Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Rencana


__ADS_3

Happy Reading 😊


Arshel masih betah memandang wajah cantik Evelyn yang masih berada di atas pangkuannya, pria itu membelai pipi mulus Evelyn dan mencium bibir seksi itu kembali.


Gadis itu hanya pasrah dan menikmati apa yang di lakukan Arshel padanya, sebuah ciuman yang semakin dalam dan memabukkan.


Evelyn meremas baju yang di gunakan Arshel karena sangat menikmati setiap sentuhan itu, tapi entah kenapa tiba-tiba dia merasa tidak nyaman.


Arshel memegang tengkuk Evelyn dan semakin menekannya agar ciuman itu semakin dalam, bibirnya menyesapi rasa manis pada bibir seorang gadis yang mengaku sebagai kekasihnya itu.


Evelyn bergerak tidak menentu dan sedikit mendorong dada Arshel. Dia merasa tidak nyaman di perlakukan Arshel seperti ini, mungkin karena pria itu sedang Amnesia dan tidak mengingat apapun, sehingga Evelyn menganggapnya berbeda.


"Arshel! kenapa kamu menciumku!"


Pria itu mengusap bekas saliva dibibirnya dengan ibu jari.


"Aku hanya ingin mencium mu saja, katamu kita adalah pasangan kekasih? jadi wajar kan kalau aku menciummu," Evelyn turun dari pangkuan Arshel dan berkacak pinggang.


"Hei Tuan, kamu saat ini masih Amnesia ya, jadi pura-puralah tidak ingat kemesuman mu itu, aku berasa di cium oleh pria asing dan bukan kekasihku!" seru Evelyn.


Ya meskipun Arshel hanya Amnesia tapi Evelyn berasa jiwa Arshel bukanlah miliknya, sebenarnya Evelyn sangat merindukan ciuman dan pelukan dari pria itu, tapi keadaan Arshel yang tidak mengingat segalanya membuat Evelyn berasa asing.


"Eve, kalau begitu bantu aku untuk mengingat semuanya, agar aku bisa menunjukkan kasih sayang dan rasa cintaku ini kepadamu," Evelyn menatap mata Arshel dengan tatapan sendu.


"Tentu saja, aku akan selalu memberikan support agar kamu cepat pulih," ucap Evelyn tersenyum.


"Bagaimana kalau kita harus melakukan terapi pemulihan," Evelyn nampak berfikir sebelum sesaat kemudian dia mengangguk.


"Lalu aku harus bagaimana?" Evelyn bertanya.


"Mungkin dengan terapi berpelukan atau berciu..!"


Tok, tok, tok! Ceklek!


Arshel belum selesai berucap tiba-tiba pintu ruangan terbuka.

__ADS_1


Evelyn menatap ke empat orang itu dengan senyuman lebar. "Ell, Mia, Zack, dan Kenzo masuklah," ucap Evelyn.


Daniella tampak berhambur ke pelukan Evelyn. "Doa yang terbaik untuk hubungan kalian!" bisik Daniella.


"Terima kasih Eve, ayo Arshel baru saja selesai sarapan."


Akhirnya mereka masuk ke dalam ruangan itu.


"Lihatlah sayang siapa yang datang!" seru Evelyn.


Arshel menatap ke empat orang di depannya ini dengan mengerutkan keningnya, wajah-wajah yang tidak asing tapi dia tidak mengingatnya.


"Arshel, kamu benar-benar tidak mengingatku?" Daniella duduk di ranjang pasien sambil matanya berkaca-kaca.


"Tidak, aku hanya merasa tidak asing dengan wajah kalian," ucap Arshel menggeleng.


Mia nampak memeluk Evelyn dari samping untuk memberikan support pada kekasih Arshel itu.


"Kamu mirip dengan ku!" tunjuk Arshel pada Kenzo.


"Pantas saja kita mirip!" Arshel mangut-mangut.


"Sebenarnya kamu ini beneran Amnesia atau hanya pura-pura?" tanya Zicko menatap saudara kembarnya itu.


"Zicko, jangan bertanya seperti itu!" seru Evelyn membuat Zicko mendapatkan cubitan dari tangan sang istri.


"Aku memang tidak mengingat apapun, hanya wajah Evelyn yang selalu terbayang di dalam memoryku, tapi aku masih belum bisa mengingat siapa dia." Jawab Arshel.


Evelyn berjalan ke arah ranjang pasien dan mengambil tangan Arshel. "Tidak apa-apa, sediki demi sedikit pasti akan berangsur angsur ingat dan pulih kembali, aku akan setia menunggumu sayang, aku sangat mencintaimu," Evelyn mencintai punggung tangan Arshel membantu pria itu memejamkan matanya.


Ada sebuah flashback memory saat dia melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Evelyn, tapi di dalam ingatan itu posisi mereka tertukar, Arshel yang mencium punggung tangan gadis itu.


Tiba-tiba Arshel membuka matanya dan menatap wajah Evelyn yang masih setia tersenyum padanya.


"Arshel ada telepon dari Daddy, katanya dia ingin membicarakan hal yang penting denganmu," Kenzo memberikan ponselnya kepada saudara kembarnya itu.

__ADS_1


"Apa yang ingin Daddy bicarakan?" tanya Arshel menatap Kenzo.


Kenzo hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.


"Angkatkah Arshel, mungkin memang sangat penting," Daniella berucap.


"Baiklah," Arshel mengambil ponsel Kenzo dan menempelkan di telinganya.


"Halo Dad?"


"Halo Arshel, bagaimana keadaanmu? Daddy ingin mengatakan padamu bahwa sebentar lagi akan ada yang menjemputmu, karena kamu akan di pindahkan ke Rumah sakit di Washington DC, jadi bersiaplah."


"Kenapa harus pindah rumah sakit? kenapa tidak di sini saja?"


"Di Florida nanti tidak akan ada yang menjagamu, semua saudaramu juga tidak akan lama di sana, Mom dan Dad juga sibuk tidak bisa meninggalkan pekerjaan."


"Tapi di sinikan ada Evelyn yang akan menjagaku Dad?"


"Evelyn pasti lelah kalau harus menjagamu setiap hari."


Arshel melongo mendengar penjelasan Daddy-nya.


Dad, jangan mengacaukan segalanya! gerutu Arshel dalam hati.


"Nak, kamu ingin segera sembuh tidak? apa kamu tidak ingin segera menikah dengan Evelyn?"


Apa? apa ini? apa maksud Daddy? apa Daddy akan mengizinkan ku menikah dengan Eve?


Bersambung.


Nah loh Arshel 🙃🙃🙃


Hai akak Reader tercinta, jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga, agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.


Terima kasih ❤️😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2