
Happy Reading 😊
Lula sedari tadi tersenyum sambil mengelus perutnya yang masih datar, dia benar-benar tidak menyangka kalau akan mengandung baby triplet sekaligus.
Sungguh keajaiban yang Tuhan berikan kepadanya, tidak pernah di bayangkan sama sekali bahwa dia akan mengandung tiga calon baby.
Padahal Lula sudah di prediksi akan sulit untuk mengandung, tapi usaha memang tidak akan pernah membohongi hasil, tidak akan ada usaha yang sia-sia. Danish yang tiap hari sudah bercocok tanam akhirnya menghasilkan bibit unggul dengan hadirnya tiga calon Babynya
Lula masih betah mengelus perutnya sedari tadi, seakan menyalurkan kebahagiaan yang dia rasakan.
Danish baru saja dari kamar untuk mengganti baju. Dia juga tidak kalah bahagia mengetahui akan menjadi Daddy untuk ketiga anak.
Mungkin faktor keturunannya karena Danish juga terlahir kembar. Saudara kembarnya yang bernama Dania sudah bahagia dengan suami dan anak-anaknya.
Dan sekarang Danish juga akan menjemput kebahagiaan bersama keluarga kecilnya itu.
Pria tampan itu melihat sang istri di ruang tamu dengan tersenyum.
"Sayang, jangan terlalu lama berdiri nanti punggung kamu sakit," ucap Danish memeluk Lula dari belakang.
"Aku tidak apa-apa sayang, aku sangat menikmati semua ini, yang penting calon baby-baby kita sehat semua," jawab Lula
Danish menuntut istrinya duduk di sofa.
"Nona dan Tuan selamat ya, akhirnya Nona Lula hamil juga, bibi juga ikut bahagia," ucap Bibi Ellen memberi selamat.
"Terima kasih Bibi Ellen, aku juga sangat bahagia," jawab Lula dengan mata berbinar.
Danish merangkul bahu Lula dan mencium pucuk rambutnya berkali-kali, sampai tidak bisa berkata apa-apa untuk mengungkapkan perasaannya saat ini.
Franklin datang bersama Fanny ke rumah bosnya itu.
Tadi setelah asisten Danish itu mengantarkan ke rumah dia langsung menjemput Fanny karena sedari tadi wanita itu merengek minta untuk bertemu Lula.
"Fanny, apa kabar?" tanya Danish yang melihat mantan sekretarisnya itu.
"Kabarku baik Tuan Danish, selamat ya atas kehamilan Nona Lula, aku ikut bahagia mendengarnya," ucap Fanny.
"Duduklah asisten Franklin dan Fanny," ucap Lula menyuruh kedua orang itu duduk di sofa.
Fanny menatap Lula dengan tersenyum, selama ini dia memang tidak begitu mengenal Lula istri dari mantan atasannya itu.
Wanita itu menatap kagum pada Lula, menurutnya Lula adalah wanita yang sangat kuat dan tegar.
Apakah dia bisa sekuat Lula yang akhirnya bisa mendapatkan sejuta cinta dari Danish. Fanny menatap sendu ke arah Franklin. Pria yang sudah lama selalu ada di hatinya, dia memang bisa memiliki tubuh Franklin tapi tidak dengan hatinya.
Fanny sangat berharap Franklin bisa membuka hatinya, menjadikan satu-satunya wanita yang di cintai dan di miliki.
"Ternyata Nona Lula memang benar-benar cantik, aku begitu salut padamu," ucap Fanny tersenyum.
__ADS_1
"Kamu juga cantik Fanny, apa kamu belum memiliki kekasih?" tanya Lula.
"Eghem!" Danish berdehem sambil menatap Franklin.
"Aku belum punya, karena pria yang ku cintai sepertinya tidak mencintaiku, tapi aku yakin suatu saat nanti aku pasti bisa menemukan orang yang tepat dan mencintaiku apa adanya," jawab Fanny.
Franklin hanya mengalihkan pandangannya karena Danish sudah melotot ke arahnya seakan memberikan sebuah peringatan.
"Aku yakin kalau kita sabar pasti akan ada akhir yang bahagia," jawab Lula menyentuh bahu Fanny.
"Franklin, usiamu sudah cukup tua, apakah kamu tidak ingin berumah tangga?" tanya Danish.
"Aku masih belum tua bos, lagian aku sama sekali tidak memikirkan hubungan seperti itu, aku masih ingin bebas dan tidak terikat dengan siapapun," jawab Franklin..
Fanny hanya mendesah, dia tahu kalau Franklin memang tidak ingin menikahinya, bahkan perasaan pria itu padanya Fanny juga tidak tahu.
"Aku ingin makan sesuatu tapi yang masak harus para pria di depan kita ini," ucap Lula tiba-tiba.
Danish dan Franklin melongo mendengar permintaan calon Mommy itu.
"Apa kita yang harus memasak Nona? kalau tidak enak gimana?" tanya Franklin.
"Iya sayang, aku tidak bisa memaksa loh?" Danish ikut bertanya.
"Itu masalah kalian, yang penting aku mau kalian berdua yang memasak, titik!" jawab Lula cemberut.
"Ayo Franklin, kita ke dapur dan memasak sekarang," Danish menarik asistennya itu dan langsung menuju dapur.
"Nona Lula, kamu memang hebat, bisa membuat pria seperti Tuan Danish bisa bertekuk lutut padamu," ucap Fanny.
"Hahahaha, Fanny aku bukan orang hebat, semuanya mengalir begitu saja, mungkin Danish memang sudah sadar bahwa dia tidak bisa hidup tanpaku, itu artinya kita memang sudah berjodoh," jawab Lula
"Seandainya saja dia bisa berubah," gumam Fanny.
Lula mendengar apa yang di ucapkan wanita di sampingnya itu.
"Dia siapa Fanny? apakah itu orang yang kamu cintai, kalau boleh tau siapa orang itu?" tanya Lula penasaran.
"Dia ada di sini Nona, tapi aku merasa sangat jauh dengannya, dia seakan tidak bisa di gapai," jawab Fanny.
"Maksudmu asisten Franklin?" tanya Lula terkejut.
Fanny menatap Lula dan mengangguk.
"Ya Tuhan, Fanny ayo kita bikin asisten Franklin jadi bucin padamu," ucap Lula semangat.
####
Danish menyeka wajahnya yang basah karena keringat itu, dia dan Franklin memasak spaghetti saus tomat dan juga udang goreng.
__ADS_1
Tapi di sini yang paling berusaha membuat masakan dan menggoreng udang adalah Danish.
Franklin menata masakan Danish di piring yang dia sediakan. Pada saat sudah selesai dengan masakan mereka tiba-tiba perut Danish merasa bergejolak lagi.
"Bos, kamu tidak apa-apakan?" tanya Franklin yang melihat Danish begitu pucat dan memegang perutnya.
"Berikan aku air hangat, jangan sampai keadaan ku yang seperti ini mengacaukan segalanya, aku tidak mau membuat Lula khawatir seperti tadi pagi," jawab Danish.
Franklin langsung mengambil air hangat dan langsung memberikan pada atasannya itu.
"Sebaiknya kamu duduk dulu bos, minum lagi air hangatnya," ucap Franklin khawatir.
Bos, kamu memang pria sejati, bisa sangat menyayangi istrinya seperti itu, apalagi dengan calon baby-baby yang telah hadir, kamu pantas di sebut calon hot Daddy bos.
####
Nickolas mengajak Zivana untuk mengunjungi Liora di perusahaan, dari pagi Zizi merengek meminta Nick untuk mengantarkannya bertemu dengan Liora.
"Ayo paman, aku ingin bertemu dengan Bibi Livya," ucap Zizi.
Gadis kecil itu memang masih memanggil Liora dengan nama Livya.
"Itu ruangannya sayang, sebentar lagi kita akan bertemu Bibimu," ucap Nickolas.
"Yeeeaa, aku mau beli boneka yang banyak sama Bibi dan Paman," seru Zivana.
Sekretaris baru Liora melihat Nick dan Zizi.
"Maaf Tuan, ada urusan apa ya?" tanya sekretaris baru itu.
"Aku mau bertemu dengan Liora, apakah dia ada di dalam?" tanya Nickolas.
"Maksudmu Nona Liora, dia ada di dalam Tuan tapi sedang ada tamu sekarang," jawab sekretaris itu.
Nickolas menatap pintu ruang CEO itu, dia ingat dulu ruangan itu pernah menjadi ruang kerjanya.
"Ayo Paman, kita masuk," seru Zivana.
"Iya sayang, ayo kita masuk ke dalam," jawab Nickolas.
Pria itu langsung membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu, tiba-tiba matanya melihat sesuatu yang tidak terduga.
"Liora!"
Bersambung.
Maaf aku gantungin ðŸ¤ðŸ¤
Mau di kasih bunga dan vote othornya 🥰🥰
__ADS_1