Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Pesta Perusahaan Alvares GROUP


__ADS_3

Happy Reading 😊


Franklin sudah selesai mengambilkan bubur yang baru untuk istri dari atasannya, dia pun membuka pintu ruang rawat tanpa mengetuk pintu dulu.


Ceklek.


Mata Franklin melihat pemandangan romantis antara si bos dan istrinya.


Huh, dasar bos bucin, tadi aja maksa orang ke sini suruh menyuapi istrinya, sekarang dia malah sedang asyik berciuman dengan istri tercintanya. Gerutu Franklin dalam hati.


Florida 5 p.m


Bella tampak termenung di taman belakang sambil menjaga Zivana bermain. Liora dan Nickolas baru saja pulang dari kantor dan melihat pengasuh Zizi yang sedang melamun itu.


"Sepertinya akhir-akhir ini Bella menjadi lebih pendiam, apakah ada yang mengganggu pikirannya?" ucap Liora.


"Entahlah sayang, aku juga berfikir seperti itu, apa dia sedang ada masalah? tapi masalah dengan siapa ya?" Nickolas memeluk bahu istrinya.


"Apa sebaiknya aku tanya padanya, siapa tahu memang ada yang mengganjal di hatinya," ucap Liora.


Nickolas mengangguk membenarkan ucapan sang istri.


"Zizi! sayang kemarilah!" seru Nickolas merentangkan kedua tangannya.


Zivana yang mendengar uncle-nya langsung berlari ke arah Nickolas dan memeluknya.


Bella yang melihat itu langsung berdiri dan berjalan ke arah kedua majikannya itu.


"Paman Nick dan Bibi Liora sudah pulang?" Zivana tampak sumringah.


"Iya sayang, Zizi mau hadiah gak? paman Nick punya hadiah untuk Zizi loh," ucap Liora.


Nickolas menggendong gadis kecil itu. "Ayo ikut paman sebentar, paman punya kejutan untuk Zizi," ucap Nickolas dan membawa Zizi masuk ke dalam rumah.


"Nona Liora anda mau mandi atau?"


"Bella, aku ingin berbincang denganmu sebentar," ucap Liora menatap Bella.


"Baiklah Nona, apakah tentang Zizi?" tanya Bella.


Liora menggeleng dan tersenyum, kemudian dia berjalan ke arah kursi yang ada di taman itu. Sedangkan Bella mengikutinya dari belakang.


"Duduklah Bella," Liora menunjuk kursi di sampingnya.


Bella menurut dan duduk di sebelah Liora, dia merasa ada yang aneh dengan Nona-nya itu.


"Apakah kamu sedang ada masalah Bella? ceritakanlah padaku?" ucap Liora menoleh menatap Bella.


"Saya tidak ada masanya apa pun Nona, memangnya ada apa?" tanya Bella bingung.


"Bella, kita kenal sudah cukup lama, aku tidak pernah melihatmu seperti ini, seakan menyembunyikan sebuah masalah, tapi kamu tidak bisa bercerita," ucap Liora menggenggam tangan Bella.

__ADS_1


Bella menjadi salah tingkah, dia merasa di sedang di hakimi oleh Liora, padahal Bella sendiri bingung dengan perasaannya sendiri.


"Bella, apakah karena Antony?" tanya Liora yang tidak mendapatkan jawaban dari wanita si sampingnya ini.


Bella menggeleng pelan, sebenarnya memang ada sebuah perasaan galau yang ada di hatinya saat ini.


"Tidak Nona," jawab Bella.


"Aku tahu kamu memang menyembunyikan sesuatu dari dalam hatimu, kalau memang kamu ada masalah atau ada yang ingin di bicarakan kamu bisa bercerita padaku, setiap masalah pasti ada solusi, siapa tahu aku bisa membantumu memecahkan masalahmu dan mencari solusinya." Liora masih berusaha membujuk Bella agar mau berbagi cerita.


"Nona Liora tidak perlu khawatir, aku tidak apa-apa dan kalau memang nanti aku ada sesuatu pasti bakalan cerita kok," ucap Bella tersenyum.


Akhirnya Liora pasrah, dia juga tidak bisa memaksa Bella untuk menceritakan masalahnya.


Antony sudah tiga bulan mendekam di penjara, pria itu sepertinya sudah menyesali perbuatannya telah menculik Zivana dan Bella.


Bahkan dia selalu memikirkan gadis yang dengan terang-terangan menyatakan perasaan padanya.


"Bella," gumam Antony.


Bayang-bayang saat berciuman dengan wanita itu selalu masuk ke dalam mimpinya.


Nickolas menyerahkan Zivana pada Bella yang sudah masuk ke dalam rumah bersama Liora.


"Sayang, aku mau mandi, udah gerah," ucap Nickolas merangkul mesra bahu Liora.


"Ayo, aku siapin air hangat," jawab Liora tersenyum.


"Dia tidak mau bercerita sayang, tapi aku bisa melihat di matanya tersirat akan kerinduan yang mendalam pada seseorang," jawab Liora memainkan dasi sang suami.


"Apakah kamu berfikiran sama dengan ku sayang?" tanya Nickolas.


"Aku rasa begitu, Bella memang mencintainya," jawab Liora.


###


Washington DC : 7 p.m


Darren dan Candy berjalan memasuki ballroom di perusahaan Alvares, mereka terlihat sangat serasi dengan memakai pakaian dengan warna senada.


Perut Candy juga sudah terlihat membesar, usia kandungannya memasuki bulan ke empat. Mereka datang ke Washington DC menghadiri acara pesta perusahaan Alvares GROUP Anniversary ke 6 selama periode CEO Danish menjabat.


Danish sedari tadi terlihat manyun dan cemberut, sang istri yang baru saja sembuh memaksa untuk ikut menghadiri acara pesta perusahaan.


Tentu saja Lula menjadi pusat perhatian di tempat itu, meskipun Lula sedang hamil dan badannya terlihat lebih berisi tapi aura kecantikannya semakin bersinar, Danish memeluk pinggang istrinya posesif.


"Selamat malam tuan Danish, wah selamat atas kerja keras anda selama 6 tahun menjabat sebagai CEO Alvares, kinerja anda selama ini tidak bisa di ragunan lagi," ucap salah satu kolega.


Banyak para kolega mendekat ke arah Danish untuk memberi semangat.


"Sayang, aku akan menemui Candy dulu ya?" bisik Lula di telinga Danish.

__ADS_1


Kemudian dia pergi menghampiri Candy tanpa jawaban dari Danish.


"Lula, wow lihatlah kandungan mu yang terlihat lebih besar dari kandungan ku, padahal aku hamil duluan loh?" seru Candy terkejut.


"Tentu saja Candy, di dalam sini ada tiga calon Baby," Lula mengelus perut besarnya.


Lula dan Candy masih berbincang-bincang, banyak pasang mata yang melihat ke arah duo bumil itu, para kolega dan sahabat dari Danish sudah berdatangan.


Darren menghampiri Danish yang sedang berbincang dengan para kolega, dia bisa melihat sedari tadi tatapan Danish selalu fokus terhadap sang istri.


"Tuan Danish, selamat atas kehamilan Lula, aku memang tidak salah memilih orang, bagiku Lula lebih dari seorang sahabat, dia sudah ku anggap sebagai adikku sendiri, dia juga terlihat begitu bahagia dan aku rasa sekarang dia terlihat semakin cantik saja," Darren melirik ke arah Lula dan Candy.


"Tapi tentu saja Candy ku yang tercantik," sambung Darren.


"Iya, maka dari itu sedari tadi semua mata pria di tempat ini pasti memandang ke arah Lula dan Candy, apa kamu tidak merasa cemburu tuan Darren?" tanya Danish.


"Untuk apa cemburu? lihatlah istri kita, mereka benar-benar menjaga pandangannya dan hanya tersenyum ketika di sapa oleh para lelaki, jadi aku merasa baik-baik saja," jawab Darren menatap Candy yang masih bercengkrama dengan Lula.


"Tapi aku tidak suka kalau mata para pria menatap istriku seperti itu," jawab Danish.


"Dasar CEO bucin, tuan Danish, kamu begitu posesif, tapi aku suka melihatmu seperti ini," Darren tergelak dan menepuk bahu Danish.


Di sisi lain.


Franklin sedang merayu Gabriella, dia meluncurkan jurus mautnya untuk menggoda wanita cantik di depannya itu, jiwa sang Casanova kembali bangkit ketika menghadapi wanita cantik dan seksi seperti Gabriella.


Tentu saja dengan tidur bercinta semalam sudah membuat Franklin puas. Tapi tiba-tiba matanya melihat seorang wanita yang sangat dia kenal.


Fanny datang ke tempat itu menggandeng lengan seorang pria yang tidak kalah tampan dari Franklin.


"Selamat malam asisten Franklin?" sapa Fanny tersenyum.


"Malam juga Fanny, siapa pria yang ada di sampingmu ini?" tanya Franklin menatap pria di depannya.


"Perkenalkan, namaku Harry pacar dari Fanny," jawab pria yang bernama Harry itu.


Franklin merasa terkejut dengan pengakuan Harry, entah kenapa tiba-tiba perasaannya menjadi tidak menentu.


Fanny hanya tersenyum sambil melirik ke arah Gabriella yang hanya diam saja.


Franklin, kamu memang tidak pernah bisa berubah! Batin Fanny.


Bersambung.


Berusaha semua tokoh aku masukin ceritanya di satu bab🙏🥰


Jangan lupa mampir di novel othor yang lain ya😘😘😘


Judulnya BENCI JADI BUCIN


cover ⬇️⬇️⬇️

__ADS_1



__ADS_2