
,Happy Reading 😊
Sebulan kemudian.
Hari ini adalah hari pertunangan resmi Regina dan Aland, kedua orang tua mereka juga sudah setuju, apalagi dengan Candy dan Darren yang sangat antusias dengan calon istri dari putra mereka yang tidak lain adalah putri dari Daniella dan Zack.
"Selamat sayang, ku harap kalian cepat menikah dan tidak perlu di tunda-tunda lagi, sepertinya Aland sudah ngebet pengen segera nikah. Pria setampan Aland ini jangan sampai di sia-siakan, Re." Ucap Mama Daniella terkekeh.
"Mama, jangan mulai deh, nanti kalau Aland malah tergoda sama Mama gimana? Mama sih masih cantik aja meski udah tua!" Zack melotot sempurna ketika mendengar ucapan sang putri. Sedangkan Aland sudah tertawa kecil melihat reaksi calon Papa mertuanya.
"Kok ngomong gitu sih, sayang? Nanti kalau Papa cemburu bisa gawat!" Bisik Daniella di telinga putrinya.
"Makanya Mama itu gak usah dandan, biar keliatan tua, masa iya ini kita kaya kakak adik, padahal anak sama Mama,, Rere kan jadi sebal!"
Semua orang tertawa mendengar ucapan Regina. Aland merangkul sang kekasih yang sudah resmi menjadi calon istrinya itu. "Mama Ell memang cantik, tapi wajahmu mewarisi ketampanan Papa Zack, jadi cantiknya dua kali lipat." Aland mengedipkan matanya.
"Sepertinya ada yang minta di sanjung ini nya, karena berhasil membuat saya melambung," ucap Zack.
"Eh, saya bicara yang sebenarnya Paman, jadi jangan tersinggung." Ucap Alan nyegir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Calon pengantin, wah kalian memang serasi." Seru Sherena yang datang bersama Zarco.
"Kalian juga sangat serasi, kapan nih rencana nyusul kami, kalau bisa nikahnya masal gitu." Ucap Regina terkekeh.
"Enak aja masal, kaya gak kuat nyewa gedung sama bayar wedding organizer, kalian dulu aja ya," jawab Sherena tertawa kecil.
"Sher, nikah muda enak loh." Goda Mama Daniella.
"Iya Aunty, Sherena tahu, tapi kalau calonnya belum mau ya sama aja kan, iya gak Land?" Aland manggut-manggut.
Sedangkan Zarco yang merasa tersindir langsung berjalan ke arah panggung kecil yang sudah di sediakan. Acara tunangan itu memang hanya ada beberapa tamu undangan tertentu, tidak banyak orang yang di undang.
"Selama malam semuanya, aku mau menyanyikan sebuah lagu untuk seseorang, maaf untuk calon pengantin, lagu ini saya persembahkan untuk wanita yang sangat aku cintai, malaikatku, penyelamat hidupku, inilah isi hatiku."
Zarco mengambil sebuah gitar yang entah kenapa ada di pojokan sana, setelah itu Zarco mencoba memetik gitar tersebut.
A hundred and five is the number that comes into my head
(Seratus lima adalah angka yang terlintas di pikiranku)
When I think of all the years I wanna be with you
(Saat terpikir olehku lamanya tahun kuingin bersamamu)
Wake up every morning with you in my bed
(Bangun tiap bagi denganmu di ranjang ku)
That's precisely what I plan to do
(Persis seperti itulah yang kuinginkan)
__ADS_1
And you know one of these days when I get my money right
(Dan kau tahu di salah satu hari-hari ini saat uangku cukup)
Buy you everything and show you all the finer things in life
(Kubelikan kau segalanya dan tunjukkanmu semua hal indah dalam hidup)
We'll forever be in love, so there ain't no need to rush
(Kita kan jatuh cinta selamanya, jadi tak perlu buru-buru)
But one day, I won't be able to ask you loud enough
(Tapi kelak, aku takkan bisa memintamu cukup keras)
I'll say will you marry me
(Kan kukatakan, maukah kau menikah denganku)
I swear that I will mean it
(Sumpah, aku sungguh-sungguh)
I'll say will you marry me
(Kan kukatakan, maukah kau menikah denganku)
(Berapa banyak gadis di dunia ini yang bisa membuatku begini?)
Baby I don't ever plan to find out
(Kasih, aku tak pernah ingin mencari tahu)
The more I look, the more I find the reasons why
(Semakin lama kupandang, semakin kutahu alasannya)
You're the love of my life
(Kaulah cinta dalam hidupku)
And if I lost everything
(Dan andai aku kehilangan segalanya)
In my heart it means nothing
(Di hatiku, semua itu tiada artinya)
'Cause I have you, girl I have you
__ADS_1
(Karena aku memilikimu, kasih, aku memilikimu)
So get right down on bended knee
(Maka aku kan berlutut)
Nothing else would ever be
(Tak ada hal lain)
Better, better
(Yang lebih baik)
The day when I say
(Daripada) Hari di saat kukatakan)
💗💗💗
Sherena tersenyum menatap Zarco yang sedang menatap ke arahnya. "Kamu gak baper, Sher?" Tanya Regina menepuk bahu Sherena.
"Siapa bilang gak baper?"
"Tuh, nyatanya ekspresi nya biasa aja, kok gak datengin si Zarco sambil berlari gitu? Terus terharu sambil memeluknya." Goda Regina.
Sherena hanya menggeleng dan tersenyum. "Dia udah kesini kok, Re.. jadi ngapain repot-repot datengin dia." Ucap Sherena.
Zarco mendatangi Sherena yang tengah berkaca-kaca sambil terus menatapnya. "Kok nangis sih sayang, ini bukan lamaran loh, kalau lamaran masih jauh,. Awww, augh!" Sherena mencubit perut Zarco.
"Eh, tadi ku kira itu sebuah lamaran loh!" Seru Regina.
"Bukan, nanti lamarannya lebih romantis donk." Ucap Zarco.
"Beneran romantis? Aku gak mau kalau cuma ngomong doang ya!" Sherena mengancam dengan kepalan tangannya.
Semua orang yang ada di sana tertawa melihat keduanya.
"Wah, Rigen sama siapa tuh, cantik sekali." Seru Sherena melihat Rigen masuk ke dalam dengan menggandeng lengan wanita cantik.
"Eh iya, cantik bangett..!" Regina ikut berteriak.
"Selamat ya, Regina dan Aland!" Ucap Rigen.
Bersambung.
maaf belum bisa up banyak karena othor masih belum begitu fit 🙏🙏🤧🤧
nanti kalau novel terbaru udah rilis pasti bakalan othor kasih pengumuman. Terima kasih 🥰
Boleh donk akak reader mampir di novel temenku yang judulnya Berbagai Cinta Pengkhianatan karya Author nophie
__ADS_1