
Happy Reading 😊
Evelyn menghela nafas panjang, entah kenapa dia masih belum mengerti kenapa Arshel tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin terhadapnya.
"Kenapa kamu sangat membenciku Arshel, padahal dulu kamu begitu baik dan hangat, aku masih belum bisa mengerti dengan semua sifatmu," Evelyn masih menatap lekat foto Arshel yang berada di ponselnya itu.
Meskipun sudah bertahun-tahun berlalu sejak ciuman pertamanya yang di ambil Arshel pada saat mereka berusia 5 tahun, tapi nyatanya rasa sayang itu masih menancap di hatinya sampai sekarang, rasa ciuman yang belum pernah dia lakukan lagi selain dengan Arshel kecil.
Masih membekas di ingatannya bagaimana sikap Arshel setelah hari itu tiba-tiba berubah menjadi lebih pendiam dan selalu menghindar kalau Evelyn mendekati Arshel.
Hal ini menjadi suatu pikiran yang sampai sekarang masih belum bisa Evelyn pecahkan sama sekali, ketika waktu sore itu setelah bermain dengan kucing yang mereka tangkap, keesokkan harinya entah kenapa dia melihat tatapan Arshel itu terlihat berbeda.
Sudah berkali-kali dia berusaha untuk mengajak bicara dengan Arshel tapi nyatanya saudara kembar Kenzo dan Daniella itu lebih menghidarinya dulu.
"Sayang! Evelyn!!"
Evelyn langsung tersadar dari lamunannya ketika sang Mommy yang tidak lain adalah Candy berteriak memanggil namanya.
"Evelyn! ternyata kamu ada di balkon kamar!" Candy menghampiri putri semata wayangnya itu dan menjewer pelan telinganya.
"Aduh Mom, kenapa di jewer sih! kan sakit!" Evelyn mengaduh sambil mengusap telinganya yang sebenarnya tidak begitu sakit itu.
"Mommy sudah berteriak sejak tadi sampai tenggorokan Mommy kering, tapi putri Mommy yang cantik ini hanya dia saja tidak menyahut, aku lihat di ranjang tidak ada, eh tapi malah melamun di balkok kamar," Evelyn tertawa melihat Mommy-nya menggertu seperti itu.
"Memangnya ada apa Mommy ku yang paling cantik sedunia, kenapa pagi-pagi sudah berteriak-teriak, ini kan hari minggu tidak ada jadwal kuliah kan?" ucap Evelyn
"Justru karena hari ini weekend, Mommy sama Daddy akan pergi ke Washington DC, karena Uncle Danish dan Daddy mau membahas sesuatu," Evelyn tidak menanggapi Mommy nya.
Gadis cantik itu berjalan masuk ke dalam kamar dan merebahkan dirinya ke atas ranjang.
"Kalau kamu tidak mau ikut ya sudah, Mommy dan Daddy saja yang pergi," ucap Candy.
__ADS_1
"Mommy dan Daddy saja yang pergi, aku mau bermalas-malasan saja di apartemen," Candy hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap putrinya itu.
Evelyn memang ada kemiripan dengannya, gadis yang ceria tapi mempunyai sisi yang lemah lembut.
Tapi terkadang Candy juga sering mendapati sang putri yang termenung sendiri sampai dia tidak peduli dengan orang di sekitar. Entah apa yang di pikirkan oleh putrinya itu. Tapi dia merasa ada hal yang telah dia sembunyikan dari semua orang.
"Baiklah sayang, kalau begitu Mommy mau bersiap-siap dulu, Daddy sudah menunggu di kamar," Candy mengecup kening Evelyn.
Kemudian dia pergi keluar dari dalam kamar putrinya.
Evelyn menghela nafas kasar, sebisa mungkin dia berusaha menutupi luka hatinya itu di depan sang Mommy dan Daddy.
####
Di sebuah angkatan militer bersenjata Amerika.
Arshel baru saja melakukan pelatihan tembak menembak. Sudah hampir setahun pria tampan itu mengikuti akademi militer paling hebat di Amerika.
Saudara Kenzo dan Daniella itu menatap pantulan dirinya di cermin. Sekelebat bayangan seorang gadis mampu membuat nya merasa jantungnya berdegup dan sedikit sakit.
"Eve, kenapa aku tidak pernah bisa menghilangkanmu dari pikiran ini, alasan ku masuk akademi militer karena dirimu, aku ingin mengalihkan semua perasaan ini agar tidak selalu mengingat mu," gumam Arshel.
Dia ikut latihan menembak, bela diri, dan juga berbagai macam latihan untuk para tentara agar bisa menghilangkan stres di pikirkan.
Tapi nyatanya semua itu tidak ada artinya bagi Arshel, pria itu sudah menanam rasa sayang untuk Evelyn dan rasa itu terus tumbuh, seperti di pupuk oleh benih cinta yang dia rasakan terus menerus.
"Eve, kenapa dirimu tidak bisa pergi dari pikiran ini, aku tidak bisa menghilangkan rasaku padamu!!"
Arshel ingat malam itu pada waktu Evelyn dan keluarga sedang berkunjung ke rumahnya.
Arshel membantu Evelyn yang ingin menangkap seekor kucing, diapu berhasil menangkap kucing itu dan di berikan kepada gadis kecil yang sudah dia suka sejak dulu.
__ADS_1
Arshel kecil saat itu telah mengagumi mata indah Evelyn, dia sudah menyukai gadis kecil yang sangat imut dan cantik itu sejak pertama kali bertemu.
Arshel pun memberanikan diri untuk mencium bibir Evelyn yang sudah sangat dia inginkan.
Benar-benar seperti Daddy Danish yang sudah pintar dalam hal cium mencium, Arshel kecil mungkin meniru sifat Daddy-nya.
Pria itu masih ingat bagaimana Evelyn yang menangis setelah kejadian ciuman itu.
Flashback on.
Malam itu di kediaman Danish setelah acara makan malam.
Arshel akan keluar kamar untuk mencari Evelyn, setelah tadi sore dia berani mencuri ciuman dari bibir mungi Evelyn, Arshel kecil jadi tidak bisa tidur.
Diapun berjalan melewati kamar Daniella yang di pakai Evelyn untuk tidur yang ternyata tidak di kunci, diapun ingin melihat keadaan Evelyn.
Pada saat Arshel akan melihat ke dalam tiba-tiba dia mendengar suara Evelyn yang menangis, mata Arshel melotot kala mendengar ucapan Kenzo dan Daniella yang meledek Evelyn sampai menangis.
"Ciee, tadi ada yang di cium bibirnya,"
"Arshel suka sama kamu Eve,"
Kenzo dan Daniella memang melihat kejadian itu, tapi sepertinya Arshel malah salah mengartikan bahwa Evelyn lah yang bercerita pada dua saudara kembarnya.
Arshel kecil mengepalkan tangannya, dia merasa bahwa Evelyn tidak menyukainya, hingga akhirnya dia memutuskan untuk bersikap dingin kepada Evelyn untuk menutupi rasa sayangnya .
Flashback off.
Bersambung dulu.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, aku suka baca komen dari akak reader semua🥰
__ADS_1
Maaf kalau belum bisa membalas satu persatu karena terkadang othor sudah di kejar Deadline tugas 😁😁😁