kagum padamu." Bisik Mia tepat di depan wajah Kenzo.
"Tenang saja sayang, aku tidak akan pernah tertarik dengan para wanita itu."
Kenzo mencium bibir istrinya yang sedari tadi sangat menggoda.
Danish sudah seminggu dirawat dan kesehatannya semakin membaik, awalnya akan dilakukan operasi pemasangan ring pada jantung nya tetapi ketika melihat perkembangan nya semakin bagus, akhirnya operasi itu pun tidak jadi dilaksanakan.
Lula begitu telaten memberi suapan kepada sang suami, saat ini sang Mommy dan Daddy itu sedang berada di taman rumah sakit. Lula membawa sekotak bubur rasa udang untuk sarapan suaminya.
Danish tersenyum memandang istrinya yang begitu menyayanginya itu. Pria itu sangat bersyukur mempunyai istri seperti Lula, mengingat kejadian dua puluh satu tahun yang lalu saat bagaimana dia memperjuangkan Lula kembali agar dia bisa mendapatkan cinta wanita itu.
Danis menepati janjinya dengan membahagiakan Lula hingga saat ini, bahkan pria itu merasa sangat bersalah ketika harus dirawat di rumah sakit dan membuat Lula merasa sangat kelelahan, meskipun istrinya itu tidak pernah mengeluh sama sekali.
Betapa bahagianya Danish saat ini, melihat pertumbuhan ketiga anaknya menjadi anak-anak yang pandai dan cerdas. Bahkan sekarang dia juga sudah mempunyai 3 menantu yang sangat hebat.
"Sayang, makanlah yang banyak agar kita bisa cepat segera pulang dan berkumpul dengan anak-anak." Ucap Lula.
"Terima kasih sayang, aku sangat bersyukur mempunyai istri yang baik dan setia sepertimu," ucap Danish.
__ADS_1
Sudut matanya terlihat berair, entah kenapa akhir-akhir ini perasaannya menjadi lebih sedikit sensitif. Kesabaran Luka membuatnya ingin segera cepat sembuh. Dia pun berjanji pada dirinya sendiri agar segera pulih dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga besarnya.
Lula juga sangat bersyukur melihat perkembangan kesehatan Danish secara perlahan. Dia selalu berdoa untuk kesembuhan suaminya itu.
"Itu semua sudah menjadi kewajiban ku sayang, kami semua tidak mau melihatmu yang seperti ini, cepatlah sembuh suamiku, aku selalu merindukan disaat kita bermesraan seperti kemarin kemarin."
Ucapan Lula seperti mood booster untuk Danish. Dia pun semakin bersemangat untuk segera sembuh dan memanjakan sang istri seperti biasanya.
Arshel dan Evelyn belum kembali ke Florida, mereka masih ingin tinggal di Washington DC karena harus melihat perkembangan sang Daddy.
"Sayang, kita ke rumah sakitnya Hari ini, aku mendapatkan kabar bahwa katanya Daddy sudah bisa pergi berjalan-jalan keman rumah sakitmeskipun hanya menggunakan kursi roda.
"Baiklah aku akan mengajak Daniella juga," jawab Lula.
"Sepertinya Ell sedang berada kampus dan Kenzo ada di perusahaan." Ucap Arshel.
Tiba-tiba Evelyn merasakan perutnya terasa sedikit sakit dan nyeri.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Arshel panik.
"Entahlah perutku tiba-tiba nyeri sayang." Evelyn memegangi perutnya.
Arshel langsung menggendong sang istri dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Bersambung.
Maaf baru bisa up 🙏 lagi ikut misi di Noveltoon, mudah-mudahan bisa masuk misi.
Jangan lupa like dan bunganya ya 🌹
__ADS_1