Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Penyelamat


__ADS_3

Happy Reading 😔


Lula masih menunggu di ruang operasi sebuah rumah sakit ternama di Washington DC. Dia tidak tahu kenapa semuanya menjadi seperti ini. Tiba-tiba ada orang asing yang ingin menghabisinya, seingatnya dia tidak punya musuh atau orang yang dendam.


Lula mondar mandir seperti setrikaan di depan pintu ruang operasi yang di dalamnya ada Danish. Para dokter sedang melakukan operasi pengangkatan peluru yang bersarang di dada Danish.


"Ya Tuhan, tolong selamatkan nyawa Danish," Doa Lula dalam hati.


Tiba-tiba lampu operasi padam setelah hampir 3 jam menyala, Lula berdiri ketika salah satu dokter keluar dari ruangan tersebut.


"Keluarga pasien!" seru dokter itu.


"Saya dok," jawab Lula berjalan menghampiri sang dokter.


"Kami sudah berhasil mengeluarkannya proyektil yang ada di dalam tubuh pasien, saat ini pasien sudah melewati masa kritis, tapi keadaannya masih belum sadarkan diri," jawab sang dokter.


Lula menghembuskan nafas lega, dia merasa sangat khawatir bila terjadi hal yang serius dengan Danish.


Sedangkan di Florida.


Darren baru saja mendapatkan telepon dari Lula dan mengatakan bahwa dia berada di Washington DC bersama Danish, tapi yang paling mengejutkan adalah penyerangan seseorang terhadap Lula tapi akhirnya Danish lah yang terkena peluru itu.


Darren mengepalkan tangannya dan langsung meluncur ke sebuah tempat di mana dalang dari penyerangan itu


Saat ini Darren sudah berada di depan apartemen Nicholas dan langsung menekan nomer sandi pintunya.


Dari arah belakang Candy melihat orang yang dia lihat kemarin. "Bukankah itu tuan tampan?" gumam Cindy. Pada saat gadis itu akan menyapanya dia urungkan, karena Darren telah masuk ke dalam saat Candy akan memanggilnya.

__ADS_1


"Tuan tampan mendatangi apartemen yang sama seperti kemarin, tapi sepertinya dia tidak tinggal di apartemen itu, setahuku yang tinggal di sana adalah seorang pemuda tampan dan tinggi," Gumam Candy.


Gadis itu baru saja sampai di lantai di mana dia selalu mengantarkan pesanan Pizza kepada seorang wanita penghuni salah satu apartemen di lantai itu.


Cindy pun melangkah menuju ke apartemen sebelahnya Nickolas karena dia memang selalu mengantarkan pesanan ke sana.


Sedangkan di dalam apartemen Darren melihat Nickolas sedang bersantai di sofa sambil memegang gelas berisi wine tersenyum ke arahnya.


"Halo Honey, apa kamu sudah merindukan-ku?" Ucap Nickolas berdiri menyambut kedatangan Darren, kekasih gay-nya. Nick memang sudah tidak bisa berpisah dengan Darren, pria muda itu bahkan rela melakukan apapun agar Darren tidak meninggalkannya.


Sebelum mengenal Darren pria muda itu dulunya kerap di sewa untuk memuaskan nafsu para pria yang membayarnya mahal.


Sampai dia bertemu dengan Darren dua tahun yang lalu dan akhirnya menjalin hubungan terlarang itu sampai sekarang. Darren yang menyayangi Nickolas dan sangat perhatian itu membuat Nick tidak bisa rela melepaskan Darren begitu saja.


Sedangkan Darren yang sudah menahan emosi sedari tadi sudah mengepalkan tangannya dengan mata yang memerah.


"Apa yang kamu lakukan Nick!! kenapa kamu berani mencelakai Lula!! Sudah ku bilang kan kalau Lula tidak ada hubungannya dengan kita!!" Teriak Darren sambil membalikkan sebuah kursi yang ada di hadapannya itu.


"Kamu tahu apa konsekuensinya Nickolas!" Seru Darren kemudian.


"Tentu saja aku tahu Darren, wanita itu berhak mendapatkan apa yang seharusnya dia dapat, dengan berani kamu mulai menaruh hati padanya, ck ck ck, seharusnya kamu sudah tahu kalau aku tidak akan pernah bisa melepaskan-mu Honey," ucap Nickolas berjalan ke arah Darren sambil membawa sebuah pistol di tangannya.


"Kalau kamu mau membunuh, jangan Lula kamu jadikan sasaran, akulah yang seharusnya kamu bunuh Nick," ucap Darren dengan wajah yang dingin.


"Hahaha, tenang saja, kalau kamu masih tidak bisa melepaskan Lula, aku yang akan menghabisimu, jadi bisa di pastikan kalian berdua sama-sama m*ti!!" seru Nickolas.


Pria itu tertawa seperti orang kesetanan, sedangkan Darren merasa bahwa nyawa Lula sedang dalam ancaman, meskipun dia selamat dalam penembakan itu.

__ADS_1


Nickolas memang menyewa orang bayaran untuk membuntuti Lula dan menghabisi-nya, tapi tidak di sangka kalau sasaran mereka salah.


Saat ini Nickolas berjalan menuju Darren sambil mengangkat senjata api yang dia bawa, Darren sama sekali tidak takut, bahkan untuk kehilangan nyawa sekalipun akan dia hadapi karena itu semua adalah konsekuensinya yang telah terjerumus dalam pergaulan LBGT.


Seandainya dia melawan sekalipun bidikan Nickolas pasti lebih cepat. Darren hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi pada hidupnya, yang jelas misalkan dia tidak mati hari ini, pasti di kemudian hari bahaya seperti ini pasti akan muncul kembali.


Nick siap menarik pelatuknya dan tersenyum miring. Darren hanya memandang wajah sangar itu dengan tatapan tajam, Darren telah kalah sebelum berperang, seharusnya tadi dia juga membawa senjata saat akan menemui Nickolas.


Bruukk, bug, bug. "Dasar orang jahat!!" Brakk!!!


Darren mematung ketika melihat seorang gadis kecil yang sudah tidak asing lagi memukul kepala Nickolas berkali-kali sampai orang itu jatuh di lantai, bahkan sepertinya dia tidak sadarkan diri.


Candy tiba-tiba datang dengan membawa sebuah tongkat di tangannya. "Ayo tuan tampan, cepat kita pergi dari sini sebelum orang gila ini bangun," seru Candy mengulurkan tangannya pada Darren.


Darren tersentak ketika Candy menarik lengannya dan membawa Darren untuk keluar dari apartemen itu.


"Hei gadis kecil sudah cukup jangan berlari lagi," seru Darren saat Candy membawa Darren berlari menuju lift.


"Tuan kalau kita tidak lari nanti orang gila itu pasti bangun, aku memukulnya tidak terlalu keras tadi," jawab Candy gelisah.


Diapun langsung menekan tombol lift menuju lantai paling bawah. Darren hanya diam saja dan pasrah saat Candy menarik lengannya kembali untuk masuk ke dalam lift.


"Candy, namamu Candy kan? dari mana kamu tahu kalau aku berada di apartemen itu dan sedang dalam bahaya?" tanya Darren menatap manik mata Candy.


Sedangkan yang di tatap seperti itu merasakan gugup dengan dada yang berdebar.


"Tapi nanti jangan di tertawakan ya?" ucap Candy menunduk malu.

__ADS_1


"Tidak akan, bahkan aku akan berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan ku Candy," jawab Darren tersenyum.


Bersambung..


__ADS_2