
Happy Reading ๐
Washington DC pukul 04 sore.
Danish mencium kening Lula dan membelai pipi mulusnya itu. Saat ini Lula sudah terlelap setelah di gempur oleh Danish di siang hari.
Bahkan sampai tiga ronde Danish masih belum merasakan lelah, tapi sang istri sudah terlihat begitu tidak berdaya menghadapi keperkasaan sang suami.
Akhirnya setelah pelepasan untuk yang ketiga kalinya Danish merasa kasihan karena Lula sudah melayani nya dengan sangat baik.
"Terima kasih sayang, tidurlah, aku akan kembali ke kantor," ucap Danish kepada sang istri yang mungkin sudah tidak mendengarkan dia lagi.
Danish menaikan selimut Lula sampai sebatas dada yang masih dengan keadaan tanpa busana, banyak tanda kissmark yang di buat oleh Danish di tubuh sang istri.
Lula sudah berada di alam mimpinya, sedangkan Danish masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa-sisa percintaan mereka.
Pria itu menghidupkan shower dan langsung mengguyur tubuhnya di bawah air itu. Sebenarnya tadi dia sangat ingin marah terhadap Lula yang dengan lancangnya dia berani meminum obat kontrasepsi itu.
Tapi Danish tidak mau membuat Lula terluka lagi, sudah cukup baginya menyakiti sang istri dan membuat nya pergi meninggalkan Danish.
Danish tidak mau hal itu terjadi lagi, kali ini dia sudah berjanji akan memperlakukan Lula sangat lembut dan penuh kasih sayang dan cinta yang berlimpah.
"Lula, aku sangat mencintaimu, meskipun aku sungguh kecewa dengan apa yang telah kamu lakukan tapi aku harus berusaha menahan diri untuk tidak marah padamu, aku tidak ingin kehilanganmu lagi sayang," batin Danish.
Setelah dua puluh menit akhirnya Danish selesai membersihkan diri dan langsung memakai pakaian kerjanya yang baru.
Masih banyak pekerjaan yang menumpuk yang di tinggalkan olehnya tadi, Danish harus segera pergi ke kantor dan menyelesaikan beberapa dokumen penting yang harus dia tanda tangani.
###
Nickolas menatap bubur di depannya itu dengan tatapan yang aneh, biasanya pagi-pagi seperti ini Liora selalu setia menemaninya untuk sarapan dan menyuapi Nickolas dengan telaten.
Tapi kali ini hanya Bella yang datang tanpa Liora.
"Di mana Liora? sudah dua hari dia tidak mengunjungi ku?" tanya Nickolas.
"Nona Liora sedang ada kesibukan, ehm sepertinya dia akan sangat jarang kemari, jadi aku yang bertugas menggantikannya," jawab Bella.
Nickolas menatap Bella kemudian menghembuskan nafas kasar.
"Memangnya ada urusan apa sampai dia tidak mau menengokku lagi?"
__ADS_1
"Tuan besar marah dengan nona Liora karena melarikan diri dari perjodohan, jadi sepertinya saat ini nona sedang berusaha membujuk Tuan besar agar di perbolehkan untuk keluar dari Mansion," jawab Bella.
"Liora di jodohkan? dengan siapa dia dijodohkan? kenapa Liora tidak memberitahu ku?" tanya Nickolas.
"Sudahlah Nick, sebaiknya kamu makan bubur ini dulu," jawab Bella.
Nickolas merasa ada sesuatu yang kurang di hidupnya ketika Liora tidak ada. Rasa semangat itu tiba-tiba menghilang begitu saja.
Dia merindukan sosok Liora yang dengan tulus merawat dan menjaganya sepenuh hati.
Tiba-tiba pintu kamar rawat terbuka, masuklah seorang pria bertubuh gagah ke ruangan itu.
Nickolas menyerngit kala melihat pria tampan di hadapannya itu datang dengan membawa sebuah bungkusan di tangannya.
"Bagaimana kabarmu Nick?" tanya pria gagah itu.
"Aku baik, apakah aku mengenalmu?" tanya Nickolas.
"Hahaha, sepertinya kamu mengalami amnesia? aku Brian, kita sangat akrab sebelumnya, bahkan aku yang telah menjaminmu keluar dari penjara!" jawab pria yang bernama Brian itu.
"Penjara? apa yang telah ku lakukan hingga aku masuk ke penjara?" tanya Nickolas mengerutkan keningnya.
Sedangkan Bella sudah merapikan bubur untuk Danish dan membawanya keluar dari kamar itu.
"Membunuh Candy? kenapa aku mau membunuh Candy? aaggrrhh sebenarnya siapa diriku ini!" seru Nickolas sambil menjambak rambutnya.
"Sudahlah, jangan terlalu memikirkan hal yang akan membuat kepalamu sakit, ambilah bungkusan ini, aku yakin kamu akan membutuhkan nya, baiklah Nickolas aku pergi dulu, jagalah kesehatan mu," ucap Brian yang kemudian pergi dari ruang rawat itu.
Brian menutup pintu itu dan menyeringai. "Baguslah kalau kamu hilang ingatan Nick, akan lebih mudah mendapatkan apa yang aku inginkan dengan begini," gumam Brian.
Nickolas melihat bungkusan yang di berikan Brian kepadanya itu, pria itu benar-benar tidak mengingat apapun, dia juga tidak ingat sama sekali dengan Brian.
"Sebenarnya siapa aku ini?" gumam Nickolas.
Nick membuka bungkusan itu dan betapa terkejutnya saat dia melihat benda yang ada di dalamnya.
"Apa ini?!" seru Nickolas.
"Ada apa Nick?" Bella yang baru masuk juga terkejut saat melihat Nickolas yang berteriak itu.
"Ya Tuhan!! apa-apaan ini," Bella shock ketika melihat sebuah benda berbentuk panjang itu.
__ADS_1
"Alat vibrator, kenapa Brian memberikan ku alat vibrator yang di peruntukan untuk wanita?" ucap Nickolas.
"Apa ini ada hubungannya dengan masalalumu Nick?" tanya Bella.
"Entahlah Bella, aku tidak tahu,"
Ceklek.
Pintu terbuka dan masuklah Liora dengan tergesa-gesa. Wanita itu langsung memeluk Nickolas erat.
Nickolas sedikit kaget saat Liora tiba-tiba memeluknya seperti itu.
"Ada apa Liora?" tanya Nickolas membalas pelukannya.
"Nick, aku kabur dari rumah, Papa benar-benar menyebalkan, dia masih saja menyuruh ku untuk menerima perjodohan gila yang di buat olehnya. Apa aku ini hanya pion untuk membesarkan perusahaan nya saja, Papa tidak pernah menganggap ku sebagai putrinya Nick," jawab Liora panjang lebar.
"Tenang saja Liora, jangan mau di jodohkan dengan pria yang tidak kamu sukai, aku akan membantumu," ucap Nickolas.
Liora melepaskan pelukannya. Wanita cantik itu menatap wajah tampan Nickolas yang selalu menghiasi pikirannya itu.
Perlahan Liora mendekatkan bibirnya pada bibir Nickolas. Wanita itu mencium bibir pink alami pria itu.
Nickolas sempat terkejut, tapi kemudian dia juga membalas dan menikmati ciuman dari bibir Liora. Nick memejamkan matanya, tapi tiba-tiba terbayang sosok pria yang sedang berciuman dengannya, tapi wajah pria itu tidak terlihat.
Nick membuka matanya dan yang di lihatnya adalah wajah cantik Liora sedang membelitkan lidahnya pada lidah Nick.
Bella memalingkan wajahnya ketika melihat adegan ciuman itu. Wanita itu sepertinya sudah mengerti dengan perasaan majikannya.
"Nick, bagaimana caranya kamu akan membantuku?" tanya Liora.
"Aku ingin bisa segera berjalan kembali Liora, setelah itu aku akan menikahi mu, tapi bantu aku untuk mengingat masalaluku kembali," jawab Nickolas.
Liora begitu senang saat mendengar kata-kata Nickolas tersebut, jujur dia memang sudah menyukai Nickolas saat pertama kali bertemu.
"Baiklah, deal?"
Nickolas tersenyum. "Deal, bantu aku ya?"
Liora mengangguk dan tersenyum, kemudian dia mencium bibir Nickolas kembali dan mendapatkan balasan dari Nickolas.
Bersambung.
__ADS_1
Hai akak reader, jangan lupa vote dan bunga yang banyak ya ๐น๐น๐นโค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธ๐๐๐๐๐๐ terimakasih