
Happy Reading 😊
Austin tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Emma Watson telah memutuskan hubungan dengannya. Itu benar-benar kabar yang sangat mengejutkan.
Kenapa wanita itu bisa dengan entengmya memutuskan ku?? bukankah dia sangat mencintaiku, aku tidak bisa membiarkan semua ini! Batin Austin.
Selama ini Emma terlihat begitu mencintainya, bahkan saking cintanya gadis itu rela berkorban apapun demi Austin. Tapi kenapa sekarang dia melihat Emma yang begitu berbeda. Matanya menampak-kan sorot kebencian. Di mana mata indah yang selalu menatapnya dengan penuh cinta itu.
"Tidak, sayang apa kamu bercanda, kamu tidak akan pernah memutuskan ku bukan? ayolah Emma, jangan seperti ini." Austin masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Pria itu berusaha mendekati Emma yang berdiri tidak jauh di depannya itu. Malam ini Emma tampil sangat cantik, membuat Austin terpesona dengan kecantikan Emma yang selama ini di sembunyikan, karena gadis itu tidak pernah memakai make up apapun sebelumnya.
"Berhenti, jangan dekati Emma lagi karena kamu sudah tidak berhak, saat ini Emma afalah kekasihku!" Ucap Rigen menghentikan langkah Austin saat pria itu ingin mendekati Emma.
"Apa maksudmu!! siapa kamu memangnya? apa derajat mu?? Emma tidak akan pernah berpaling dariku kalau bukan kamu yang merayunya." Seru Austin membuat beberapa orang melihat ke arahnya.
"Aku memang bukan orang kaya seperti kalian, tapi meskipun begitu, aku mempunyai harga diri dan tidak akan pernah memanfaatkan kekasih kita sendiri, apalagi kalau kita sudah mempunyai banyak uang, tetapi masih memanfaatkan orang lain!" Jawab Rigen dengan tatapan yang tajam menatap ke netra abu-abu Austin.
Austin sedikit terkejut dengan ucapan Aland. Apakah Emma sudah tahu semuanya, apakah Emma juga tahu kalau selama ini yang uang Emma berikan untuk Austin di berikan kepada Vio, selingkuhannya.
"Apa katamu!! Cih, orang biasa saja bisa sombong begitu!" Austin tidak terima.
Rigen tersenyum miring, benar-benar tidak tahu diri. Batin Rigen.
"Aku tidak sombong, tapi aku pria yang memiliki harga diri, bukan menggadaikan perasaan kekasihnya hanya untuk menyenangkan kekasihnya yang lain!" Ucap Rigen melirik ke arah gadis yang berada di samping Austin.
Vio merasakan hawa tidak enak di sini, gadis itu merasa takut kalau ternyata Emma mengetahui semua rencananya.
Austin semakin geram dengan sikap pria yang telah di akui Emma sebagai Kekasihnya itu.
"Brengsek!!" Rigen dengan sigap menghindari sebuah bogeman dari Austin.
BRUUKKK!
__ADS_1
Dengan cekatan Rigen mendorong tubuh Austin hingga membentur meja sampai ambruk. Beberapa wanita tampak histeris di sana. Emma tidak peduli kalau nanti Papanya akan marah karena dia membuat keributan di acara pesta perusahaan itu.
Austin bangkit berdiri dan melayangkan bogeman mentah ke arah wajah Rigen, tapi lagi-lagi putra Kenzo itu bisa langsung menghindar dengan gesit.
Austin merasa harga dirinya di injak-injak, pria itu masih tidak terima dengan perlakuan Rigen terhadapnya yang membuat dirinya malu di depan semua orang.
"Sudah hentikan!" Teriak Emma.
Austin dan Rigen masih belum berhenti adu pukul.
"Austin, Vio!! jangan sampai adegan ini besok pagi sudah beredar di media sosial dan nama kalian akan terpampang sebagai mantan kekasih dari Emma Watson dan selingkuhannya sedang adu pukul dengan seorang pria karena ketahuan selingkuh." Seru Emma membuat kedua pria itu berhenti dan langsung menoleh.
Rigen langsung berjalan ke arah Emma setelah sebelumnya sedikit mendorong bahu Austin.
Vio langsung mendekati Austin tapi langsung di tahan oleh pria itu, Austin tidak ingin menciptakan masalah lagi karena semua orang yang berada di ruangan itu sudah berkerumun melihat ke arah mereka.
Austin masih merasa tidak percaya bahwa dia telah di putus oleh Emma, baginya wanita itu bisa di andalkan, selain mendapatkan harta kekayaan yang di miliki keluarga Watson dia juga merasa bangga bisa mendapatkan cucu pewaris terakhir dari keluarga besar itu.
"Emma, aku tidak terima kalau kamu mengakhiri hubungan kita secara sepihak!" Ucap Austin.
"Austin, sudah kutegaskan bahwa kita sekarang telah putus, jadi jangan pernah menggangguku lagi. Kamu selama ini tidak pernah mencintai ku dan hanya memanfaatkan ku saja, tapi mulai saat ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi, silahkan nikmati hubungan mu bersama Vio tanpa bersembunyi lagi dariku!" Ucap Mia datar tanpa ekspresi.
Emma menahan sakit hatinya selama ini sendiri, tapi untung saja ada Rigen pria yang belum lama di kenalnya itu telah suka rela membantunya.
Rigen menarik pinggang Emma untuk mendekat, kemudian dia mengajak Emma pergi dari hadapan dua orang penghianat itu.
"Emma..!"
Vio menarik lengan Austin ketika pria itu masih berusaha mengejar Emma, karena merasa tidak terima telah diputuskan begitu saja.
"Sudahlah Austin, buat apa kamu mengejarnya! Dia sudah memutuskanmu!" Bisik Vio di telinga Pria itu.
Tangan Austin mengepal, ada rasa sakit di sudut hatinya kala Emma memutuskan nya begitu saja.. Austin mengakui bahwa sebenarnya dia juga mencintai Emma, apalagi saat Emma mengatakan hal-hal yang romantis dan selalu mengungkapkan isi hatinya terhadap Austin yang terkadang membuat pria itu bahagia.
__ADS_1
"Semua ini gara-gara kamu!' tunjuk Austin ke arah wajah Vio.
Emma menangis di pelukan Rigen setelah berhasil mengutarakan keinginannya untuk putus dari Austin.
Gadis sudah tidak tahan karena selama ini ternyata dia hanya si bohongi oleh mantan kekasihnya itu.
"Ssstt, sudahlah tidak perlu menangisi pria brengsek seperti tadi, kamu masih bisa melanjutkan hidupnya tanpa dia, ada aku yang akan selalu menjaga mu, dan mulai saat ini kamu bisa menumpahkan segala keluh kesah yang ada di hatimu." Ucap Rigen menasihatinya Emma.
"Sebenarnya aku ingin menampar wajahnya tadi, tapi tidak jadi karena tanganku begitu berharga." Ucap Emma asal.
Rigen terkekeh mendengar ucapan dari Emma.
"Kenapa tidak jadi memukulnya? kalau tau begitu tadi aku wakili saja, tanganku sudah sangat gatal ingin memukul seseorang." Ucap Rigen.
Emma merasa tersentuh. "Aku tidak pantas kamu bela seperti itu, tapi terimakasih karena telah membantuku, Rigen."
"Kamu itu cantik Emma, aku yakin masih banyak pria yang menyukai mu, termasuk aku!"
Emma melotot tidak percaya.
Sedangkan di sisi lain.
Aland dan Regina duduk di sofa panjang bersama dengan dua orang tuanya yaitu Zack dan Daniella.
"Sebaiknya kalian harus segera menikah saja." Ucap Zack menghela napas.
"Apa? menikah?" seru keduanya.
"Iya betul, Pipi sama Mimi sudah sepakat bahwa kalian harus secepatnya menikah, sepertinya kalian juga saling mencintai." Ucap Daniella.
Regina nampak shok dan menggelengkan kepalanya. Sedangkan Aland nampak senyum-senyum sendiri.
Bersambung.
__ADS_1
Nah nah ada yang mau di jodohnya ini 😁