
Happy Reading 😊
Zack masih menikmati bibir Daniella yang menjadi candunya itu, saling membelit dan melilitkan lidah mereka.
"Zack, kita ada kelas pagi, aku mandi dulu ya," Daniella melepaskan tautan bibirnya karena merasa kan benda keras di perut bawahnya.
Kemudian dia langsung bergegas ke kamar mandi, sedangkan Zack sudah mengumpati adik kecilnya yang benar-benar tidak bisa mengontrol diri itu.
Pria tampan itu langsung keluar dari kamar Daniella dan menunggu sang kekasih di ruang keluarga.
"Zack, apa Daniella sudah bangun?" Danish masuk ke ruang keluarga sudah berpenampilan rapi dengan setelan jas warna hitam.
"Sudah Uncle, sekarang Ell baru mandi, wah uncle Danish masih kelihatan tampan meskipun sudah tua ya," Danish tergelak mendengar ucapan calon menantunya itu.
"Tentu saja, biar Aunty Lula tidak berpaling dari Uncle, jadi Uncle barus bisa merawat diri," jawab Danish duduk di samping Zack.
"Bukannya biasanya yang harus merawat diri itu yang wanita, ini kenapa Uncle yang merawat diri?" Zack memicingkan matanya.
"Hei anak muda, kenapa kamu melihatku seperti itu, jangan berpikiran yang tidak-tidak," Zack masih menatap ragu.
"Aku tidak berpikir yang tidak-tidak Uncle, hanya Uncle yang tahu kan?" Danish tertawa lagi.
"Ada apa ini? sepertinya pembicaraan kalian asyik sekali," Lula datang sambil membawa dasi untuk Danish.
"Nah ini Aunty juga cantik sekali, masih kelihatan sangat muda," ucap Zack beralih menatap Lula.
"Aunty Lula memang cantik dari dulu, makanya aku tidak mau kalau harus jauh-jauh dari Aunty mu, nanti banyak yang mendekati dia," jawab Danish menarik lengan Lula agar duduk di sebelahnya.
"Iya benar, Uncle Danish selalu nempel sama Aunty, pokoknya tidak mau pisah," Semua orang tertawa serempak.
Daniella datang ke ruang keluarga dengan penampilan yang sungguh cantik. Zack melihat calon istrinya berjalan bak model papan atas.
__ADS_1
Sangat cantik dan menawan, siapapun yang melihat Daniella pasti langsung terpana.
"Putriku, malam ini Daddy sama Mommy akan pulang terlambat atau mungkin tidak pulang karena akan ada meeting di luar kota nanti siang, kalau waktunya cukup kita akan pulang sayang," ucap Danish.
Daniella duduk di samping Zack yang masih menatap kagum pada calon istrinya itu.
"Iya Dad, Mom, tenang saja di rumah banyak pelayan dan penjaga, nanti kalau bosan aku akan menginap di apartemen Kenzo," jawab Daniella.
"Ya sudah kita sarapan dulu, ayo sayang," ucap Lula sambil menarik tangannya dari genggaman Danish.
Danish memang seperti anak ayam dengan induknya, tidak bisa berjauhan sedikitpun dengan Lula.
Terkadang mereka tidak malu bermesraan di depan umum, Danish mengatakan dia takut kalau Lula nanti di sukai oleh para koleganya.
Setelah selesai sarapan Zack langsung berangkat ke kampus bersama Daniella. Selama perjalanan Zack selalu menggengam tangan kekasihnya itu.
"Aku takut sayang, menghadapi hari pernikahan kita membuatku sedikit stres," ucap Daniella jujur .
"Jangan stres My Love, aku yakin kamu bisa melalui semua ini, aku berjanji akan membuat mu pengantin paling bahagia di dunia ini, setelah kita menikah nanti aku akan membahagiakan mu, jangan pernah meragukan ku sayang, kita akan melewati lembaran baru nanti dengan melangkah bersama membangun rumah tangga yang harmonis, aku berjanji tidak akan pernah menyakiti mu, aku berjanji akan selalu setia sampai maut memisahkan kita," Zack mencium punggung tangan Daniella.
"Sekarang aku yakin dan mantap untuk melangkah bersamamu menuju ke altar pelaminan sayang," jawab Daniella.
Zack tersenyum dan mengecup punggung tangan Ell berkali-kali.
"Percayalah padaku sayang, aku berjanji padamu!"
###
Daniella sedang berada di cafe dekat kampus menikmati makan siangnya. Dia baru saja menerima pesan dari Daddy-nya kalau ternyata mereka tidak bisa pulang dan akan menginap di luar kota.
"Hai Ell, bolehkah kita duduk di sini?" Daniella mendongak menatap kedua pria di depannya itu.
__ADS_1
"Apa Zack sedang ada jam kuliah? kenapa dia tidak bersamamu saat ini?" tanya salah satu pria itu.
"Asalkan kamu tahu Ell, kami tadi lihat Zack sedang bersama gadis cantik pergi ke kantin kampus, apa kamu tidak marah dengan kelakuan tunanganmu yang masih suka jalan bersama gadis-gadis cantik?" ucap salah satunya lagi.
"Lebih baik kamu bersama ku sayang," Daniella menatap tajam ke arah dua pria yang duduk di depannya itu.
"Zack itu katanya tidak bisa bangun kalau di suruh masuk, aku takut kalau kamu nanti kecewa sama dia," kedua pria tergelak menertawakan Zack di depan Daniella.
"CUKUP!! berhentilah bicara!" Daniella langsung berdiri karena merasa gerah dengan ucapan dua orang tersebut.
"Hei cantik! jangan marah donk!"
Daniella mengepalkan tangannya. Kali ini dia sudah merasa sangat emosi jiwa.
"Kalau kalian masih menggangguku lagi jangan salahkan aku kalau aku akan menggunakan tangan untuk membuat wajah kalian lebam semua," seru Daniella.
Kebetulan cafe itu cukup sepi, tidak banyak dari mereka yang berani membantu Daniella.
"Hahaha, kamu membela si tukang selingkuh itu dan juga pria yang tidak normal!"
PLAK!!
Sebuah pukulan mendarat di pipi pria betubuh gempal itu.
"Sialan kamu gadis kecil!!"
Daniella merasa sangat takut melihat kemarahan kedua pria itu.
Zack, kemana kamu? aku di sini membutuhkanmu !
Bersambung.
__ADS_1
Maaf bila masih banyak typo 🙏🏻🙏🏻
Bersambung