Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Siapa Rigen?


__ADS_3

Happy Reading 😊


Emma baru saja menyudahi acara pidatonya, dia pun mengucapkan terima kasih dan sedikit membungkukkan badan.


Pada saat melihat ke arah orang-orang di depannya, tiba-tiba matanya tidak sengaja melihat seorang pria yang sangat dia rindukan.


"Rigen!" Gumam gadis itu.


Rigen yang menyadari tatapan Emma tertuju kepadanya itu langsung membalikkan badan, berjalan ke arah belakang dan menghilang di balik kerumunan orang-orang yang ada di tempat itu.


Jangan sampai Emma mengenaliku, aku belum siap kalau dia tahu identitas ku yang sebenarnya saat ini. Batin Rigen.


Tempat itu sangat ramai, acara amal juga masih berlangsung.


Rigen berusaha pergi dari tempat luas yang di penuhi oleh puluhan manusia yang gemar pamer harta dan jabatan itu. Ia tidak menyangka kalau Emma akan melihatnya.


Setelah berusaha mencari celah, Rigen berhasil keluar dari tempat itu untuk kabur dari Emma.


Rigen berlari dan bersembunyi di dalam mobil, rasanya belum siap kalau harus terbongkar semua rahasianya dari kekasihnya itu.


"Semoga Emma tidak mengenaliku." Gumam pria itu meremas setir.


Tiba-tiba ponselnya berdering, Rigen sedikit terkejut ketika melihat siapa orang yang menelponnya.

__ADS_1


"Emma, pasti dia menanyakan keberadaan ku!" Rigen sedikit gugup saat mengangkat telepon dari kekasihnya.


"Kenapa tanganku gemetar!! layarnya tidak bisa di geser!" Entah kenapa tiba-tiba Rigen begitu takut kalau ternyata Emma benar-benar menyadari bahwa tadi yang dilihatnya itu adalah Rigen. Dia takut kalau Emma akan membencinya.


Rigen sangat mencintai Emma dan tidak ingin kekasihnya itu pergi meninggalkannya hanya gara-gara ketahuan berbohong.


"Shiitt!! aku tidak bisa mengangkat panggilan Emma, aku benar-benar pengecut!" Rigen melempar ponsel ke jok belakang.


Pria itu merutuki kebodohannya sendiri yang telah berani berbohong hanya karena tidak ingin di hindari oleh Emma.


Sedangkan di sisi lain.


Emma masih berusaha menelepon kekasihnya yang tadi sempat dia lihat di depan panggung dan sedang berkumpul dengan para orang-orang kaya.


"Apa jangan-jangan aku salah lihat ya? tapi wajah mereka sangat mirip, hanya model rambutnya saja yang berbeda." Lagi-lagi Emma tidak tahu jawabannya karena Rigen juga tidak bisa di hubungi.


Setelah pidato tadi, Emma langsung pergi ke bawah untuk mencari Rigen tapi ternyata pria yang sangat mirip dengan kekasihnya itu sudah tidak ada.


"Tapi tadi beneran Rigen kan? atau cuma dua orang yang mirip." Emma masih menerka-nerka.


"Hai nak, kamu yang namanya Emma kan? wah cantik sekali kalau di lihat dari dekat seperti ini." Emma sedikit terkejut ketika ada seseorang yang tiba-tiba mengajaknya bicara.


"Eh, maaf bibi,, iya saya Emma." Jawab Emma sedikit canggung, karena tiba-tiba dia di puji oleh seorang wanita yang masih terlihat cantik meski usianya sudah tidak muda lagi.

__ADS_1


"Perkenalkan, namaku Bibi Mia, sejak melihatmu di atas panggung tadi, Bibi begitu terkesan dengan caramu berbicara, sangat elegan, cerdas dan tegas." Puji Mommy Mia.


"Terima kasih, Bibi,, aku merasa tersanjung di puji seperti itu, tapi aku masih butuh banyak belajar, jadi aku tidak pantas di puji seperti ini." Emma terlihat malu.


"Selain cantik, cerdas, ternyata kamu juga suka merendah ya, nak? Aku sangat ingin memperkenalkan mu dengan putraku, tapi entah kemana dia pergi, tiba-tiba saja menghilang." Ucap Mia.


Emma sedikit mengerutkan kening mendengar ucapan bibi Mia, pasalnya ia mengatakan putranya menghilang. Apakah putranya adalah seorang pria muda yang bersama bibi Mia tadi, karena pada saat Emma melihat pria yang mirip Rigen, ada Bibi Mia di sampingnya.


Sepertinya dia akan segera tahu di mana Rigen dan siapa sebenarnya putra bibi Mia yang sepertinya bukan dari kalangan orang biasa ini.


"Siapa nama putra bibi? Emma sangat salut, ada seorang putra yang mau mengantarkan Mamanya ke acara seperti ini?" Tanya Emma.


Emma menautkan jemarinya dan mere_masnya pelan. Hatinya sedikit cemas dan gugup, sedikit berharap bahwa apa yang di pikirkan Emma adalah benar, kalau Rigen sebenarnya bukan dari kalangan orang miskin seperti yang kekasihanya itu katakan. Rigen adalah salah satu putra konglomerat yang kaya dengan derajat yang di atas segalanya.


Tapi apa motif Rigen kalau dia sampai melakukan hal itu? sungguh tanda tanya besar yang ada di dalam otak Emma saat ini.


"Putraku namanya..... eh maaf ada telepon!" Ponsel Mia berdering.


Emma menghela napas kasar, dia belum sempat mendapatkan jawaban dari bibi Mia tapi wanita itu sudah terlanjur pergi mengangkat telepon.


Bersambung!


Maaf partnya dikit-dikit...

__ADS_1


Jangan pernah bosan dengan cerita cucu-cucunya Danish dan Lula ya... karena pastinya akan semakin seru...


__ADS_2