Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Masa Lalu Itu Kamu


__ADS_3

Happy Reading 😊


Florida.


Sherena mendapatkan sebuah pesan dari nomer yang tidak di kenal. Gadis itu mengerutkan keningnya ketika sebuah foto yang di kirim ke ponsel Sherena menampilkan sebuah tempat yang terlihat tidak asing.


"Kenapa tempat ini tampak tidak asing, apa maksudnya ada yang ngirim gambar ini kepadaku?" Gumam gadis itu.


Sedangkan di sisi lain.


Zarco tampak sedang berfikir, entah kenapa firasat nya mengatakan bahwa Sherena adalah gadis yang menyelamatkan nyawanya 7 tahun yang lalu.


Meskipun Antony sudah memberikan data tentang Sherena tetapi Zarco tetap saja tidak bisa mendapatkan informasi apapun tentang tragedi tujuh tahun itu.


'Apa kamu mengingat tempat itu?'


Terkirim.


Setelah mengirim gambar tempat lokasi di mana Zarco tenggelam tujuh tahun lalu, kemudian ia mengirim pesan lagi.


Entah mengapa Zarco masih tetap beranggapan bahwa Sherena itu adalah gadis yang telah menyelamatkan-nya. Zarco sangat ingat raut wajah gadis itu, sama persis dengan raut wajah Sherena saat sedang serius ketika ia menjelaskan tentang persentasinya tempo lalu.


Apalagi senyum kelegaan yang Sherena pancarkan, benar-benar sama persis ketika gadis berambut pendek seperti anak laki-laki yang menyelamatkan nya tujuh tahu lalu memperlihatkan perasaan lega saat presentasi nya di terima.


Ting!


Sebuah pesan masuk. Mata Zarco berbinar kala mendapatkan balasan dari Sherena.

__ADS_1


'Tempat apa itu?'


Zarco sedikit kecewa dengan jawabannya. Apa ia benar-benar salah mengira. Tapi Zarco masih penasaran, ia mengirim pesan balasan lagi.


'Itu tempat di mana tujuh tahun lalu aku tenggelam dan di selamatkan oleh seorang gadis tomboy, tapi sampai sekarang aku masih belum mengucapkan terima kasih padanya'


Di sisi Sherena, gadis itu sangat terkejut melihat pesan yang di kirim oleh Zarco.


"Apa dia mengingat wajahku? Aahh bagaimana ini?? apa sebaiknya aku mengaku saja, tapi aku malu!!" Sherena tampak bingung sendiri.


Sudah sepuluh menit gadis itu tidak membalas pesan itu, masih bingung dan menimang, antara ingin menjelaskan atau tidak.


Sampai tiba-tiba sebuah ketukan pintu membuyarkan kegalauan nya.


"Sayang, apa kamu belum tidur?" Terlihat Mama Evelyn masuk ke dalam kamarnya.


"Belum Ma, ada apa?" Sherena meletakkan ponselnya di atas meja.


Sherena nampak berfikir, kenapa harus dia lagi yang bertemu dengan perwakilan dari perusahaan itu. "Kenapa bukan Aland saja, Ma? Shrena ada pekerjaan lain."


"Aland juga sibuk, pokoknya kamu harus mewakili Papa, oke sayang, Mama pergi ke kamar dulu, udah di tungguin Papa nih," ucap Mama Evelyn membuat Sherena memutar bola matanya.


"Dasar, Mama dan Papa selalu saja membuat jiwa jombloku meronta!!" Sherena berkacak pinggang.


Washington DC.


Rigen terlihat sedang menata rambutnya di depan cermin, sepertinya dia harus segera melakukan perubahan terhadap tatanan rambut dan gaya pakaiannya.

__ADS_1


Meskipun Rigen hampir menutup diri dari publik tapi masih saja ada segelintir orang yang tahu bahwa pria itu adalah salah satu pewaris dari keluarga Alvares.


Terlihat sang Mommy Mia masuk ke dalam kamarnya, dia menatap wajah tampan sang putra satu-satunya itu dengan tatapan yang kagum.


"Putra Kenzo memang sangat tampan, untung saja wajahmu hampir keseluruhan mirip sama Mommy, hanya matanya yang mirip dengan Kenzo.


Mulai dari hidung, bibir bahkan rambut, semua hampir sama persis dengan Mommy-nya.


"Rigen memang anaknya Mom, dan Dad mungkin hanya Papa angkat, entahlah." Mia melotot mendengar ucapan dari putranya itu.


"Siapa yang mengajarimu bicara seperti itu? Bisa-bisanya mengatakan kalau Daddy Kenzo adalah Papa angkat mu? Terus kamu bisa lahir ke dunia ini dari benihnya siapa? Benih jagung?" Mia mendelik sedangkan Rigen terkekeh mendengar omelan Mommy-nya.


"Masalahnya Dad itu kalau sama aku nggak ada Sayang sayangnya, setiap hari selalu mengomel ngomel nggak jelas,, kayaknya aku ini memang bukan anak papa deh."


Mia langsung memberikan jeweran di telinga putranya itu. "Enak aja ngatain diri kamu sendiri bukan anaknya Daddy Kenzo! kalau ada yang dengar kata-kata mu ini, bisa-bisa mereka mengira Mom telah selingkuh dari Daddy-mu!"


Rigen memang sangat suka menjahili Mommy-nya, anak itu selalu mengatakan pada sang Mommy kalau Dad tidak sayang dan selalu marah-marah padanya, karena Dad Kenzo selalu menyuruhnya untuk belajar mengelola perusahaan agar bisa menjadi orang hebat seperti kedua orang tuanya itu.


Sebenarnya Rigen sudah memiliki usaha sendiri, dia tidak suka mengelola perusahaan yang bukan dari hasil kerja kerasnya. Rigen ingin bisa berbisnis sendiri dan semuanya di mulai awal. Padahal kalau Rigen sudah menurut dari awal, sudah di pastikan dia akan menggantikan posisi Daddy-nya saat ini.


Perusahaan Alvares Group mempunyai beberapa cabang. Alvares yang di kelola Danish dari awal sudah menjelma sebagai salah satu perusahaan terbesar di Washington DC.


Rigen mengaduh sambil meringis. "Iya-iya Mom, aku kan cuma bercanda! lagian tadi Mommy kenapa masuk ke kamar Rigen?" Tanya Rigen serius.


Mia menepuk jidatnya, dia baru ingat dengan tujuannya untuk mencari sang putra. "Mom mau mengajak kamu ke acara amal, Dad gak bisa anter karena sedang sibuk."


"Aku gak mau Mom, kenapa juga harus ikut Mommy ke acara yang membosankan seperti itu." Gerutu Rigen.

__ADS_1


Bersambung.


Maaf baru bisa up 🙏🙏


__ADS_2