Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Malaikat Ku


__ADS_3

Happy Reading 😊


Zarco menyimak dengan seksama penjelasan dari Sherena, pria itu terus memandangi wajah cantik gadis yang sejak tadi mengusik hatinya itu.


"Seperti itu tuan, bagaimana menurut tanggapan anda?" Sherena tersenyum manis setelah selesai menjelaskan presentasinya. Gadis itu berharap bahwa perwakilan dari perusahaan FG grup itu mau bekerjasama dengan perusahaan SKY grup.


"Maaf, tuan Zarco, apa anda tidak menyukai presentasi saya?" Tanya Sherena membuyarkan lamunan Zarco yang sejak tadi terlihat menatap terus ke arahnya.


"Ehm, tidak, maksudku aku akan menyerahkan semua pada Antony, bagaimana menurutmu?"


Antony menaikkan sebelah alisnya melihat tingkah atasannya itu.


'Tidak biasanya tuan Zarco terlihat tidak fokus seperti ini, bahkan sejak tadi seperti nya tuan Zarco terlihat menatap nona Sherena tanpa berkedip, benar-benar tidak seperti tuan Zarco' batin Antony.


Zarco selama ini tidak pernah tertarik pada seorang wanita, meskipun banyak yang menyukainya, tetapi pria itu seakan menutup diri dari para wanita yang mengejarnya.


Hanya satu wanita yang dekat dengan Zarco yaitu Priska, teman sejak kuliah dan sahabat baik pria itu. Selain Priska, Zarco tidak mau dekat apalagi berhubungan dengan wanita manapun.


"Menurutku kerja sama ini lumayan bagus dan bisa menguntungkan kedua belah pihak, aku setuju saja, bagaimana dengan anda tuan Zarco?" Tanya Antony.


Zarco berdehem sebentar. " Kalau kamu setuju, aku juga setuju saja." Jawab Zarco.


Pria itu merasa tidak fokus dengan meeting nya hari ini karena kehadiran Sherena. Entah kenapa wajah Sherena benar-benar membuat pria itu tidak bisa berkonsentrasi.


Wajah yang selalu hadir di dalam mimpinya. Seorang wanita di masa lalunya yang dulu pernah menyelamatkan hidupnya. Tapi entah di mana wanita itu sekarang? setelah kejadian waktu itu, Zarco tidak bisa mencari tahu keberadaan gadis berambut pendek seperti anak laki-laki itu karena harus bersekolah di Australia. Mulai saat itu dia harus melupakan sang gadis.


Tapi entah kenapa akhir-akhir pria itu sering bermimpi tentang gadis itu, terkadang dia juga bermimpi telah di selamatkan saat akan tenggelam, persis seperti kejadian 7 tahun yang lalu. Tapi Zarco belum bisa menemukan gadis itu sampai saat ini, karena dia juga tidak mempunyai petunjuk apapun. Hanya wajahnya yang imut dan senyuman manis gadis berambut pendek yang Zarco ingat.


"Terima kasih tuan-tuan karena telah menyukai presentasi saya, kalau begitu kita bisa langsung menandatangani perjanjian kontrak selama dua tahun untuk kerja sama kita." Ucap Sherena lagi-lagi membuyarkan lamunannya.


'Kenapa Zarco menatapku terus seperti itu, apa dia mencoba mengenali ku? Ah tidak mungkin, pasti dia tidak pernah mengingatku. Kalau memang dia ingat padaku pasti sudah lama dia mencari ku bukan? Lalu setelah kejadian itu juga tidak ada orang yang mencari ku sekedar berterima kasih, ah sudahlah,, memang itu yang aku harapkan'

__ADS_1


Zarco segera menandatangani kerja sama itu, setelah menorehkan tinta di atas kertas Zarco segera menyerahkan nya pada Sherena dan langsung di tandatangani juga oleh gadis itu.


"Terima kasih tuan-tuan, karena sudah mempercayai perusahaan kami, kalau begitu saya permisi dulu!


"Tunggu sebentar," seru Zarco menghentikan langkah Sherena.


"Jangan pergi dulu, nona?" Zarco hampir menyentuh tangan Sherena tapi diurungkan kembali.


Sherena memandang pria itu dengan dahi mengkerut. Sedangkan Antony juga ikut menaikkan sebelah alisnya melihat tingkah atasannya itu yang hari ini benar-benar aneh.


"Maaf, aku tidak bermaksud tadi, sebenarnya aki hanya ingin menawarkan kamu makan siang, apakah kamu mau menerima tawaran ku, nona?" Tanya Zarco menggaruk tengkuknya.


Antony merasa bahwa atasannya itu sedikit berbeda, benar-benar tidak seperti Zarco yang biasanya.


'Apakah tuan Zarco tertarik terhadap nona Sherena' batin Antony.


"Maaf tuan, bukan bermaksud untuk menolak, tetapi tadi saya sudah makan siang,, lagian ini juga sudah hampir jam setengah tiga sore, apakah anda belum makan tuan?" Tanya Sherena.


Zarco terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kenapa dia bisa menawarkan makan siang pada Sherena? Padahal jam makan siang sudah lewat. Ah, sungguh memalukan sekali.


"Maksud tuan Zarco, apakah anda mau makan malam dengannya?" Ralat Antony. Asisten itu tau kalau bosnya sedang tidak fokus karena entah apa yang di pikirkan.


Sherena semakin bingung dengan kedua pria yang ada di hadapannya itu.


Sedangkan Zarco merasa tertolong dari rasa malu karena salah ucap. Sebenarnya Zarco hanya ingin tetap bersama Sherena, dia mengatakan hal itu agar Sherena tidak jadi pergi, tapi ternyata pernyataan nya salah dan malah semakin membuatnya malu.


Untung saja Antony sigap dan langsung bisa mengatasi masalah dengan cepat. Membuat Zarco merasa tertolong.


"Makan malam?" Tanya Sherena.


Sebenarnya kenapa tiba-tiba Zarco mengajakku makan malam? bukankah kita juga baru saja kenal?

__ADS_1


"Iya nona, apakah anda mau?" Tanya Antony.


Sherena menatap Zarco yang sedari tadi diam saja. "Maaf, saya hanya ingin penuturan yang keluar dari mulut tuan Zarco sendiri, kalau yang meminta izin padaku anda, berarti anda yang akan keluar bersama saya, tuan Antony."


"Eh, tidak maksud saya..!"


"Nona Sherena, maaf tidak perlu di dengarkan ucapan asisten saya, baiklah, kami juga harus segera kembali ke kantor, sampai jumpa." Zarco langsung berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Sherena yang sedang membulatkan mulutnya tidak percaya mendengar ucapan dari Zarco.


"Dia kenapa sih?" Gumam Sherena.


Di perjalanan.


"Tuan, apakah anda menyukai nona Sherena?" Tanya Antony menatap atasannya itu dari kaca spion depan.


"Selidiki gadis itu, aku hanya penasaran saja," jawab Zarco kembali dingin.


"Tapi tadi anda bahkan menahannya untuk tidak pergi, benar-benar bukan seperti anda, tuan?" Lanjut Antony.


Zarco menghela napas, asisten nya itu tidak akan berhenti bertanya kalau pertanyaan yang membuatnya penasaran belum terjawab.


"Aku hanya merasa tidak asing dengan wajah itu, gadis itu benar-benar mirip dengannya!" Jawab Zarco.


"Mudah-mudahan memang pencarian anda terhadap gadis itu bisa ketemu dan berbuah hasil tuan, kita merasa kesulitan karena tidak ada jejak yang di tinggalkan oleh penyelamatmu itu, hanya tuan yang ingat bagaimana wajahnya." Jawab Antony.


"Maka dari itu, sejak pertama kali melihat Nona Sherena, entah kenapa wajahnya benar-benar tidak asing, bahkan wajah itu sangat mirip dengan gadis yang telah selamatkanku 7 tahun lalu." Zarco menatap ke arah luar jendela.


Berharap bahwa dia segera menemukan gadis yang telah menyelamatkannya. Pria itu ingat bahwa dia belum sempat mengucapkan terima kasih.


Aku berharap kita bisa di pertemukan kembali, aku hanya ingin bisa membalas budi padamu, misalkan kamu sudah berkeluarga aku akan menjadikanmu saudara. Tapi aku harap belum terlambat untuk ku mengatakan semua rasaku padamu, malaikat ku..!!!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2