
Happy Reading 😊
Evelyn begitu terkejut saat mendengar Arshel mengatakan seperti itu, bolehkan dia terharu dan menangis, atau ia harus bahagia karena Arshel masih mengingat walau hanya wajahnya saja.
"Kamu tidak mengenaliku tapi ingat dengan wajahku ini?" tunjuk Evelyn di wajahnya.
Arshel mengagguk lemah, sedangkan Mommy Lula sudah menagis di pelukan Daddy Danish.
Melihat kondisi putranya yang mengalami Amnesia seperti itu membuat Lula merasa sedih dan shock.
Danish hanya bisa memberikan semangat pada sang istri sambil mencium kening Lula berkali-kali.
"Dokter, usahakan yang terbaik untuk putra saya, kalau bisa panggil dokter terbaik di kota ini agar Amnesianya bisa segera sembuh." Dokter mengangguk mendapatkan titah dari Danish.
"Kami akan melakukan pemeriksaan kembali tuan dan kami akan melakukan yang terbaik, Amnesia yang di derita putra anda memang wajar karena benturan di kepalanya, silahkan tunggu sebentar, kami akan memeriksanya," Dokter dan kedua perawat itu memeriksa keadaan Arshel yang telah siuman itu.
"Aku akan menunggu di luar," ucap Evelyn melepaskan genggaman tangannya pada Arshel
Semua orang menunggu di luar agar dokter bisa memeriksa perkembangan Arshel.
Lula melepaskan pelukannya dari sang suami. "Sayang, aku berharap ingatan putra kita bisa segera pulih kembali," ucap Lula menghapus air matanya.
"Iya sayang, tenang saja, Arshel sangat kuat, dia pasti bisa menghadapi semua ini dengan baik, lihat Evelyn, sepertinya dia juga sangat sedih," Danish mengakup wajah Lula dan menghapus sisa-sisa air mata di wajah sang istri.
Lula menatap gadis itu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, sepertinya Evelyn juga merasa sangat terpukul melihat keadaan Arshel yang hilang ingatan.
Evelyn masih menangis karena merasa sangat bersalah, entah kenapa dia berfikir seperti itu, mungkin kalau Arshel tidak datang ke Florida pasti tidak akan terjadi hal seperti ini.
"Evelyn, sebenarnya ada apa ini? kenapa Arshel bisa di Florida dan mengalami kecelakaan?" Lula bertanya pada Evelyn.
Jelas saja sang Mommy dan Daddy sangat terkejut dan shock mendengar kabar kecelakaan itu yang lokasinya berada di Florida.
__ADS_1
Jarak yang cukup jauh apabila di tempuh dengan mobil bisa sampai delapan belas jam lebih. Padahal tadi malam Arshel masih berada di rumah?
"Arshel mengabariku akan ke sini malam ini, aku sudah menunggunya berjam-jam, kemudian dia mengatakan bahwa sudah sampai Florida dan sedang dalam perjalanan ke apartemen, tapi setelah menunggu lama tiba-tiba aku mendapatkan kabar tidak terduga seperti ini," jawab Evelyn mengusap air matanya.
"Ya Tuhan anak itu! Aunty tidak habis pikir dengan pemikiran Arshel! kenapa dia nekat ke Florida malam-malam begini?" Lula mendesah kasar.
Danish hanya menatap ke arah pintu ruang rawat sang putra dengan tatapan yang sulit di artikan.
###
Evelyn menyuapi Arshel dengan sangat telaten, sudah dua hari pria itu di rawat di rumah sakit, Danish sudah kembali ke Washington DC karena pekerjaannya tidak bisa di tinggalkan.
Lula juga akan kembali setelah para anak-anak yang lain datang menjenguk Arshel, Zack, Daniella, Kenzo, dan Mia sudah di perjalanan menuju rumah sakit.
"Aku rasa kamu begitu mencintaiku ya?" Evelyn menatap wajah Arshel dengan senyum yang lebar.
"Kamu juga mencintaiku, apa kamu sama sekali tidak ingat? padahal kamu sudah berjanji akan melamarku dan menikahiku," jawab Evelyn menyuapkan makanan ke mulut kekasihnya itu.
"Kemarilah!" Arshel menarik lengan Evelyn hingga gadis itu duduk di ranjang.
"Eh, Arshel ada apa?"
"Aku sangat ingin memelukmu, bolehkah?" Evelyn sedikit terkejut dengan keinginan Arshel itu.
"Baiklah," Arshel tersenyum lebar ketika Evelyn merentangkan kedua tangannya.
Pria yang sedang hilang ingatan itu langsung menyambut nya mendekap tubuh mungil Evelyn yang ada di sampingnya.
"Aroma tubuhmu begitu familiar Eve," Arshel menghirup dalam-dalam Aroma wangi tubuh Evelyn.
"Benarkah? dulu kamu juga begitu menyukainya," jawab Evelyn semakin mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Rasanya sangat nyaman berada di pelukan sang kekasih, meskipun Arshel belum mengingat semuanya Evelyn tidak masalah, yang di inginkan Evelyn hanya kesembuhan kekasihanya itu.
"Sangat hangat dan nyaman, apa aku sering menciummu?" Evelyn mendongak melihat wajah Arshel yang sangat dekat itu.
"Kamu memang suka sekali menciumku, Arshel apa tidak ada yang kamu ingat sama sekali?" Arshel menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya penasaran kenapa aku bisa kecelakaan, dan apa penyebabnya? Rasanya kepalaku di penuhi oleh beban berat hingga terkadang masih terasa sakit sekali!" Arshel memegang kepalanya.
"Jangan di paksakan untuk mengingat, nanti akan semakin sakit, aku akan sabar menunggu mu sampai kapanpun, Mudah-mudahan ingatanmu segera pulih dengan cepat," Ucap Evelyn tersenyum.
Tiba-tiba Arshel menarik tengkuk Evelyn dan menempelkan bibinya pada bibir seksi gadis itu.
Sedangkan di Washington DC
Danish menyuruh asisten Franklin untuk menghubungi markas, sepertinya dia harus menyerah dengan keputusannya yang membuat Arshel nekat ke Florida hingga mengalami kecelakaan.
"Bagaimana?"
"Aku sudah menghubungi komandan dan akan segera menyerahkan surat pengunduran diri Arshel sebagai Army," jawab Frankin.
"Sepertinya memang itu keputusan yang terbaik," Franklin bertepuk tangan memberikan apresiasi.
"Hahaha bagus Bos, kamu kalah dengan putramu sendiri, mungkin kekuatan cinta memang bisa mengubah segalanya."
Bersambung.
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga.
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
Terima kasih.
__ADS_1