
Happy Reading π
Danish dan Lula saat ini telah berada di dalam kamar, setelah makan malam tadi Danish langsung mengajak Lula untuk masuk ke dalam kamar mereka.
"Kenapa di kunci? memangnya sudah mau tidur?" tanya Lula ketika melihat Danish mengunci pintu.
"Aku hanya ingin berduaan denganmu, malam ini aku bertekad untuk membuat Danish junior dengan gencar, agar benih yang ku tanam itu membuahkan hasil yang bagus," jawab Danish menaik turunkan alisnya dengan menyunggingkan senyuman mesumnya.
Pria itu langsung mengajak sang istri untuk berbaring di ranjang dan Danish langsung membuka pakaiannya satu persatu.
"Apa kamu sudah siap untuk memiliki anak dariku?" tanya Lula membuat Danish menghentikan kegiatannya.
"Tentu saja sayang, aku ingin segera memiliki bayi, lihatlah umurku sudah 30 tahun, Dania saja sudah memiliki 2 putra, David juga sudah memiliki 2 putra dan satu putri, akukan juga mau menimang putraku sendiri," jawab Danish mencium bibir Lula.
"Baiklah, kalau kamu memang menginginkan seorang anak aku juga harus siap," ucap Lula tersenyum.
Sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal di hati wanita itu, Lula yang waktu itu telah melakukan hubungan suami istri dengan Danish langsung membeli pil KB untuk mencegah kehamilan yang tidak di inginkan. Takutnya Danish belum siap untuk memiliki seorang anak, tapi setelah mendengar sendiri bahwa Danish mengiginkan seorang keturunan Lula jadi merasa sedikit bersalah.
Danish sudah mulai pemanasan dengan mencium seluruh tubuh sang istri, sedangkan Lula masih terus memikirkan bagaimana caranya berkonsultasi dengan dokter obgyn agar dia bisa segera hamil.
Maklum pil KB yang di minum Lula dosisnya lumayan tinggi sehingga ke akurat-an kesuburan juga bisa langsung bereaksi.
Lula takut akan susah hamil kalau dia tidak segera berkonsultasi dengan dokter meskipun dia sudah berhenti meminumnya.
"Ada apa sayang? kenapa melamun?" tanya Danish saat melihat Lula yang tidak meresponnya.
"Eh, tidak apa-apa sayang, ayo kita teruskan saja," jawab Lula.
Danish menatap Lula dengan tatapan yang sulit di artikan, seakan ingin tahu apa yang sedang di pikirkan istrinya itu.
"Seminggu lagi adalah acara ulang tahun perusahaan, aku nanti akan mengumumkan pernikahan kita di sana, bagaimana?" tanya Danish.
"Kalau aku sih terserah kamu saja sayang, mana yang terbaik buat kita aja," jawab Lula tersenyum.
"Terima kasih istriku," Danish mencium kening Lula, kemudian turun memangut lembut bibir mungilnya.
__ADS_1
Lula membalas ciuman itu dengan mesra, dia merasa Danish memang benar-benar mencintai nya kali ini, perlahan Danish membuka seluruh pakaian Lula dan langsung mencium perut rata Lula.
"Aku berharap akan segera hadir calon baby kita ya sayang, mudah-mudahan tidak ada halangan apapun, mudah-mudahan kita sama-sama sehat," ucap Danish mencium perut Lula kembali.
Lula pun juga berharap demikian, mudah-mudahan Tuhan cepat memberikan mereka baby kecil yang akan tumbuh di dalam perutnya nanti.
Sedangkan di sisi lain.
Liora dengan telaten menyuapi Nickolas, sudah tiga hari ini Nick di rawat dan Liora masih setia menunggu pria itu selama di rawat.
Sebenarnya Liora sudah menyukai Nickolas semenjak pria itu membuka matanya, entah kenapa wanita 23 tahun itu begitu tertarik dengan Nickolas. Menurut-nya pria yang lebih muda dua tahun darinya itu cukup menarik karena Nickolas sama sekali tidak tertarik dengan-nya.
Biasanya setiap dia bertemu dengan kaum Adam pasti akan langsung memuji atau memperlihatkan ketertarikan nya kepada Liora.
Maklum, Liora memang gadis yang cantik dan berpendidikan, terlahir dari keluarga kaya dan seorang pewaris tunggal, siapa yang tidak ingin mendapatkan gadis seperti Liora, tapi nyatanya papanya malah akan menjodohkan nya dengan pria berumur 40 tahun, Liora tidak mau karena menurutnya perjodohan itu hanya di latar belakangi dengan bisnis kedua keluarga.
"Aaakkk .... ayo tinggal beberapa suap lagi," ucap Liora.
Nickolas menggeleng. "Aku sudah kenyang Liora," jawabnya.
"Entahlah Liora, aku juga masih tidak bisa mengingat apapun, kepalaku akan sakit kalau berusaha mengingat sesuatu," jawab Nickolas.
"Jangan berusaha mengingat dulu Nick, nanti perlahan kita akan membantumu mengingat nya," ucap Liora tersenyum.
"Apakah Candy masih belum menjenguk-ku lagi?" tanya Nickolas tanpa menatap Liora.
"Setelah malam itu Candy dan suami nya belum ke sini lagi, sebenarnya aku juga bingung kalau mereka kerabatmu seharusnya lebih sering kesinikan?" ucap Liora.
"Entahlah, aku tidak ingat siapa mereka bagiku, aku hanya merindukan Candy, apakah kamu bisa menelepon Candy, Liora?"
Liora meletakkan mangkuk yang di bawahnya di atas nakas, sepertinya Liora sedikit tidak suka kalau Nickolas selalu menanyakan tentang Candy.
"Aku tidak punya nomer teleponnya, di ponselmu juga tidak ada nama Candy yang kamu simpan, hanya ada beberapa nomer saja, bahkan nomer yang bertuliskan My honey itu sama sekali gak merespon pesan dan panggilan ku, apa jangan-jangan kamu baru saja putus dari kekasihmu ya?" tanya Liora.
Nickolas menatap Liora dengan tatapan tajam, dia benar-benar tidak ingat siapa kekasihnya itu.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu carikan donk nomer telepon Candy, aku ingin melihat nya lagi," ucap Nickolas membaringkan tubuhnya.
Liora merasa sedikit kesal dengan sikap Nickolas yang sama sekali tidak tertarik padanya itu.
Sedangkan di kantor SKY GROUP.
Candy sedang merapikan tempat makan yang baru saja dia pakai bersama Darren. Ya hari ini Candy datang ke perusahaan Darren untuk mengantarkan makan siang karena Darren yang menyuruhnya.
"Sayang, apa kamu tidak mau menjenguk Nickolas lagi?" tanya Candy.
"Sepertinya Nick sudah di urus dengan baik oleh Liora, jadi kita tidak perlu mengkhawatirkannya. Kenapa sayang? apa kamu ingin menjenguk Nickolas?" tanya Darren.
"Diakan hilang ingatan, ya meskipun kalau ingatannya kembali dia pasti membenciku tapi aku juga merasa sedikit kasihan melihat keadaan-nya yang sekarang," jawab Candy.
"Kalau begitu nanti sehabis pulang dari kantor aku akan mengajakmu untuk menjenguk Nickolas, tapi kaku gak apa-apa kan kalau aku bertemu dengan Nick?"
"Ya gak apa-apa lah, dia sekarang gak ingat siapa kamu, tapi kalau tiba-tiba dia bisa mengingat kembali langsung ku sembunyikan suamiku ini ke lubang semut!" jawab Candy.
"Aduh cantiknya istriku ini, kenapa sih kamu cantik banget," ucap Darren mencubit hidung Candy.
"Aahh Darren jangan di cubit donk, nanti kalau hidungku merah gak jadi cantik lagi," ucap Candy manyun.
"Sayang, jangan di monyongin donk bibirnya, aku jadi tambah gemes banget tahu, pengen tak gigit!"
Darren menarik Candy ke dalam pangkuannya membuat Candy berteriak. Darren langsung membungkam mulut Candy dengan ciuman mautnya yang selalu membuat gadis itu meleleh.
Darren memang benar-benar ahli dalam berciuman dan bercinta tentunya.
Bersambung.
Hai akak Reader π€§π€§
gigiku lagi sakit nie, dari kemarin gak sembuh2ππ
tolong kasih bunga dan vote ya, agar othor tambah semangat up lagiππ
__ADS_1