Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Kabar Bahagia atau Sedih


__ADS_3

Happy Reading 😊


Mia melihat hasil tes yang ada di tangan-nya, hatinya masih ragu dan dia juga sedikit bingung.


"Jadi hasilnya positif dokter?" tanya Mia menatap dokter tersebut.


"Iya Nona, anda positif hamil."


Jawaban dokter itu membuatnya sedikit terkejut, pasalnya dia sudah minum pil kontrasepsi untuk mencegahnya agar tidak hamil, karena memang rencananya Mia akan menunda kehamilan dulu.


Kenzo masih berada di luar karena tadi dia mendapatkan telepon dari seseorang.


"Dokter, saya telah minum pil kontrasepsi yang saya beli dari klinik kandungan, seharusnya itu bisa mencegah kehamilan kan?" tanya Mia.


Dokter wanita itu membenarkan letak kacamatanya, sepertinya dia harus melihat pil apa yang di konsumsi oleh pasiennya ini.


"Bukankah minum pil kontrasepsi memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam mencegah atau menunda kehamilan?" tanya Mia kembali.


"Sepertinya aku harus melihat obat kontrasepsinya Nona," jawab dokter tersebut.


Kenzo mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruang periksa, dia berjalan ke arah Mia dan duduk di sampingnya.


"Bagaimana dokter hasil pemeriksaan istri saya? tadi dia sempat muntah-muntah dan tubuhnya lemas." tanya Kenzo.


"Istri anda saat ini tengah hamil tuan, tapi sepertinya di sini ada sedikit masalah." Kenzo yang mendengar berita itu awalnya senang, tapi setelah dokter itu mengatakan masalah membuat Kenzo mengembalikan raut wajahnya menjadi sedikit takut.


Takut terjadi apa-apa dengan kondisi Mia, jujur dia sangat senang ketika mengetahui Mia hamil, awalnya Kenzo berharap bahwa tidak perlu menunda untuk mempunyai momongan. Tetapi sang istri ingin konsentrasi terhadap pekerjaannya dulu dan merintis karir, akhirnya diapun menuruti keinginan sang istri.

__ADS_1


Entah ini kabar bahagia atau kabar sedih.


"Maksudnya masalah apa dokter?" tanya Kenzo menatap sang dokter serius.


"Istri Anda mengatakan bahwa dia selama ini telah mengkonsumsi pil kontrasepsi, seharusnya di sini dia tidak hamil, ya meskipun dengan mengkonsumsi kontrasepsi seperti itu padahal kemungkinan yang masih bisa membuat hamil, jadi sepertinya saya harus melihat dulu obat apa yang telah diminum oleh istri anda? bagaimana Nona Mia?"


"Baiklah Dokter, saya akan mengambilnya." Jawab Mia.


###


Mia kembali ke apartemen bersama dengan Kenzo, selama perjalanan tadi mereka hanya diam saja dengan pemikiran masing-masing. Mia memikirkan tentang kehamilannya yang secara tiba-tiba itu, padahal dia sudah mengkonsumsi pil kontrasepsi, mungkin Mia masih merasa sedikit shok meskipun tidak dipungkiri dia juga merasa bahagia karena Tuhan telah memberikan anugerah kepada Nya


Sedangkan Kenzo memikirkan tentang ekspresi Mia yang sama sekali tidak terlihat senang, Kenzo tahu kalau Mia masih belum ingin mengandung. Terus dia harus bersikap bagaimana dengan kehamilan yang mendadak seperti ini? ekspresi bahagia, kecewa, atau sedih? Kenzo bingung, padahal sejujurnya di hatinya merasa sangat bahagia dengan kehamilan istrinya itu. Kenzo memang sudah ingin memiliki momongan, tapi dia juga tidak mau membuat Mia terbebani.


"Sayang," Kenzo memanggil Mia yang sedang sibuk mencari obat kontrasepsinya di laci.


"Ah,, ketemu!!" seru Mia memperlihatkan obat itu kepada Kenzo.


"Iya, itu yang aku beli di klinik setelah aku konsultasi masalah program untuk menunda kehamilan." Jawab Mia.


Kenzo mengerutkan keningnya setelah membaca komposisi yang ada di di bungkus obat itu.


"Sayang, kalau menurutku ini bukan pil kontrasepsi, di sini tertulis komposisinya hanyalah bahan-bahan sebagai daya tahan tubuh, sepertinya obat ini adalah vitamin dan bukan obat kontrasepsi!" ucap Kenzo sambil menunjukkan tulisan yang di bacanya pada kemasan itu.


Mia langsung membaca lagi dengan teliti, matanya membulat sempurna ketika dia membaca obat itu adalah Vitamin dan bukan obat untuk pencegahan kehamilan.


"Kenapa bisa salah?" seru Mia.

__ADS_1


Kenzo menghela nafas, sepertinya memang ada kesalahan di sini. "Kenapa bisa sampai salah? apa kamu salah mengambil obat sayang?"


Mia menggeleng. "Aku tidak tahu, pada waktu mengambil obat di kasir memang bukan hanya aku yang sedang mengambil, ada seorang wanita lain juga."


Mia mengingat-ingat tepatnya sebulan yang lalu pada saat dia ke klinik, Mia terlihat mengernyit, tiba-tiba matanya membulat sempurna.


"Astaga!!" teriak Mia.


"Kenapa sayang?" tanya Kenzo panik.


"Apakah obat kita tertukar? soalnya aku sempat menyenggol lengannya dan obat kita sama-sama jatuh. Ya Tuhan kenapa aku ceroboh sekali," Ucap Mia menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Kenzo mendekati istrinya dan membawanya ke dalam pelukannya. "Apa sebelumnya tidak kamu baca dulu sayang?" Mia menggeleng.


"Entahlah kenapa aku ceroboh sekali!" ucap Mia menelusupkan wajahnya ke dada bidang sang suami.


"Lalu sekarang bagaimana? di dalam rahimmu sudah ada janin yang tidak berdosa?"


Mia melonggarkan pelukannya. Diapun menatap wajah sang suami dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku akan mempertahankan bayi ini, dia adalah buah hati kita, mungkin Tuhan telah merencanakan hal ini, aku sangat bahagia." Ucap Mia tersenyum lebar.


Kenzo menangkup wajah sang istri dan kemudian mencium lama keningnya.


"Terima kasih sayang, terima kasih!" Ucap Kenzo kembali memeluk istrinya.


Bersambung.

__ADS_1


jangan lupa like bunga dan kopiknya ya, oh ya vote juga.. terimakasih 🥰



__ADS_2