
Happy Reading 😊
Zack masuk ke dalam kamar mandi setelah Daniella menyelesaikan acara mandinya. Zack berjalan dengan gontai untuk membersihkan diri.
Sedangkan Daniella menatap punggung sang suami dengan tatapan sendu. Sebenarnya gadis itu hanya mengerjai suaminya saja, mana mungkin Daniella tidak menginginkan malam pertamanya ini.
Meskipun sempat kesal karena Zack mau begitu saja di ajak oleh Felicia untuk bicara berdua, untung saja pada saat itu dia melihat mereka keluar dari ballroom dan mengikutinya.
Zack mengguyur seluruh badannya dengan air dingin untuk menurunkan hasrat yang sudah menggebu, apalagi dia masih dalam keadaan terpengaruh obat perangsang.
Dia merutuki kebodohannya yang kesekian kalinya, mungkin Zack setelah ini akan membatasi dirinya untuk berinteraksi dengan para gadis di luar sana.
Agar tidak ada hal yang terjadi seperti tadi, sangat berbahaya jika pada waktu itu Daniella tidak datang, mungkin saja dia langsung di seret oleh Felicia ke dalam kamar hotel.
Setelah menuntaskan madinya Zack memutuskan untuk keluar dari dalam kamar mandi, meskipun nanti dia harus bisa menahan diri agar tidak menyentuh sang istri.
Zack tidak mau memaksa Daniella untuk melayaninya kalau sang istri tidak mengizinkan, Zack sangat mencintai Ell, tidak ingin membuat nya sakit hati karena paksakan.
Ceklek!
Zack membuka pintu dan melangkah keluar, tapi tiba-tiba matanya membulat sempurna ketika melihat pemandangan yang ada di hadapannya saat ini.
"Sayang," Daniella melangkah mendekat ke arah Zack dengan menggunakan Lingerie yang seksi. Memperlihatkan semua lekuk tubuh indahnya.
Glek!
Zack menelan salivanya ketika di suguhi pemandangan yang seperti itu, adiknya yang masih tegang semakin menegang dan terasa sakit, hasrat yang belum pulih semakin menjadi kala melihat sang istri yang menggunakan baju transparan itu
Sial, kenapa harus tidak pakai bra segala, bisa gila aku nanti! batin Zack.
"Kok diam saja, hem," Daniella mengalungkan tangannya ke leher Zack dan mencium bibirnya sekilas.
"Sayang, kenapa pakai lingerie seksi seperti ini, nanti kalau aku khilaf bagaimana?" Zack pasrah.
__ADS_1
Daniella terkekeh mendengar jawaban suami nya.
"Tidak apa-apa khilaf, kan sudah sah," Zack semakin menelan salivanya ketika Daniella menekan tubuhnya itu.
"Sayang, apa maksudmu? jangan membuatku galau!"
Daniella tersenyum menggoda.
"Malam ini aku akan menyerahkan semuanya untukmu suamiku!"
Mata Zack berbinar menatap wajah cantik istrinya yang terlihat sangat seksi itu.
"Benarkah sayang?" Daniella mengangguk mantap.
Zack langsung mendekatkan bibirnya dan mencium bibir merah merekah Daniella, bibir mereka salih bertautan.
Zack mendorong sang istri ke arah ranjang masih dengan bibir yang menempel, saling membelitkan lidah dan menyusuri deretan gigi di dalam sana.
"Sayang, malam ini aku akan menjadikanmu milikku seutuhnya, hanya milikku istriku," ucap Zack kembali menyerang Daniella dengan sentuhan mautnya.
"Tentu sayang, malam ini aku akan membuka segelmu, selamat tinggal perjakakku!"
Daniella tersenyum lebar, kemudian dia mulai menyentuh adik Zack yang sudah keras itu.
Sentuhan itu membuat Zack mengerang nikmat, perlahan dia membuka lingerie seksi milik Daniella. Tubuh indah Daniella selalu menjadi candunya dan akan bisa dia lihat setiap hari.
Zack mencium bibir Daniella kembali, kali ini tangan-nya menyentuh dada tanpa pelindung itu. Suara desa han merdu Daniella terdengar seksi di telinga Zack. Membuat libidonya semakin naik.
Tangannya semakin turun dan menyentuh bagian sensitif dari sang istri.
"Sudah basah sayang," bisik Zack di telinga Daniella.
Selagi tangan-nya menyentuh bukit kembar itu, bibirnya bermain di bawah sana membuat Daniella men desah tertahan.
__ADS_1
Zack merasa kepalanya sudah sangat pening dan ingin segera di salurkan. Akhirnya dia membuka handuk yang melilit di pinggangnya dan segera mengukung sang istri kembali.
Daniella menatap senjata amunisi yang siap meledak itu, diapun memegang senjata dan mengarahkan ke tempat sasarannya.
Sulit sekali, Zack berusaha sekuat tenaga untuk membuka segel yang masih merekat kuat. Satu kali, dua kali, dan di hentakan ke tiga berhasil masuk setengah.
Daniella berusaha menahan rasa sakit itu dengan menggigit bibir bawahnya, Zack merasakan sesuatu berwarna merah mengalir di sana, hatinya berdebar-debar, degupan jantung bertalu kencang.
Akhirnya dia menggerakkan tubuhnya kembali mendorong ke tempat yang sangat sempit itu dan masuk sempurna.
Lega sudah yang di rasakan Zack karena selama ini adiknya selalu ngambek dan tidak mau masuk ke lubang nikmat itu.
Zack mencium bibir Daniella kembali untuk mengalihkan rasa sakit yang di rasakan oleh sang istri. Pria itu tahu bahwa sedari tadi Daniella menahannya.
Perlahan tapi pasti Zack menggerakan tubuhnya perlahan untuk membiasakan diri di lubang sempit itu.
"Aku sangat mencintaimu sayang ku!" kalimat-kalimat cinta selalu di bisikan Zack di telinga sang istri.
Menandakan bahwa dia sangat bangga memiliki istri seperti Daniella. Akhirnya malam itu menjadi malam pertama pasangan pengantin baru untuk memadu kasih di kamar hotel tersebut dengan penyatuan tubuh mereka hingga dini hari.
"Terima kasih sayang," Zack mencium kening Daniella yang basah penuh keringat itu lama.
"Sama-sama sayang," jawab Daniella tersenyum.
Bersambung ...
Nanti up lagi ya untuk malam yang panjang pasangan pengantin baru itu. Tapi gak bisa fulgar sekarang, banyak sekali peraturan dari pihak noveltoon untuk hati-hati dalam menulis adegan seperti ini.
Mudah-mudahan lolos ya 🙏
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
__ADS_1
Terima kasih ❤️😘😘😘