Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Kabar Mengejutkan


__ADS_3

Happy Reading 😊


"Aku tahu, aku tidak menyuruh untuk tidak membuka baju, aku hanya bilang jangan terlalu lebar!" Jawab Zack tidak mau di salahkan.


Daniella hanya bisa memukul keningnya pelan melihat mode cemburu suami nya.


"Baiklah,, tenang saja, anda tidak perlu khawatir tuan, saya hanya ingin memeriksa kandungan Nona Daniella, apakah Tuan keberatan?" tanya Dokter tersebut.


Sepertinya Dokter Derreck sudah paham melihat kecemburuan Zack. Baginya sudah biasa menghadapi pasien yang bertingkah seperti itu.


Dokter Derreck memang masih muda dan tampan, tentu dengan statusnya yang masih belum menikah membuat para gadis berlomba-lomba menginginkan nya.


Sebenarnya Zack tidak perlu bersikap kekanakan seperti ini, tetapi entah kenapa sekarang dia menjadi sangat posesif terhadap Daniella. Seakan tidak rela kalau tubuh istrinya itu di lihat orang lain.


"Sikakan, dokter." Jawab Zack berusaha menahan diri.


Daniella hanya diam menyimak. Dia merasa sedikit malu dengan tingkah suaminya dan tidak mau berkomentar apapun.


Zack masih melihat Daniella yang menyingkap bajunya itu. Wajahnya sudah terlihat merah padam ketika Daniella memperlihatkan perut dan pusarnya. Tapi Zack harus bisa menahannya. Dia tahu kalau sang istri yang diam saja pasti karena merasa tidak suka dengan tingkah lakunya tadi.


Dokter Derreck melihat tubuh indah Daniella dengan intens, dia pun mengakui bahwa Daniella memang sangat menawan.


"Cepat di periksa Dokter." Ucap Zack menatap ke arah dokter tersebut.


Dokter Derreck yang sedari tadi menatap perut Daniella yang putih mulus itu sedikit terkejut mendengar sindiran Zack.

__ADS_1


"Eghemm,, saya akan mengoleskan Gel ini ke perut Nona Daniella," Dokter itu mengambil gel dan mengoleskan ke perut Daniella perlahan.


"Lihatlah, di layar monitor ini, ada satu titik sebesar biji kacang hijau. Ini adalah bakal calon bayi kalian." Jelas dokter tersebut.


Daniella meneteskan air matanya ketika melihat titik kecil di layar itu. Rasanya sangat bahagia mengetahui di dalam perutnya sudah tumbuh calon baby-nya bersama Zack.


"Sayang, lihatlah kita akan segera menjadi orang tua." Zack mencium kening Daniella.


Dia juga merasa sangat bahagia mengetahui bahwa istrinya benar-benar hamil. Seperti yang mereka inginkan.


Dokter Dereck melihat pasangan muda tersebut dengan tersenyum. Dia bisa merasakan bahwa cinta keduanya sangatlah tulus.


###


Alvares Corp.


Saat ini usia kandungan Mia menginjak 5 bulan, mereka baru saja mendapatkan kabar bahwa Daniella sudah mengandung.


"Aku senang mendapatkan kabar dari Daniella dan Zack, akhirnya mereka bisa memutuskan untuk memiliki anak, sebentar lagi juga kita semua akan wisuda ya." Ucap Mia.


"Iya sayang, pasti Daddy dan Mommy akan sangat bahagia melihat ketiga anaknya akan segera memberikan cucu." Kenzo membuka pintu ruang kerjanya dan mempersilahkan Mia masuk terlebih dahulu.


"Kalau proyek ini berlangsung, aku akan meninggalkan mu selama beberapa hari, apa kamu tidak keberatan sayang?" Ucap Kenzo.


Mia duduk di sofa perlahan, gadis itu sebenarnya merasa sedih dengan keputusan sang suami yang akan pergi keluar kota dalam waktu beberapa hari untuk mengurus proyek tersebut. Tetapi dia juga tidak bisa menahan Kenzo karena memang harus di wakili oleh petinggi perusahaan.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa, yang penting kamu menjaga dirimu sayang." ucap Mia berusaha menampilkan senyumannya.


Padahal dia sedang menahan kesedihan yang luar biasa di hatinya.


Kenzo sebenarnya juga sangat berat meninggalkan sang istri yang sedang hamil besar. Tetapi semenjak dia memegang perusahaan, Kenzo harus siap bertanggung jawab penuh apalagi setelah sang Daddy memberikan kepercayaan kepadanya.


"Kalau aku pergi nanti lebih baik kamu menginap di rumah Daddy dan Mommy, jadi ada yang menemani kamu sayang," ucap Kenzo menangkup wajah sang istri.


Mia berusaha menahan agar tidak menangis, tetapi matanya sudah terlihat berkaca-kaca, jujur dia merasa sangat sedih dan tidak bisa jauh-jauh dari suaminya. Kenzo setiap hari selalu ada bersamanya. Bagaimana kalau sekarang dia harus ditinggal oleh Kenzo selama beberapa hari bahkan mungkin bisa sampai seminggu lamanya.


"kamu tenang saja sayang, aku di sana tidak akan macam-macam dan terus langsung kembali kalau semuanya sudah beres," ucap Kenzo memeluk tubuh istrinya.


Luluh sudah air mata Mia, baru mengetahui kalau Kenzo akan pergi saja membuatnya sudah sangat sedih, apalagi kalau harus ditinggal sampai beberapa hari. Tapi Mia harus bersikap profesional karena hal itu memang sudah menjadi pekerjaan sang suami dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin perusahaan Alvares.


"Sebenarnya aku tidak berfikir kalau kamu di sana akan bertingkah macam-macam, aku percaya padamu sayang,, tapi entah kenapa rasanya ditinggal olehmu seperti ini membuatku sangat sedih." Mia semakin menenggelamkan wajahnya ke dada bidang sang suami.


"Ssstt,, sudah jangan menangis lagi,, nanti aku akan sedih kalau kamu seperti ini sayang, bisa-bisa aku tidak jadi berangkat loh." Kenzo membelai rambut lurus istrinya itu.


Mia mendongak menatap wajah tampan Kenzo dan tersenyum. "Aku hanya sedikit sedih, tidak banyak," ucap Mia tersenyum lebar.


Kenzo mendekat kan bibirnya dan mencium bibir manis Mia. Saling menyesapi rasa nikmat di bibir masing-masing, mereka berciuman sangat lama, saling membelitkan lidah mereka dan bertukar saliva.


Tiba-tiba ponsel Kenzo berdering. Mereka pun menghentikan kegiatannya nya itu. "Sebentar sayang, ada gangguan kecil." Kenzo mengangkat panggilan itu.


"Halo? Apa?? Daniella dan Zack kecelakaan!!!"

__ADS_1


Mia menutup mulutnya dengan kedua tangan mendengar teriakkan suaminya.


Bersambung.


__ADS_2