
Happy Reading 😊
Mia merasa ada sesuatu yang akan terjadi, melihat gerak gerik Kenzo yang sudah mulai melancarkan aksinya.
Bagaimana ini? apa Kenzo juga akan melamar ku? tapi aku sama sekali belum siap! Batin Mia.
Kenzo menatap Mia penuh cinta, dia harus segera mengungkapkan perasaannya kali ini pada sang pujaan hati.
Sedangkan Mia sudah merasa sangat gugup, gadis cerdas itu paham dengan gelagat sang kekasih.
"Mia, malam ini di saksikan oleh kedua orang tuaku dan juga keluarga ku yang lain, aku ingin mengatakan padamu bahwa aku Kenzo Alvares ingin menjadikan mu Mia Edison sebagai pendamping hidupku, ibu dari anak-anakku, wanita yang akan menemani seumur hidupku selamanya, maukah kamu menikah denganku?" ucap Kenzo lantang.
Ara dan Billy terkejut melihat hal itu, ternyata sosok Kenzo yang di kenal begitu dingin terhadap para gadis bisa seromantis itu dengan Mia.
"Kenzo bikin hatiku meleleh," ucap Ara terkagum.
"Sayang, jangan seperti ini, aku cemburu loh!" Billy menyenggol lengan Ara merasa cemburu.
Mia merasa bingung dengan lamaran dadakan Kenzo, dia masih belum siap bila harus memiliki ikatan yang kuat, tapi dia juga sangat mencintai pria di depannya ini.
"Apa orang tua Mia setuju kalau kamu melamarnya nak?" tanya Mommy Lula
"Mom, Dad, aku sudah mengenal tuan Edison dan Bibi Emi, mereka pasti akan menerima ku,' jawab Kenzo mantap.
Semua orang tersenyum melihat adegan dan lamaran yang di suguhkan malam ini dari kedua pasangan itu, terpancar raut kebahagiaan yang keluar dari kedua wajah mereka.
"Baiklah, aku terima lamaran mu," jawab Mia tersenyum.
Meskipun hatinya sedikit meragu untuk menerima lamaran itu, tapi Mia juga tidak ingin membuat Kenzo kecewa.
"Terima kasih sayang," Kenzo memeluk Mia erat.
Kenzo sangat bahagia, rasanya seperti di beri sejuta cinta. Kebahagiaan jelas terpancar di wajah kedua sejoli itu.
Lula dan Danish juga sangat senang, melihat ketiga anaknya yang sudah dewasa dan memiliki pasangan masing-masing.
__ADS_1
"Berbahagialah putra putriku, Kenzo, Daniella, Zack dan Mia, aku akan selalu mendoakan kebahagiaan kalian, untuk Arshel, kamu harus menyelesaikan pendidikan akademi militer dulu baru boleh meminang Evelyn," Danish memberi wejangan kepada putra putri nya itu.
Evelyn menatap Arshel dan tersenyum.
"Tenang saja Dad, Eve akan menunggu ku dan siap dengan hubungan jarak jauh kami," ucap Zack menatap sang gadis pujaannya.
Akhirnya malam itu menjadi momen lamaran kedua pasangan, Zack Daniella, Kenzo dan Mia.
Setelah malam lamaran itu Mia mengajak Kenzo untuk datang ke rumahnya yang kecil dan sempit itu.
"Selamat sore Bibi Emi?" Sapa Kenzo kepada Mama Mia.
Bibi Emi tersenyum lembut ke arah Kenzo dan putrinya Mia.
"Mama, Ken membawakan sesuatu untuk mu," Mia menyerahkan paper bag kepada Mamanya.
"Terima kasih nak Ken, duduklah, aku akan membuatkan minum, Mia ayo ikut Mama ke dapur," Ucap Bibi Emi mengajak putrinya itu.
Mia mengangguk dan meninggalkan Kenzo sendiri di ruang tamu.
"Mia, kenapa semakin hari kamu dan tuan muda Kenzo menjadi begitu dekat? Ingat Mia status kita sangat berbeda dengan tuan muda Ken, dia adalah putra dari orang kaya konglomerat tuan Danish Alvares, jadi Mama ingat kan untuk segera menjauhi pria muda itu!" Ucap Bibi Emi memarahi putrinya.
Mia sangat terkejut mendengar ucapan Mamanya itu, biasanya sang Mama tidak pernah mempermasalahkan hubungan nya dengan Kenzo tapi kenapa sekarang tiba-tiba melarang bahkan menyuruhnya untuk segera meninggalkan Kenzo.
"Kenapa tiba-tiba Mama seperti ini? Ma, aku dan Kenzo saling mencintai, bahkan keluarga Kenzo semuanya menerimaku, apa salahnya jika kami bersama?" Mia sudah berkaca-kaca.
"Ingat Mia posisi kita hanya rakyat biasa! Aku tidak mau kamu menjadi bahan gunjingan orang karena menikah dengan keluarga konglomerat terpandang! Ingat itu!" Ucap Bibi Emi.
Mia merasa hatinya begitu sakit mendapatkan penolakan seperti ini dari sang Mama.
Entah kenapa perintah Mamanya tidak bisa dia tolak, apakah Mia harus merelakan cintanya dan memilih orang tuanya.
Kenzo menatap Bibi Emi yang sedang tersenyum menatapnya sambil membawa dua gelas minuman.
"Nak Ken, minumlah, maaf di sini tidak ada camilan yang di suguhkan!" Kenzo merasa ucapan Mama dari kekasihnya itu sedikit berbeda.
__ADS_1
"Terima kasih Bibi, lalu dimana Mia?" Tanya Kenzo matanya melihat ke arah dapur.
"Mia sedang berada di dalam kamar mandi, sepertinya malam ini dia harus menginap di rumah," Kenzo terkejut mendengar ucapan wanita paruh baya itu.
"Kenapa Mia harus menginap di rumah? Bibi sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu, aku telah melamar Mia kemarin malam, dan aku juga memutuskan untuk menikah dengan Mia setelah kita lulus kuliah, jadi tolong jangan persulit hubungan kami," Kenzo menatap Bibi Emi penuh harap.
Dia tadi sedikit mendengar perdebatan antara Mia dan Mamanya, Bibi Emi menyebutkan masalah kasta, Kenzo paham apa yang di takutkan oleh Mama dari Mia itu.
Sedangkan Bibi Emi sangat terkejut mendengar apa yang di ucapkan Kenzo.
"Tidak boleh, maaf tuan Ken, anda tidak boleh melakukan ini pada putri saya, aku tidak mengizinkan Mia menjalin hubungan yang lebih dengan Mia!"
"Mama! Cukup! Jangan pisahkan aku dan Kenzo, aku tahu kasta kita berbeda dengan Kenzo, tapi kita semua adalah manusia yang sama di mata Tuhan, aku sangat mencintai Kenzo, begitu pun sebaliknya, Kenzo benar-benar mencintai ku sepenuh hati, jadi izinkan kami bersama Mama!" Seru Mia berlari ke arah Kenzo dan memeluknya.
Bibi Emi terlihat mengeraskan rahangnya.
"Mia, sadarlah, buka matamu! Kita tidak bisa di tundukkan begitu saja!" Seru Mommy pada Mia.
"Tidak Mama, aku sangat mencintai Kenzo!" Bibi Emi menjadi sangat marah, diapun langsung menarik lengan Mia dan membawanya masuk ke dalam kamar.
"Tuan muda Ken, tolong tinggalkan putriku dan mulai saat ini jangan pernah menemui Mia kembali!" Kenzo ingin sekali mengejar Mia tapi semua itu diq urung kan.
Sepertinya ujian cintanya baru saja di mulai, menghadapi calon Mama mertua memang tidaklah mudah, apalagi calon mertuanya itu tidak doyan harta.
Sedangkan di dalam kamar, Mia menangis meratapi nasibnya. Bibi Emi menatap sedih ke arah putrinya itu.
"Sayang, semua ini demi kebaikan mu dan juga keluarga kita, aku tidak mau kamu di gunjing oleh semua orang," ucap Bibi Emi.
Bersambung.
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
Terima kasih ❤️😘😘😘
__ADS_1