
Happy Reading 😊
Danish dan Lula sedang berada di balkon kamar, di rumah Lula yang berada di Florida tepatnya rumah peninggalan sang ibu, mereka sedang menatap langit yang penuh bintang di sana.
Rumah itu memang tidak terlalu besar bisa dibilang ukurannya cukup kecil dibandingkan dengan kediaman Danis Alvares di Washington DC, tetapi rumah itu cukup nyaman untuk ditinggali. Rumah itu berlantai dua dengan akses kayu yang menjadi lantai atas.
Kedua suami istri itu sedang merasakan kebahagiaan yang tiada tara, tidak pernah menyangka bahwa akan secepat itu ngunduh mantu dalam waktu yang hampir bersamaan.
"Sepertinya baru kemarin aku melahirkan triplet baby yang lucu-lucu dan menggemaskan, waktu berlalu begitu cepat, aku tidak pernah menyangka akan mempunyai ketiga menantu secara hampir bersamaan," ucap Lula tersenyum memandang ke arah depan.
Danish menyentuh tangan sang istri dan menggenggamnya lembut.
"Kamu memang istri dan Mama yang hebat sayang, membesarkan kedua putra dan putri kita, dan mendidik baik mereka sampai mereka menikah. Aku benar-benar beruntung bisa memiliki istri yang cantik dan pintar seperti dirimu." Danish mencium tangan Lula dengan penuh cinta.
"Aku hanya memainkan peranku dan berusaha dengan baik sayang, tapi terkadang harus bisa sabar menghadapi mereka, mereka selalu mencariku untuk melakukan apapun yang mereka mau, mereka baru akan mencarimu kalau sudah mendapatkan hukuman dariku. Sungguh anak-anak yang menggemaskan." Jawab Lula tersenyum.
Wanita yang sudah berusia lebih dari empat puluh tahun tetapi masih terlihat sangat cantik dan awet muda itu menerawang jauh mengingat masa lalu yang menurutnya terasa berlalu begitu cepat.
"Ya.. memang mereka sangat dekat dengan dirimu sayang tetapi tidak dipungkiri, aku juga terlalu sibuk bekerja walaupun selalu menyempatkan waktu di akhir pekan untuk bisa bermain dengan mereka," jawab Danish
Iya sayang kamu benar kamu juga sudah menjadi ayah yang baik untuk mereka dan terima kasih telah memberikan kami kasih sayang yang berlimpah
"Akulah yang seharusnya berterima kasih padamu sayang, berkat adanya dirimu yang hadir dalam hidupku, benar-benar membuat hidupku menjadi lebih sempurna." jawab Danish.
__ADS_1
Kemudian Danish membawa Lula masuk ke dalam kamar dan seperti biasanya dia akan selalu meminta dimanjakan oleh istri tercintanya itu.
####
Setelah mengalami malam panjang yang begitu nikmat dan lembut, Arshel dan evelyn keluar dari dalam kamar dan pergi menuju ke ruang makan.
Mereka di sambut oleh senyuman ramah dari Mommy Candy dan Daddy Darren yang sudah menanti mereka di meja makan.
"Wah, pengantin baru, ayo sini nak.. Kita sarapan dulu." Ucap Mommy Candy.
Arshel dan evelyn berjalan ke arah meja makan, dan ikut bergabung dengan kedua orang tua mereka.
"Ingat ya anak-anak, kalian sekarang sudah menikah dan menjadi pasangan yang sudah terikat dalam hubungan yang suci, kalian harus tahu bagaimana menghadapi kehidupan kedepannya, jaga hubungan suci ini dan jangan pernah menodainya, harus saling percaya dan berkomunikasi itu hal yang paling penting." Nasihat Mommy Candy.
"Iya betul yang dikatakan Mommy, kalian harus saling menjaga hubungan ini, karena ini adalah awal dari kehidupan baru setelah pernikahan, jadi pasti akan banyak sekali kesulitan dan rintangan yang akan kalian hadapi," Nasihat sang Daddy.
"Iya Mom, Dad, kalian tenang saja, aku pasti akan selalu membuat Evelyn bahagia bersama keluarga kecil kami," ucap Arshel.
Pria itu memandang sang istri dengan penuh cinta, keinginannya untuk bisa bersama Evelyn selamanya akhirnya terwujud. Tentu saja dia tidak akan menyia-nyiakan hidupnya dan akan selalu membahagiakan Evelyn dan anak-anak mereka kelak.
"Evelyn juga akan berusaha menjadi istri yang baik dan juga Mama yang baik untuk anak-anak kita nanti." Ucap Evelyn tersenyum memandang kearah sang suami.
Daddy Darren dan Mommy Candy tersenyum memandang kedua pasangan suami istri yang terlihat binar kebahagiaan di mata mereka.
__ADS_1
Semua orang terlihat begitu bahagia, terpancar aura kebahagiaan di ruangan itu.
Setelah sarapan rencananya Arshel akan mengajak Evelyn ke rumah Mommy Lula. karena hari ini Daddy Danish dan Mommy Lula beserta saudara-saudaranya akan kembali ke Washington DC.
Evelyn dan Arshel sudah berada di perjalanan menuju ke rumah Mommy Lula, rencananya mereka akan membelikan oleh-oleh untuk keluarga besarnya.
Evelyn meminta sang suami untuk berhenti di sebuah toko kue, dia akan membeli beberapa kotak kue untuk diberikan kepada para pekerja dan pelayan di kediaman Daddy Danish.
Sebagai bentuk ucapan terima kasih dan syukuran atas pernikahan mereka yang tidak bisa mengundang mereka ke acara tersebut.
Evelyn masuk ke dalam toko kue itu bersama Arshel. "Evelyn apa kabar?" tiba-tiba ada seorang pria menyapa Evelyn di toko kue itu.
Arshel dan Evelyn menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"Hai Kevin, Kamu sedang apa di toko ini?" tanya Evelyn yang sepertinya sudah dah mengenal pria itu.
"Aku pemilik toko ini, lihatlah bagaimana janjiku padamu, bukankah aku hebat sekarang?" ucap pria itu tersenyum.
"Wah ternyata kamu benar-benar bisa membuka toko kue mu sendiri ya? hebat sekali!" ucap Evelyn tersenyum senang.
Arshel memandang tidak suka dengan interaksi antara istrinya dan pria itu.
"Sayang ayo cepat kita segera membeli oleh-olehnya nanti Mommy dan Daddy keburu pulang ke Washington DC!"
__ADS_1
Bersambung.