
Happy Reading 😊
Bella mengajak Zivana jalan-jalan untuk membeli permen kapas kesukaannya, dua pengawal selalu siap menjaga di belakang mereka dengan jarak yang agak jauh.
"Bibi Bella, bukankah itu paman yang menciummu waktu itu?" Zizi menarik ujung baju Bella sambil menunjuk ke arah depan.
Bella mengikuti arahan Zizi dan melihat seorang pria yang sedang berjalan masuk ke sebuah toko pakaian.
"Antony," Bella menyipitkan matanya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Bukankah Antony masih di dalam penjara, tapi kenapa dia ada di sini? apa aku salah lihat? batin Bella.
"Bibi Bella, kenapa diam saja? apa kamu tidak mau menemui Paman itu?" ucap Bella lagi.
Bella berjongkok dan merapikan rambut panjang Zivana yang tertiup angin.
"Bibi tidak melihat siapapun sayang, pasti Zizi salah lihat orang," Bella mengalihkan perhatian.
Kalau Zivana melihat Antony berarti memang yang masuk ke dalam toko itu adalah dia, tapi kenapa secepat itu dia keluar dari jeruji besi, apakah ada yang menolongnya, atau Tuan Nickolas mencabut tuntutan-nya.
Bella tidak mau berfikir jauh, dia juga tidak mungkin bisa menemui Antony kalau ada dua pengawal yang selalu mengawasi mereka.
"Ayo kita masuk ke dalam toko itu, kita lihat apakah aku salah orang, tadi beneran aku lihat Paman yang mencium Bibi itu," Bella segera menutup mulut Zivana agar tidak mengatakan hal yang sangat memalukan itu.
"Ssstt, Zizi gak boleh ngomong itu lagi ya, jadi gak kita beli permen kapas? kalau gak jadi lebih baik kita pulang saja," Bella berdiri dan menuntun Zivana untuk berbalik arah.
"Jadi donk Bibi, Zizi gak mau pulang kalau belum makan permen kapas," Zivana menarik tangannya dan segera mengajak Bella.
Antony yang baru saja keluar dari dalam toko pakaian itu melihat seorang wanita dan gadis kecil yang sangat dia kenal.
Dia ingin mengejar Bella dan Zizi tapi di urungkan ketika melihat dua pria berpakaian hitam yang berjalan tidak jauh di belakang kedua gadis itu.
"Aku harus bisa menemui Bella, tapi kalau dua pengawal itu melihatku pasti mereka tidak akan membiarkan ku bertemu dengan Bella dan Zizi," gumam Antony.
Dia harus mencari cara agar bisa bertemu dengan Bella dan membicarakan sesuatu hal penting yang sudah lama ingin dia ucapkan.
Antony masuk ke dalam toko itu lagi, setelah beberapa saat dia keluar dengan memakai topi dan kacamata hitam.
Pria itu langsung berjalan menghampiri Bella dan Zizi yang sedang antri membeli permen kapas di ujung jalan.
__ADS_1
"Aku mau yang besar itu permen kapasnya Bibi," seru Zivana menunjuk sebuah permen kapas yang paling besar sendiri.
Tiba-tiba ada seorang pria mengambil permen kapas itu dan membelinya.
"Hei Paman, itu punyaku," seru Zivana pada pria bertopi dan berkacamata hitam itu.
Pria misterius itu kemudian memberikan permen kapas kepada Zivana.
"Ini untukmu gadis kecil, apa kamu masih ingat denganku?" Antony membuka sedikit kacamatanya dan mengedipkan sebelah mata memberi kode pada Zizi.
Zivana tampak sumringah dan senang ketika mengetahui siapa pria misterius itu.
"Tentu saja paman Zizi ingat kok," Zivana menarik baju Bella.
"Bibi paman ini sangat baik, dia mau membelikan Zizi permen kapas besar ini, apakah kamu tidak mau mengucapkan terima kasih padanya," ucap Zivana.
Bella mengamati pria itu dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Aduh, kenapa Antony ada di sini? jadi benar pria itu adalah Antony, bagaimana kalau para pengawal itu lihat dia ada di sini dan sedang berbicara dengan Zizi!!
Bella melirik ke arah belakang di mana dua pengawal yang hanya diam saja dan masih tetap berjaga. Sepertinya mereka tidak tahu kalau pria itu adalah Antony.
"Sebaiknya kamu cepat pergi dari sini, jangan sampai mereka memukuli mu di tempat umum," ucap Bella lirih. Dia merasa khawatir karena pria itu muncul di hadapannya.
"Aku hanya ingin bicara denganmu sebentar Bella," Antony berusaha membuat Bella tenang.
"Tidak perlu, sudah tidak ada yang harus di bicarakan lagi, ayo Zizi kita harus segera pulang," Bella mengajak Zivana tapi gadis kecil itu hanya diam saja sambil mengeluarkan pupy eyes-nya
"Bibi Bella, paman ini ingin bicara dengan Bibi, aku punya ide agar kalian bisa mengobrol," Zivana berlari ke arah dua pengawal itu.
Kemudian salah satu dari mereka menggendong Zivana karena gadis itu menunjuk ke arah lain, sepertinya Zivana memang cerdik dengan mengajak dua pengawal itu pergi agar Bella dan Antony bisa leluasa mengobrol.
Bella yang merasa takut dan khawatir melangkah pergi akan menyusul Zivana tapi tangannya di tahan oleh Antony.
"Tunggu dulu, aku ingin bicara padamu sebentar," Bella menatap tanganya yang di genggam Antony.
"Lepaskan aku, biarkan aku pergi dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi," Bella menepis tangan itu.
"Izinkan aku bicara Bella, sebentar saja," Antony memohon.
__ADS_1
"Baiklah, apa yang ingin kamu bicarakan, cepat karena aku tidak punya banyak waktu," ucap Bella mengalihkan pandangannya.
Antony tahu kalau Bella pasti sangat membencinya.
"Bella, kamu adalah gadis yang baik, kita sudah mengenal lama, setiap hari dirimu selalu mincul dalam pikiranku, dan aku.."
"Tidak usah bertele-tele!" Bella memotong ucapan Antony.
Pria itu menghela nafas.
"Aku merindukan mu, saat ini Papaku telah mengusir ku dari rumah karena tindakan ku waktu itu, dia malu punya anak yang pernah di penjara, aku tidak masalah, permasalahannya adalah aku tidak bisa menemuimu," ucap Antony.
"Sudah? kalau begitu aku pergi," Bella merasa ucapan Antony tidaklah penting.
"Tunggu Bella, aku serius kali ini jangan pergi dulu," Antony masih menahan Bella.
"Apa lagi?"
"Bella, aku berfikir bahwa aku telah jatuh cinta padamu," Bella langsung melotot kala mendengar ucapan Antony.
"Lalu?" Bella masih terlihat dingin seakan tidak peduli.
"Aku mencintaimu dan ingin bersamamu, ini bukan obsesi dan aku juga tidak akan memaksa," jawab Antony.
"Baiklah, syarat nya kamu harus mengatakan semua itu pada Tuan Nick dan Nona Liora," jawab Bella kemudian pergi dari hadapan Antony.
Bella menyunggingkan senyumnya ketika mendengar pengakuan Antony. Begitu juga dengan pria itu.
Dia akan berusaha membujuk Nick dan Liora agar merestui hubungan antara mereka berdua.
Tapi yang pasti Antony akan meminta maaf dari mereka terlebih dahulu.
###
Pagi hari sang mentari menyinari ketiga Baby Lucu yang sedang di jemur di halaman belakang rumah. Hangatnya sinar menyapa ketiga baby mungil yang sedang berbaring di kereta bayi itu.
Arshel, Kenzo dan Daniella melebarkan senyumnya sambil berceloteh ria di bawah pengawasan baby sitter dan sang Mommy Lula.
Bersambung dulu 🙏🤭🤭
__ADS_1