
Happy Reading 😊
Warning 17+ Mature Content.
Itulah tulisan di layar bioskop pada saat baru pertama kali muncul. Mia tercengang membaca tulisan itu.
"Ken, film apa yang akan kita tonton itu? bukankah itu film dewasa!" bisik Mia di telinga Kenzo.
Kenzo hanya tersenyum menanggapi ucapan kekasihnya itu.
Ya mereka saat ini telah berada di bioskop di salah satu Mall di Washington DC. Kenzo menepati janjinya untuk mengajak Mia jalan-jalan alias nge-date malam ini.
Awalnya mereka bingung akan jalan kemana, sama-sama belum pernah pacaran dan juga belum pernah nge-date bersama pasangan, alhasil Mia dan Kenzo menjadi bingung sendiri.
Tapi Kenzo ingat ada sebuah film yang tayang malam ini di bioskop xxx di salah satu Mall. Diapun langsung mengajak Mia pergi untuk menonton malam ini.
Tapi ternyata film yang akan mereka tonton adalah film bergenre dewasa, tentunya di peruntukan untuk para orang yang sudah cukup umur.
"Kita kan sudah dewasa, sudah hal biasa Mia kalau anak muda yang sedang menjalin hubungan menonton film seperti itu," Mia mencubit perut Kenzo ketika mendengar ucapan yang menurutnya nyeleneh itu.
"Kamu tu sekarang jadi tambah dodol ya otaknya, mesum plus manja kaya anak kecil!" ucap Mia kesal dengan tingkah Kenzo yang semakin hari makin aneh itu.
"Aku kaya gini kalau cuma sama kamu sayang, gak tau kenapa rasanya kalau deket kamu tuh maunya bermanja-manja."
"Dan mesum!!" Mia meneruskan ucapan Kenzo.
"Mesum cuma sama kamu sayang," Kenzo mencium pipi cubby Mia.
"Hei! kalian ini berisik sekali sih! kalau cuma mau berdebat mending keluar saja jangan di dalam bioskop ini!" seru sebuah suara dari arah kursi belakang mereka.
Kenzo dan Mia langsung menutup mulut mereka rapat-rapat.
Sedangkan di sudut yang lain, sama-sama dalam satu ruangan, Arshel dan Evelyn juga sedang menyaksikan adegan-adegan yang bisa meningkatkan libido mereka.
"Shel, apa kita tidak salah menonton film, kenapa bukan film yang romantis saja sih, ini benar-benar membuatku tidak nyaman," ucap Evelyn berbisi di telinga Arshel.
__ADS_1
"Eve, jangan seperti itu, kalau kamu bicara terlalu dekat seperti itu nanti aku jadi tidak tahan!" Evelyn langsung melotot ketika mendengar ucapan Arshel.
Diapun menoleh ke arah pria itu, Evelyn begitu terkejut melihat raut wajah Arshel yang seperti menahan sesuatu.
"Aahh, aahh!!"
Suara-suara aneh yang di dengar dari layar bioskop membuat telinga Evelyn ikut panas, sedari tadi dia tidak mau melihat adegan yang mempertontonkan suatu yang intim itu.
"Shel, sebaiknya kita keluar saja kalau merasa tidak nyaman, lihatlah dirimu yang begitu tersiksa seperti itu, jangan di lihat lagi!" Evelyn berbisik kembali di telinga Arshel.
Membuat si empunya sedikit mengerang karena merasa geli dan nikmat. "Eve, kamu diam saja dan lihatlah ke depan," jawab Arshel seakan tidak peduli dengan ketidak nyamanan yang dirasakan oleh Evelyn.
Arshel sendiri juga berusaha menahan sesuatu yang menyeruak di dalam tubuhnya.
Sial, kenapa adegan itu begitu menantang dan nikmat, jadi mikir yang aneh-aneh sama Evelyn nih.
Tiba-tiba Evelyn merasa ada sebuah tangan yang menyentuh pahanya, gadis itu melihat tangan Arshel yang meraba paha yang tertutup rok pendek sebatas lutut saja.
Jantung Evelyn berdetak kencang, dia benar-benar merasa gila kalau harus di suguhi oleh adegan orang dewasa itu, apalagi sekarang Arshel sudah berani menyentuhnya.
"Kondisikan tanganmu Shel, jangan bertindak konyol hanya karena kamu tidak sisa menahan diri!" Evelyn memindahkan tangan Arhels ke tempat semula.
"Ini tempat umum Arshel," seperti Arshel tidak peduli dengan ucapan gadis yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu.
Diapun langsung menarik tengkuk Evelyn dan menautkan bibirnya, "Ehhmm" Evelyn melenguh ketika Arshel menciumnya dengan sedikit panas.
Semakin lama ciuman itu semakin dalam, sepertinya Evelyn menikmati dan sudah bisa membalas ciuman yang di berikan oleh Arshel.
Tangan Arshel mengelus punggung Evelyn lembut, naik turun seakan ingin menggodanya dengan gerakan sedikit memancing.
Tangan sebelahnya lagi meraba perut Evelyn yang ramping dan datar itu. Evelyn merasa ada sesuatu elusan di perut dan merambat naik ke atas.
"Stop, Arshel jangan di sini!" Evelyn menatap wajah Arshel yang sudah tampak berkabut.
"Sial, ini semua gara Kenzo! kenapa dia mengajak kita untuk melihat adegan panas ini, aku kan juga pria normal yang selalu ingin melakukan nya!" gumam pria itu.
__ADS_1
"Aku dari tadi merasa tidak nyaman di sini, sebaiknya kita keluar saja," Arshel mengangguk.
Akhirnya dua sejoli itu memutuskan untuk keluar dari gedung bioskop karena merasa sudah tidak tahan melihat pertunjukan hot para pemain yang ada di film itu.
Sedangkan di dalam gedung bioskop.
Si biang kerok Kenzo malah sedang asyik mempraktekkan adegan ciuman yang sedikit panas dengan Mia.
Sebenarnya Mia sudah berusaha memperingatkan Kenzo tapi demi apa? demi rasa cinta yang begitu dalam Mia akhirnya luluh juga.
Merasakan ciuman panas dari sang kekasih, menikmati setiap sentuhan yang di lakukan oleh Kenzo.
"Jangan Ken!" seru Mia ketika Kenzo sudah menelusupkan tanganya dan mere mas gunung kem bar miliknya yang lumaya besar itu.
"Ah sial, kenapa sih selalu di hentikan pas lagi asyik-asyiknya!" gerutu Kenzo.
"Aku gak mau ya, nanti jadi merembet kemana-mana, otak mesum kamu kan tidak bisa di kondisikan kalau sedang bergairah!" jawab Mia kesal.
Dia memang sangat tahu betul di level tingkat berapa kemesuman Kenzo kalau sudah bersamanya.
Yang pasti mereka masih sadar diri untuk tidak melakukan hal di yang melewati batas.
Dasar para putra Danish ini sepertinya juga mewarisi otak mesum dari sang Daddy. Buktinya mereka hanya akan merasa libido naik hanya bersama dengan wanita yang di cintainya saja..
###
"Zack, aahh saakiitt!!"
"Iya aku akan pelan-pelan my love."
"Tapi aku takut Zack!"
"Sudah menurutlah, nanti lama-lama juga akan terbiasa dan tidak sakit lagi, bentar ya aku cari pelumas dulu biar licin dan gakan sakit!"
Bersambung.
__ADS_1
Hayoo coba tebak Zack sama Ell lagi ngapain??
othor mau tahu adakah yang sama dengan pikiran ku🤭🤭🤭😁😁😁😁