Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) The Wedding Ceremony


__ADS_3

Happy Reading 🥰


"Sayang, My Love," bisik Zack di telinga sang kekasih.


"Hem," jawab Daniella.


"Kita nikah hari ini saja ya, bareng sama Kenzo dan Mia," Zack memeluk Daniella dari belakang.


Menaruh dagunya di bahu Daniella yang sedang sibuk menata bunga-bunga untuk persiapan pernikahan Kenzo dan Mia esok hari.


"Gak boleh Zack, acara pernikahan kita masih dua bulan lagi, lagian kan kita sudah bikin kartu undangannya," Daniella membalikan tubuhnya menghadap calon suaminya.


"Tapi aku jadi pengen cepat-cepat mengikat mu, masa iya Kenzo sudah mau unboxing duluan," Zack menangkup wajah Daniella yang selalu terlihat cantik itu.


Kecupan sekilas di bibi Ell yang selalu membuatnya candu.


"Ya gak apa-apa donk di unboxing, kan sebentar lagi mereka sah menjadi suami istri," jawab Daniella tersenyum.


"Bikin iri saja," Zack mendengus kesal.


Daniella terkekeh mendengar ucapan Zack, kenapa juga harus iri gara-gara Kenzo bisa membuka segel Mia lebih dulu dari pada dirinya, dasar otak Zack memang sangat mesum, tapi mereka mengerti kenapa Kenzo dan Mia menikah secara dadakan. Zack dan Daniella juga merasa senang mereka bisa segera menikah.


Biar bagaimanapun Kenzo harus bisa menjaga dan melindungi Mia yang sebenarnya masih trauma dengan berbagai musibah yang menimpanya.


"Jangan terburu-buru, acara pernikahan kita sudah di tentukan, segala persiapan sudah 75% jadi bersabarlah sedikit sayang," Daniella menyentuh pipi Zack dan mengelusnya.


Membuat pria itu sedikit mengerang atas perbuatan dari calon istrinya itu.


"Sayang, jangan menggodaku!"


"Siapa yang menggoda?" Daniella melotot dan langsung melepaskan tangannya dari wajah Zack.


Sepertinya pria itu selalu tidak tahan akan sentuhan Ell yang langsung bisa membuat adiknya menegang.


"Sudah sana pergi temui Kenzo, jangan menggangguku!" Daniella mendorong tubuh Zack menyuruhnya untuk pergi.


Zack pasrah dan langsung pergi menemui Kenzo di kamarnya.


"Ell, sedang apa? aku bantu ya?" Evelyn datang sambil tersenyum.


"Sudah selesai Eve, mana Arshel? dari tadi aku tidak melihatnya," tanya Daniella pada Evelyn.


"Entahlah, aku juga tidak tahu, tadi dia hanya bilang akan keluar sebentar," jawab Evelyn sendu.

__ADS_1


Daniella bisa melihat tatapan mata Evelyn yang sepertinya sedang sedih itu.


"Ada apa Eve, apa Arshel melukaimu dan mbuatmu sedih lagi?" Evelyn langsung menggeleng.


"Tidak Ell, Arshel tidak menyakiti ku, bahkan dia sangat menyayangi ku, semakin menunjukkan cintanya, tapi entah kenapa aku melihat di matanya ada sebuah keraguan, tapi mungkin itu hanya perasaanku saja," Jawab Evelyn tersenyum.


Daniella mendekati Evelyn dan memeluknya.


"Sabar Eve, kakak ku yang satu itu memang begitu, dia tidak pernah terbuka, selalu menutup diri apabila punya masalah, mungkin dia juga sedang menyembunyikan sesuatu, tapi tenanglah nanti aku akan bicara padanya, sabar ya Eve," Daniella menepuk pelan punggung Evelyn.


Sebenarnya dia juga merasa kasihan terhadap gadis cantik ini, Arshel begitu tertutup sedangkan Evelyn agak pendiam tipe gadis yang tidak bisa mengungkapkan kata hatinya dengan ekspresi.


"Terima kasih Ell, tidak perlu, nanti aku tanya sendiri, oh ya sudah larut sebaiknya aku tidur di kamarmu malam ini, besok adalah hari besar untuk Kenzo dan Mia, jadi kita juga harus mempersiapkan diri," Evelyn mengalihkan pembicaraan.


Dia tidak mau terlalu memikirkan tentang Arshel, meskipun sikapnya sudah hangat dan tidak dingin lagi tapi entah beberapa hari ini dia menjadi lebih pendiam.


"Baiklah, ayo kita ke kamar, lets go!!"


###


Mia menatap pantulan dirinya di depan cermin, dengan memakai gaun pengantin yang sangat indah gadis itu terlihat semakin menawan dan cantik.


Sedari tadi gadis itu hanya bisa meremas jemarinya untuk mengurangi rasa gugup, Mia ingin bisa tampil sempurna hari ini.


Semuanya sudah siap dan telah di tata sempurna.


Danish dan Lula telah mempersiapkan segalanya, dengan memanggil para wedding organizer terbaik di kota itu dalam waktu semalam rumah Danish di sulap menjadi sangat cantik bak sebuah kerajaan di zaman modern.


Acara pernikahan Kenzo dan Mia memang di lakukan dadakan, bahkan hanya keluarga besar saja yang di undang, tapi yang namanya Danish Alvares, satu orang tahu berita besar itu maka para koleganya pun langsung berhambur datang memberi selamat.


Di ruang tamu sudah di penuhi oleh para sahabat dan keluarga yang ingin menyaksikan acara sakral tersebut.


Kenzo merasa sangat gugup, sedari tadi tanganya basah mengeluarkan keringat dingin.


"Tenanglah Ken, tidak perlu gugup seperti itu, nanti bisa-bisa kamu malah menggagalkan acaramu sendiri," bisik Zack.


"Gak tau kenapa bisa gugup seperti ini, rasanya kakiku lemas dan gemetar," Zack tertawa lirih.


"Siapa yang ngebet pengen nikah? makanya kalau belum siap gak usah sok-sokan," ejek Zack.


"Wah lihat pengantin wanita sudah datang," seru salah seorang tamu wanita.


"Kenzo lihatlah calon pengantinmu sudah datang," ucap Zack menyenggol bahu pria itu.

__ADS_1


Semua menatap haru dan bahagia, tidak ada yang berani mengatakan bahwa calon menantu Danish Alvares adalah orang biasa karena mereka tahu bagaimana sifat Danish yang memang tidak pernah membedakan itu.


"Sayang, kenapa kita tidak menikah bareng Kenzo saja?" ucap Zack pada Daniella.


"Tidak, sudahlah Zack, kamu tuh ngebet banget sih, kita lihat pengantinnya yang sedang melakukan proses janji suci itu, kenapa kamu rewel banget sih," Daniella merasa jengah dan kesal mendengar ocehan Zack itu.


Acara sakral itu berlangsung dengan khidmat, semua orang menyaksikan pengikatan kedua mempelai.


"Silahkan pasangan pengantin berciuman," Kenzo begitu bahagia.


Dia langsung menarik Mia dan menyambar bibir merah istrinya itu.


Tepuk tangan meriah mengiringi pengantin baru yang sedang berciuman di saksikan banyak orang.


Kenzo tidak tanggung-tanggung, dia menautkan bibirnya pada bibir Mia tanpa rasa canggung di depan banyak orang.



Sepertinya acara pernikahan dadakan ini berhasil tanpa ada kendala.


"Selamat tuan Danish, tuan Edison, sebentar lagi Zack juga akan menyusul," Tuan Dimitri memberi selamat.


"Terima kasih tuan Dimitri," ucap tuan Edison senang.


"Sepertinya Zack sudah tidak sabar ingin segera menikah, lihatlah putramu itu Dimitri, sedari tadi dia menempel terus pada putriku," Danish tergelak.


Semua orang tertawa bahagia, acara itu akan berlangsung hingga malam hari karena masih banyak tamu yang berdatangan.


"Terima kasih sayang karena bersedia menikah dengan ku," ucap Kenzo menatap mata Mia dalam.


"Terima kasih juga karena telah mencintai ku," jawab Mia tersenyum.


Arshel melihat saudara kembarnya itu dengan tatapan sendu, entah apa yang di pikirkan pria itu, Evelyn yang melihat nya hanya bisa diam tidak berani bertanya.


"Eve, ayo ikut aku!" Arshel tiba-tiba menarik lengan Evelyn masuk ke dalam ruangan lain.


"Eh ada apa Arshel?"


Bersambung.


Maaf gantung dulu, othor sibuk ujian 🙏🏻🙏🏻


nanti sambung lagi 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2