Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya


__ADS_3

Happy Reading 😊


Setelah Daddy Danish mengatakan akan memindahkan perawatan Arshel ke Washington DC dan langsung segera di jemput pesawat pribadi Daddy, saat ini putranya itu sedang memasang tampang kesal.


Pasalnya Evelyn tidak bisa menjaganya setiap saat, Daddy Darren juga pasti akan melarang putrinya itu untuk bolak balik Florida- Washington DC yang jaraknya lumayan jauh itu.


"Arshel, kenapa tidak di makan nak?" Mommy Lula masuk ke dalam ruang perawatan VIP di rumah sakit milik keluarganya.


"Aku tidak bernafsu Mom," Arshel memindahkan nampannya ke atas meja.


"Mau di siapi Mommy?" goda Lula.


Arshel menggeleng pelan, masa iya dia harus di suapi oleh sang Mommy. Padahal tangan-nya juga tidak sakit.


"Pengennya di suapi Evelyn ya?"


Arshel membulatkan matanya mendengar ucapan dari Mommynya.


Tau aja nih Mommy, lalu kenapa aku harus di pindahkan ke sini!!


"Anggap saja Mommy ini adalah Evelyn ya?" Lula mengambil nampan berisi makanan untuk Arshel itu.


"Tidak Mom, aku tidak lapar!" Lula mendesah.


Sepertinya Arshel ini sudah tidak Amnesia lagi, kalau iya kenapa hanya Evelyn yang di ingatnya? Lula membatin.


"Apa kamu tahu nak, dulu kamu sering minta di suapi oleh Mommy pada saat Mommy sedang sibuk, kamu ingat?"


Arshel hanya diam, moodnya benar-benar sudah hilang. " Mom, kenapa aku harus di pindahkan ke sini? padahal aku yakin akan cepat sembuh kalau di rumah sakit Florida."


Lula mengangkat sebelah alisnya, aneh sekali sikap Arshel ini, kenapa dia bisa bicara seperti itu. Sepertinya dugaannya memang benar, apalagi melihat hasil pemeriksaan dari dokter terbaik di kota itu kalau luka di kepala Arshel tidak terlalu dalam.


"Berarti kalau kamu di rawat di sini tidak bisa cepat sembuh ya?" Arshel sedikit terkejut dengan ucapan Mommynya.


"Bukan seperti itu Mom, kalau di sanakan selalu ada Evelyn yang merawatku dengan baik, aku juga akan segera sembuh!"


Ternyata memang benar kalau yang di inginkan dan pikirkan Arshel hanya Evelyn, sepertinya Mommy punya cerita untuk Daddy bahwa Arshel sudah sembuh dan ingatannya juga sudah pulih.


"Apa hanya Evelyn yang kamu ingat sayang?"

__ADS_1


Arshel memandang wajah sang Mommy dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Sepertinya iya Mom," jawab Arshel mengalihkan pandangannya.


Lula sedikit terkekeh dengan tingkah laku putranya satu ini.


"Mom, pinjam ponselnya, aku ingin menelepon seseorang."


"Siapa? pasti Evelyn?"


"Iya Mom, siapa lagi! sudah dua hari aku tidak mendengar suaranya."


Lula menggelengkan kepalanya dan segera mengambil ponsel miliknya untuk di serahkan pada sang putra.


"Tapi sayangnya Mommy tidak punya nomer Evelyn sayang," jawb Lula pura-pura lesu.


Arshel semakin terlihat kesal karena sepertinya keinginannya tidak tercapai. Baiklah dia harus bersabar demi tekadnya itu.


###


Lula menceritakan semua tentang perkembangan Arshel kepada sang suami, sepertinya Danish juga berpikiran yang sama dengan istrinya itu.


"Lalu apa rencana mu sayang?" tanya Lula.


"Kalau hasil penyelidikan dan pemeriksaan dari rumah sakit di Florida, Arshel seharusnya bisa langsung mengingat beberapa jam setelah dia sadar sayang, maka dari itu aku membawa Arshel ke sini karena ingin memberi sedikit pelajaran pada putra kita itu, sejak awal aku sudah curiga makanya aku bersikap biasa saja," ucap Danish.


"Ck, benar-benar sangat mirip dengan mu ya!" ucap Lula berdecak.


Danish menarik tubuh Lula dalam dekapannya.


"Aku baru menyadari kalau Arshel seperti diriku, dulu aku bisa melakukan apapun demi mendapatkan cintamu lagi sayang," Danish mencium pipi Lula.


"Dan sekarang putra kita memakai cara seperti ini agar kamu mengizinkannya untuk keluar dari akademi militer, kemudian dia bisa bersama dengan Evelyn," Lula menambahkan.


"Aku akan menemui Darren dan membicarakan masalah anak-anak yang sudah tidak betah untuk ingin di nikahkan, apa kamu mau ikut sayang? sekalian kita mengunjungi makam ibu," Lula mengangguk dan tersenyum.


"Baiklah, kapan kita ke Florida?"


"Besok pagi-pagi sekali jadi sebaiknya kita tidur sekarang, Kenzo dan Zack saat ini berada di rumah sakit untuk menjaga Arshel."

__ADS_1


"Baiklah ayo, tapi tidur beneran ya?"


"Iya sayangku, istriku yang cantik dan seksi!" Danish langsung mengangkat tubuh Lula dan di letakkan di atas ranjang.


Sedangkan di rumah sakit.


Kenzo mencoba untuk bertanya kepada Arshel tentang apa yang telah di alami olehnya waktu kecelakaan itu.


"Apa kamu masih belum mengingat apapun?"


"Belum," jawab Arshel malas.


"Bagaimana bisa kamu berada di Florida saat itu Arshel?" tanya Kenzo lagi.


"Entahlah, aku tidak ingat."


Zack duduk di sofa sambil berbalas pesan dengan istrinya.


"Aku dengar dari Daddy dan Mommy pada saat mereka mengobrol di ruang keluarga, kalau kamu bisa mengingat kami semua lagi dan ingatanmu sembuh Dad akan melamar Evelyn untuk mu, tapi sepertinya rencana itu akan di undur dulu karena kamu masih belum sembuh."


"Jangan di undur!" Seru Arshel membuat Zack dan Kenzo langsung melotot ke arahnya.


Arshel langsung menyandarkan tubuhnya.


"Kenapa? Evelyn pasti tidak akan mau menikah denganmu kalau kamu masih amnesia?" ucap Kenzo.


"Ya benar, masa menikahi orang yang tidak mengenal kita, pasti itu sakit sekali rasanya." Kenzo dan zack saling memandang.


Arshel tiba-tiba mendadak pusing, dia pun memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Aaww! Sakit sekali!!"


Kenzo langsung memencet bel untuk memanggil dokter.


"Tahan Arshel, sebentar lagi dokter akan segera datang!" Ucap Zack.


Kenzo dan Zack saling memandang dan tersenyum.


Bersambung.

__ADS_1


WARNING!!


Hai akak Reader tercinta othor minta gift kopi β˜•dan bunga yang banyak biar bisa masuk Ranking Hadiah. Biar novel ini masuk Ranking terus mohon dukungannya lagi dengan cara kasih gift πŸŒΉβ˜•πŸ‘ˆ othor juga mau donk sekali-kali novel othor masuk Ranking 10 besarπŸ™πŸ™


__ADS_2