Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Jangan Menyesal


__ADS_3

Happy Reading 😊


"Aland, lepaskan aku! kalau Susy melihat kita seperti ini, nanti akan salah paham." Aland melepaskan pelukannya.


Tiba-tiba pria itu mendekatkan wajahnya. Regina bisa merasakan bibirnya basah ketika Aland menempelkan bibirnya dan langsung meraup bibir Regina. Sontak Regina melototkan matanya.


"Eeeuhhmm ...." Regina berusaha meronta dengan memukul dada bidang Aland.


Tapi tangan Regina malah di genggam Aland dengan satu tangan, bahkan tangan kirinya di gunakan untuk menekan tengkuk Regina untuk memperdalam ciumannya.


Regina merasa pria satu ini benar-benar kurang ajar.


DUUKK!!


"Aduuhh, senjataku!!" Aland berteriak kesakitan ketika Regina menendang area sensitifnya.


"Rasakan!! makanya jangan kurang ajar padaku!" Seru Regina sinis.


"Rere, ini asetku yang paling berharga kalau sampai rusak bagaimana bisa-bisa nanti aku tidak akan punya keturunan!" Alan meringis menahan sakit sambil memegang asetnya.


"Masa bodo!" Ucap Regina pergi meninggalkan Aland di tempat itu.


"Rere, tunggu!!" Aland berusaha berjalan mengejar Regina untuk meminta maaf. Tetapi sepertinya langkah Aland tidak bisa bejalan cepat karena masih merasa nyeri pada area sensitifnya.


Pria itu merutuki kebodohannya karena telah mencium Regina dengan paksa. "Pasti kali ini Rere akan sangat marah padaku!!" Gerutu Aland.


Regina tidak langsung pulang ke villa, melainkan pergi ke arah pantai untuk membiarkan air matanya jatuh tanpa ada yang mengetahui.


Ciuman Aland adalah ciuman pertama untuknya, entah kenapa hatinya terasa sangat sakit saat Aland menciumnya dengan paksa seperti tadi.


"Aland breng_sek!!!" Regina berteriak ke arah pantai lepas. Wanita itu merasa sesak di dadanya ketika Aland menciumnya seperti itu. Merasa seperti di lecehkan dan seperti wanita murahan.


"Aku benci kamu, Aland!!"


Regina merasa bahwa Aland benar-benar merendahkannya, kenapa di saat pria itu sudah memiliki kekasih, bahkan saat ini kekasihnya berada ada di sampingnya, tetapi Aland melakukan hal yang sangat tidak bermoral padanya.

__ADS_1


"Hei, bukankah kamu Regina?" Regina menoleh ketika ada seorang pria yang menyapanya.


"Edward," Regina langsung menghapus air matanya cepat.


Gadis itu tidak ingin ada orang lain tahu bahwa dia sedang bersedih, apa lagi saudara Aland yang saat ini tengah berdiri tidak jauh darinya.


"Sedang apa kamu di sini? kok sendirian aja?" Tanya Edward melihat Regina yang memang hanya sendiri.


"Iya, Sherena sedang di villa bersama yang lain, aku ingin cari udara segar sebentar." Regina duduk di atas pasir tanpa alas.


Edward juga ikut duduk di sampingnya.


"Sebenarnya sudah sejak tadi aku melihatmu, teriak-teriak ke arah laut seperti sedang banyak masalah." Ucap Edward.


Regina sedikit terkejut. "Ah, bukan masalah berat kok."


"Apa kamu mau aku ajak ke suatu tempat buat ngilangin stres?" Regina menoleh.


"Tempat apa itu?"


"Ya ada deh, mau gak?" Tanya Edward.


Akhirnya Edward mengajak Regina pergi ke tempat yang akan di tunjukkan.


####


Aland masuk ke dalam villa dan langsung mencari keberadaan Regina.


"Sayang, dari mana saja kamu?" Tanya Susy yang melihat Aland masuk ke ruang tamu.


"Aku keluar cari angin," jawab Aland melirik ke arah Sherena yang sedang asyik bermain ponsel.


"Aku sudah mengantuk, apa kamu tidak ingin tidur sayang," Susy berjalan menghampiri Aland.


"Aku masih belum mengantuk, tidurlah dulu, nanti aku akan menyusul dan tidur di sofa." Jawab Aland.

__ADS_1


Memang Aland berencana tidur di sofa nanti, karena selama berpacaran sebulan lebih, Aland dan Susy berhubungan sehat alias tidak pernah melakukan hubungan yang lebih intim kecuali ciuman.


"Baiklah, aku ke atas dulu." Susy berjalan ke atas menaiki tangga.


"Kemana Rere?" Sherena menoleh ke samping di mana Aland duduk di sampingnya.


"Entahlah, sejak tadi belum pulang, ponselnya juga tidak aktif," jawab Sherena membuat Aland gelisah.


"Memangnya tadi Rete pamit nya mau kemana?" Aland memastikan.


"Katanya sih mau jalan-jalan keluar sebentar.. Awalnya aku ingin ikut tapi Regina melarangku." Jawab Sherena.


"Kenapa kamu seperti tidak khawatir, Sher? bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan Rere?" Tanya Aland panik.


Sherena memicingkan matanya melihat tingkah Aland yang tidak seperti biasa.


"Kenapa kamu tiba-tiba begitu peduli sama Rere? biasanya juga cuek aja dan tidak peduli." Aland mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Sherena.


Apa dulu dia benar-benar tidak peduli dengan Regina?


"Maksudnya? aku tidak cuek!"


"Hei Om, kamu tuh kenapa sih? dulu waktu Rere ngasih kamu baju yang dia beli sendiri, baju itu kamu berikan sama satpam di rumah. Bisa nggak sih kamu menghargai sedikit pemberian seseorang dengan cara menyimpan nya kalau kamu emang nggak suka." Sherena kesal dengan tingkah Om nya yang seperti orang tidak mengerti apa-apa.


Aland tiba-tiba mengingat sesuatu, moment di mana saat Regina begitu senang memberikan dia sebuah hadiah di hari ulang tahunnya yang ke-24.


"Apa aku memang begitu tidak peduli?"


"Jangan karena sikap Regina yang sudah berubah dan memilih menjauhimu, kamu jadi menyesal?" Tanya Sherena bersedekap dada.


"Sudahlah, itu tidak penting,, sekarang aku akan pergi mencari Regina," Aland langsung pergi keluar.


Saat ini pikirannya kacau melihat Regina yang tidak pulang ke villa.


"Kamu kemana Re, jangan membuatku semakin merasa bersalah..!"

__ADS_1


Bersambung.


Mana nih kak bunga dan kopiknya ☕🌷🌹


__ADS_2