
Happy Reading 😊
Mia POV
Hari ini aku melihatnya lagi bersama gadis yang sama dan masuk ke dalam restoran tempat ku bekerja, entah kenapa hatiku masih saja berdebar-debar kalau melihat pria itu berkeliaran di sekitar ku.
Kenapa aku mengatakan 'berkeliaran' karena memang Kenzo selalu saja ada di manapun aku berpijak.
Entah itu di kampus, perpustakaan dan sekarang dia juga di bawah atap yang sama denganku.
Ya Tuhan, kenapa pria itu seperti benalu yang menempel terus tapi sangat merugikan hatiku!
"Mia, tolong antarkan pesanan ini di meja nomer 3 ya," tiba-tiba Sean datang dan membawa nampan dengan dua gelas minuman dan langsung menyodorkan ke arahku.
"Apa? kenapa harus aku yang mengantarkan ke meja nomer 3? kamu saja Sean," aku menolak mengantarkan pesanan itu.
Sean menatap ke arahku sambil memicingkan matanya.
"Kenapa aku merasa curiga ya," ucapnya sambil menyipitkan kedua matanya padaku.
"Curiga kenapa? aku sedang sibuk Sean, kamu saja sana," aku pergi ke arah wastafel dan pura-pura mengerjakan hal lain.
"Cheff Sarah sedang menyuruhku untuk membantunya, cepat Mia tidak ada penolakan!"
Sean meletakkan nampan itu di meja sampingku dan langsung pergi begitu saja.
Rasanya sangat malas harus bertemu dengan Kenzo, bukan karena dia jahat atau tidak baik padaku, bahkan selama ini pria itu selalu baik tapi aku takut kebaikannya akan ku salah artikan.
Hatiku seakan tidak bisa di ajak kompromi kalau sudah di perlakukan begitu oleh Kenzo.
Dengan terpaksa aku membawakan pesanan ini ke meja di mana Kenzo dan kekasihnya berada.
Dengan langkah malas aku melangkah mendekati meja nomer tiga itu, bisa ku lihat tawa canda Kenzo bersama gadis yang sangat cantik menurutku.
"Permisi, ini pesanan kalian," ucapku meletakkan dua minuman itu tanpa menatap Kenzo.
Aku yakin saat ini Kenzo tengah menatapku intens karena aku merasakannya.
Ya Tuhan sudah pasti Kenzo akan langsung mengenaliku meskipun aku memakai topi kerja.
"Mia, kamu bekerja di sini?" benarkan dugaanku.
Aku berusaha untuk tidak gugup karena di kenali oleh Kenzo. Dengan senyum lebar akupun menatapa pria yang sangat tampan itu.
"Hai, Ken," hanya itu yang bisa ku jawab.
"Ternyata kamu bekerja di restoran ini?" tanya Kenzo.
__ADS_1
Akupun mengangguk sambil tersenyum kemudian mengucapkan "silahkan di nikmati'. Dan aku harus segera pergi dari hapadan kedua orang.
"Mia tunggu dulu," Kenzo memegang lengan kiriku dan sedikit menahannya.
Aku sedikit tersentak dengan apa yang di lakukannya.
"Apakah ada yang ingin kamu pesan lagi tuan?" ucapku.
Kenzo menatapku dengan sangat lekat. Akupun yang di tatapannya seperti itu menjadi semakin gugup.
Kenapa Kenzo melakukan ini di depan kekasihnya? yang ada nanti dia akan salah paham.
"Kenzo, siapa dia?" tanya gadis cantik yang sedari tadi hanya diam itu.
Tuh kan bener, pasti kekasih Kenzo merasa cemburu! ku harap jangan sampai ada kesalah pahaman.
Kenzo berdiri dan menarikku mendekat ke arah meja. Aku sedikit terkejut karena Kenzo menarikku kuat.
"Dia Mia, teman satu jurusan, dia sangat smart dan cerdas," jawab Kenzo mengenalkan ku pada kekasihnya.
Ya Tuhan kenapa Kenzo harus mengenalkan ku sedetail ini.
Aku bisa melihat gadis itu tersenyum lembut dan menyodorkan tangannya padaku.
"Hai, namaku Evelyn, salam kenal," aku menyambut tangan gadis itu karena merasa tidak enak. Sepertinya dia gadis yang baik, lembut dan sopan.
Ah, ternyata Kenzo memang tidak salah pilih, gadis ini juga tidak keberatan bersalaman dengan ku yang hanya seorang pelayan ini.
"Eve, aku pergi ke luar sebentar ya, ada yang ingin ku bicarakan dengan Mia," aku tidak mengerti arah pembicaraannya Kenzo.
Tapi bisa ku lihat gadis itu mengangguk sambil tersenyum.
"Tentu saja Ken, silahkan saja kenapa harus meminta izin padaku," aku kaget mendengar jawaban Evelyn.
Kenapa dia membiarkan kekasihnya mengajak ngobrol dengan gadis lain? apa Evelyn tidak cemburu?
Aku sedikit terpekik ketika Kenzo menarik tanganku berjalan keluar dan membawaku masuk ke dalam mobilnya.
Hei, apa ini? kenapa Kenzo membawa ke tempat ini? kalau mau ngobrol kan gak perlu masuk ke dalam mobil.
Apalagi hanya mengobrol bahas tentang pelajaran, yah Kenzo selalu menelepon ku dan hanya menanyakan hal-hal yang tidak bisa dia jawab.
Dulu awalnya aku merasa kalau Kenzo ada sedikit rasa tertarik padaku tapi nyatanya aku salah, Kenzo murni hanya menganggapku sebagai sahabat dan tidak lebih.
Akupun sadar diri kok, kalau aku tidak pantas di sukai oleh pria kaya, maupun miskin.
Setelah Kenzo menyuruh ku masuk ke dalam mobilnya, dia juga masuk dan duduk di sampingku.
__ADS_1
"Mau bicara apa Ken? kenapa harus masuk ke dalam mobil segala!" ucapku bersedap dada.
Beneran aku tidak bisa mengontrol diri kalau hanya berdua dengan Kenzo.
Kenzo menatapku lembut tapi raut wajahnya nampak serius.
"Mia, kenapa akhir-akhir ini kamu seolah menghindariku? apa aku melakukan kesalahan?" tanya Kenzo serius.
"Tidak Ken, aku hanya sedang sibuk saja," jawabku mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Lalu kenapa kamu hanya diam saja saat melihat ku, bahkan kamu tidak menyapaku sama sekali?"
Apa aku cari mati Ken, harus menyapamu di depan Evelyn kekasihmu!
"Mia jujur, akhir-akhir aku sering memikirkkan mu, bahkan dalam beberapa hari ini saat kamu sengaja menghindariku!"
Aku benar-benar tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh Kenzo.
"Maksudmu apa Ken? aku tidak mengerti?"
Tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan menarik tengkukku dan refleks akupun memejamkan matanya.
Bisa ku rasakan sentuhan hangat di bibirku, kali ini jantung ku bedetak dua kali lipat saat sentuhan itu menjadi basah.
Aku sama sekali tidak berani membuka mata, bisa kurasakan hembusan nafas Kenzo menerpa pipi dan hidungku.
Fix Kenzo telah menciumku, seperti tersengat aliran listrik yang menjalar di seluruh tubuh dan berpusat pada titik inti yang berdenyut kala bibir Kenzo semakin intens meraup bibirku.
Aku yang belum pernah berciuman hanya fiam tidak membalas. Ada sedikit gigitan kecil di bibir atasku membuat ku meringis.
Ya Tuhan, kenapa rasanya sungguh nikmat dan nyaman, apalagi lidah Kenzo sudah masuk ke dalam mulut dan menari-nari seakan mencari lidahku untuk saling membelit.
Sial, aku harus mengumpat atau bersorak riang kala tangan Kenzo meraba dadaku yang besar itu.
Ini namanya pelecehan! bukankah pria ini sudah memiliki kekasih tapi kenapa melakukan hal ini padaku.
"Mia, jangan pernah menghindari dariku lagi mulai saat ini."
Bersambung.
Gimana seru gak🤣🤣ðŸ¤ðŸ¤
Bagian cerita Kenzo dan Mia pasti gak kalah seru dari kisah Zack dan Ell.
Kisah Arshel dan Evelyn masih lama ya nunggu Arshel selesai sekolah di akademi militer.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹👈👈
__ADS_1