
Happy Reading 🥰
Kenzo mengajak Mia masuk ke dalam apartemen-nya dengan membawa sebuah koper berisi baju-baju dan barang dari kekasihnya itu.
Ya akhirnya beberapa hari ini Kenzo berhasil meminta izin pada orang tua Mia agar mengizinkannya menginap di apartemen.
"Di mana kamarku?" Tanya Mia menatap sekeliling.
Kenzo mendekati gadis itu dan membisikkan sesuatu.
"Kamarmu di sana, kita akan tidur di kamar yang sama sayang," Mia melototkan matanya.
"Aku tidak mau sekamar denganmu Ken, lebih baik aku menyewa apartemen lain saja dari pada harus sekamar denganmu!" seru Mia.
Apa dia harus di mangsa oleh Kenzo lagi, tentu saja Mia tidak mau.
"Memangnya kenapa Mia?" Kenzo mengerutkan keningnya mendengar penolakan itu.
"Nanti kita kebablasan dan kamu pasti akan menerkam ku lagi," Jawab Mia sambil mengerucutkan bibirnya.
Kenzo yang melihat itu langsung tersenyum.
"Ayolah sayang, aku janji deh gak kan melakukan macam-macam lagi," Kenzo mengangkat kedua jarinya.
Mia menggelengkan kepalanya.
"Aku gak mau sayang, kita bisa tinggal di apartemen berdua tapi tidak boleh sekamar, kalau kamu tetap memaksa aku akan pergi sekarang juga!" Ancam Mia.
Kenzo tentu sangat takut apabila Mia harus pergi dari apartemen nya, dia tidak akan membiarkan semua itu terjadi.
"Baiklah sayang, aku gak kan memaksamu lagi, kita akan tidur di kamar yang terpisah sayang," Ucap Kenzo lesu.
Mia menarik kedua sudut bibirnya ke atas. "Terima kasih sayang," Mia memeluk Kenzo dan mencium bibirnya sekilas.
Kenzo sangat bahagia melihat Mia yang mencium bibirnya itu. Kemudian dia pun melakukan hal yang sama, menarik tengkuk Mia dan menautkan bibirnya pada bibir mungil itu.
Mia mengalungkan tangannya ke leher Kenzo, mereka saling menyesap dan membelit lidah satu sama lain.
__ADS_1
Ciuman itu berubah menjadi panas, mereka sama-sama menenekan dan memperdalam ciumannya. Bahkan tangan Kenzo sudah mendarat sempurna pada b*k"ng Mia dan merabanya.
Mia melotot kala Kenzo sudah tidak bisa mengontrol dirinya lagi, gadis itu langsung melepas pangutan-nya dan mendorong tubuh Kenzo.
"Sayang, maafkan aku, aku tidak bermaksud," Kenzo berusaha mendekati Mia dan menarik kekasihanya itu ke dalam pelukannya.
"Kenzo! kemesuman mu sudah berada di level tinggi!" Mia memukul dada Kenzo berkali-kali.
Pukulan yang sama sekali tidak terasa apa-apa menurut Kenzo, dia hanya tersenyum menanggapi kemarahan kecil dari sang kekasih.
Entah kenapa semenjak bertemu dan berkenalan dengan Mia dan kemudian mulai mempunyai rasa pada gadis itu membuat Kenzo semakin tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.
Menghirup aroma wangi Mia seperti saat ini benar-benar membuatnya tenang, sepertinya hanya dengan memeluk Mia dan menghirup aroma tubuhnya membuatnya menjadi ketagihan.
"Sayang, aku juga tidak tahu kenapa bisa seperti ini, yang ku mau hanya dirimu Mia," jawab Kenzo tanpa melepaskan pelukannya.
Mia menjadi semakin berdebar, jantungnya bertalu kencang ketika mendengar semua ucapan dari pria yang sudah memenuhi relung hatinya itu.
"Sayang, bukan hanya kamu yang merasakan hal ini, aku juga merasakan perasaan yang sama," ucap Mia mengelus pipi Kenzo.
"Biar aku bantu sayang," Mia mengambil tangan Kenzo dan menariknya ke arah kamar itu.
Sedangkan di sisi lain.
Daniella masih betah berada di pelukan sang Mommy, dia sedikit terisak kala mendengar bahwa dirinya harus berpisah sebentar dari Zack.
"Mom, apakah Momny dulu tidak tersiksa ketika harus berpisah lama dengan Daddy?" pertanyaan Daniella sangat mencelos di hati Lula.
Dulu Lula berpisah dari Danish karena keinginan nya sendiri, sebuah masalah mengakibatkan Lula memilih untuk meninggalkan Danish.
Tapi cintanya yang begitu besar untuk Daddy dari anak-anak nya itu membuatnya memilih keputusan untuk kembali lagi pada Danish saat Pria itu berusaha kuat untuk mengajaknya kembali bersama.
Kekuatan cinta Danish benar-benar meluluhkan dingin pertahanan Lula yang kala itu merasa benci dan rindu secara bersamaan.
"Mom, Mommy! kenapa melamun dan diam saja, apakah pertanyaan Ell salah?" Lula tersadar dari lamunan masa lalunya itu.
"Sayangku, putrinya Mom dan Dad, kamu ini sangat manja ya, tidak seperti Mommy dulu loh," Ell mendengus kala Mommy nya menjawab dengan jawaban lain.
__ADS_1
"Jawab pertanyaan ku Mom! jangan mengalihkan pembicaraan!" Ell melepaskan pelukannya dari rengkuhan Mommy Lula.
Lula mengehela nafas kasar, dia tersenyum manis pada sang putri, bukan bermaksud untuk tidak menjawab pertanyaan Daniella.
Tapi memang kondisinya memang sangat berbeda.
"Sayang, tentu saja Mommy sangat tersiksa ... !"
"Benar putriku Daniella, Mom dan Dad sangat tersiksa sayang!" Lula dan Ell menoleh ke arah pintu dan melihat sang Daddy tersenyum ke arah mereka.
"Daddy, benarkah? apa kalian tidak berbohong?" Daniella memicingkan matanya ke arah sang Daddy.
Daddy Danish melengkah masuk ke dalam dan menghampiri kedua wanita yang paling berharga di hidupnya itu.
Danish duduk di sisi lain Ell dan memeluk keduanya dari samping.
"Tentu saja sayang, dulu Daddy sangat tersiksa saat Mommy meninggalkan Dad, tapi Daddy tahu Mommy juga sangat merindukan Daddy kala itu," ucap Danish menatap sang istri.
Matanya menerawang masa lalu dan menyiratkan penyesalan. Tapi itu semua hanya masa lalu, kini wanita yang sudah menjadi separuh jiwanya akan selalu berada di sampingnya untuk selamanya.
"Daddy sangat bersyukur karena Mommy mau kembali lagi bersama Daddy, bahkan melahirkan putra dan putri yang sangat cerdas seperti putri Daddy yang satu ini," Lula hampir menitikan air matanya ketika mengingat masalalunya bersama Danish.
"Mom, kenapa menangis?" Daniella menyadari sang Mommy telah meneteskan air mata.
"Mommy tidak menangis sayang, hanya terharu," jawab Lula tersenyum.
Danish langsung menghapus air mata Lula dan mencium keningnya.
"Mommy adalah wanita terhebat di hidup Daddy sayang, sudahlah sekarang tidak perlu membahas hal ini ya, Mommy dan Daddy ingin yang terbaik untuk mu dan Zack, jadi jangan berfikir bahwa kami memisahkan kalian, kami hanya ingin melihat betapa besar cinta kalian itu, untuk itu tidak akan pernah ada penyesalan di kemudian hari, biarkan seperti ini dulu Daniella, Daddy tahu kamu sangat mencintai Zack, kita lihat seberapa besar cinta Zack untuk mu, hem, mengerti kan maksud Daddy?" Daniella hanya diam tidak menjawab.
Tapi sedetik kemudian dia mengangguk dan tersenyum lebar.
"Iya Dad, Mom Daniella sudah paham, ini adalah bentuk ujian untuk Zack, kalau begitu Ell juga akan melihat sejauh mana Zack mencintai Ell," jawab Daniella.
Bersambung.
Mohon dukungannya terus ya buat mereka 🥰🥰 jangan lupa bunga dan kopinya, oh ya vote juga loh ❤️😘
__ADS_1