Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Penyesalan Aland


__ADS_3

Happy Reading 😊


Aland merasa jantungnya berdegup kencang, baru kali ini dia merasakan perasaan aneh seperti ini. Regina, ternyata memang benar-benar cantik, selama ini dia hampir tidak pernah melihat kecantikan Regina karena tidak suka dengan sikap gadis itu, yang selalu menempel padanya setiap kali berkunjung ke Florida.


Sudah buta matanya mungkin ya 🤔


Tapi saat ini perasaan Aland berbeda, seperti ada sebuah rasa yang berkecamuk dan tidak bisa dia jabarkan. Ada rasa senang, bahagia, dan sedih melihat kondisi Regina saat ini, tetapi dia merasa bersyukur telah menemukan Regina meskipun keadaannya sangat memprihatikan. Mungkinkah Aland mulai mencintai Regina?


Di abaikan oleh gadis itu membuat Aland semakin uring-uringan tidak jelas, dia tidak suka sikap Regina yang mengacuhkannya.


Rasa bersalah kali ini Aland rasakan, gadis yang selalu dia hindari saat ini malah menjadi prioritas nya dan ingin dia lindungi.


Tidak bisa Aland pungkiri bahwa sosok Regina benar-benar menawan, apalagi setelah dia bisa menyentuh nya sebebas ini. Di sudut hatinya ada rasa penyesalan.


Pada saat wajah Aland sudah berada di atas titik sensitif Regina, tiba-tiba pria itu langsung terdiam. Mengamati wajah Regina dari bawah, entah kenapa tiba-tiba perasaannya menjadi semakin tidak berani. Takut, itulah yang Aland rasakan. Aland takut Regina akan semakin membencinya.


Aland yang selama ini sudah menganggap Regina seperti adiknya sendiri seakan rasa itu mulai berubah. Rasa takut kehilangan dan akan di jauhi Regina membuat pria itu frustasi.


Ada penyesalan di hatinya dan penyesalan itu semakin dalam kala melihat Regina yang pasrah saat dia sentuh, pria itu tahu kalau apa yang dia perbuat sama bejadnya dengan yang di lakukan Edward.


"Tidak, kalau aku sampai melakukan ini, artinya sama saja dengan apa yang di lakukan Edward, pria brengsek itu." Batin Aland.


Ya, meskipun Aland berusaha membantu Regina tetapi Aland sadar kalau apa yang di lakukan itu salah. Aland bukan tipe pria baj*ngan yang akan memanfaatkan situasi seperti ini.


Pria itu menjauhkan wajahnya dan langsung menegakkan tubuhnya kembali. Dia melihat Regina yang menutup matanya tidak bergerak.


"Re, bangun!" Aland menggoyang kan tubuh Regina yang hanya diam itu.


"Oh Tuhan, Rere jangan membuatku semakin khawatir!"


Sepertinya Regina pingsan, entah sejak kapan itu terjadi, yang jelas Aland sudah tidak merasakan reaksi Regina kembali beberapa saat lalu.


Pria itu kemudian mengambil pakaian Regina dan memakaikan pakaian untuk gadis itu. Aland segera menggendongnya ala bride style.


Please Re, jangan sampai kamu kenapa-kenapa, kalau seperti ini aku yang di suruh bertanggung jawab.


Aland bergegas membawa gadis itu keluar dari dalam pondok. Tampak raut kekhawatiran muncul di wajahnya. Kali ini dia benar-benar tidak bisa mengabaikan Regina.


Gadis yang selama ini selalu dia abaikan begitu saja dan hampir tidak pernah di anggap itu benar-benar membuatnya ketakutan.


Setelah menempuh perjalanan ke villa yang lumayan jauh, akhirnya dengan hanya berjalan kaki dia sampai ke villa. Langkah Aland sungguh terasa ringan. Padahal dia menggendong Regina yang lumayan berat, tapi di sepanjang perjalanan nampak wajahnya yang selalu tersenyum.

__ADS_1


Hatinya berbunga-bunga menatap wajah cantik Regina, sudah seperti remaja yang sedang jatuh cinta. Dalam hatinya, Aland berjanji tidak akan pernah membuat Regina sakit hati lagi.


Setelah mengetahui kasus pelecehan yang menimpa Regina membuat pria itu jadi semakin ingin melindungi Regina.


"Aland, ada apa dengan Regina?" Seru Sherena saat Aland membawa Regina masuk ke dalam kamar.


"Ceritanya panjang, bantu aku membereskan pakaian dan barang-barang Regina, setelah ini kita akan langsung kembali ke Florida City." Ucap pria itu.


"Kenapa terburu-buru? Bukankah masih ada waktu besok, kita bisa pulang esok hari, aku sangat mengantuk, Aland." Rengek Sherena.


"Di sini tidak aman untuk Regina, tadi si brengsek Edward hampir saja memperk*sa nya." Sherena menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Aland.


"Masa sih? Yang benar saja Al, masa Edward tega melakukan hal itu pada Regina?" Tanya Sherena.


"Aku tidak berbohong,, sudahlah aku akan kembali ke kamar dulu. Kamu jaga Regina baik-baik." Aland keluar dari kamar Sherena dan kembali ke kamarnya.


Sherena merasa dirinya bagitu lemas, kabar yang Aland berikan membuatnya sangat shock.


"Tidak mungkin kan Edward sampai tega melakukan hal itu pada Regina." Gumam Sherena.


"Tadi Susy yang menyembunyikan jati dirinya dan sekarang Edward berusaha memperkosa Regina. Aaggkkh kenapa semua orang mempunyai banyak masalah!" Gerutu gadis itu.


Sedangkan di dalam kamar yang di tempati Aland dan Susy.


"Susy..!"


"Susy.. kamu di mana!" Seru Aland.


Tapi tetap tidak ada jawaban dari Susy. Pria itu mencarinya di dalam kamar mandi tetapi Susy juga tidak ada.


"Kemana perginya Susy?" Gumam Aland. Ia pun berinisiatif menelepon wanita yang masih menjadi kekasihnya itu.


'Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif'


Aland menjadi semakin bingung, seharusnya saat ini Susy ada dan dia akan memberitahukan bahwa mereka akan pulang ke Florida City sekarang.


Tiba-tiba mata Aland melihat sepucuk kertas di atas ranjang. "Apa itu?" Aland mengambil kertas itu dan membacanya.


'Maaf Aland, aku pulang duluan ke Florida City karena ada urusan mendadak.'


Aland menghembuskan napasnya. Susy tiba-tiba bertingkah aneh. Entahlah, selama di Miami memang pria itu semakin menjauh dari kekasihnya itu. Pikiran Aland selalu tertuju pada Regina.

__ADS_1


Setelah membereskan semua barang-barang akhirnya Aland, Sherena dan Regina memutuskan untuk langsung pulang ke Florida City.


###


Seorang pria bertubuh kekar sedang menghentakkan tubuhnya dia atas seorang wanita yang terlihat pasrah di bawah kukungannya.


"Ayo baby, teriakkan namaku!" Ucap pria itu semakin kerasa mendorong miliknya ke milik wanita yang terlihat sangat menyedihkan.


"Cukup Ed, sudah ku bilang bukan aku yang memberitahu Aland, hentikan, ku mohon!" Teriak Susy menahan sakit di bagian sensitifnya.


Wanita itu benar-benar membenci pria yang sedang menggempurnya habis-habisan itu.


Lihat saja kamu, Edward.. aku akan membalas dendam padamu.


Bersambung.


Jarak tempuh antara Miami ke Florida City kecepatan normal 1 jam 19 menit.



Hai akak reader semuanya 🥰


jangan lupa untuk selalu mendukung karya ku ya, kasih like, bunga, kopi dan vote..


Tidak pernah lelah ku mengingat kan..


Jangan lupa untuk mampir ke karyaku yang terbaru ya.. Judulnya Haruskah Aku Berbagi Cinta.


Cuplikan.


Aulia melihat Sandi pulang ke rumah sudah terlalu larut.


"Mas, apakah lembur?" tanya Aulia.


Sandi memandang wajah cantik Aulia, pria itu benar-benar merasa bersalah. Ya, Sandi telah menikahi Renata siang tadi secara siri. Pria itu bingung harus mengatakan apa pada Aulia.


Tapi semakin dia menyembunyikan kebohongan ini, pasti akan ada banyak kebohongan yang lain.


"Sayang, Mas ingin bicara sesuatu padamu." Aulia terkejut ketika mendengar Sandi memanggilnya sayang.


"Iya mas, apa yang ingin kamu katakan?"

__ADS_1


Mau tau kelanjutannya, cusss segera Favorit ❤️


__ADS_2