
Happy Reading 😊
Alice dan Brian sudah melakukan chek in di hotel itu, mereka berdua segera masuk ke dalam lift dengan saling berpegangan tangan dan tatapan mesra.
Saat berada di dalam lift Alice mengalungkan tangannya di leher Brian sambil tersenyum kemudian mencium bibir Brian lembut.
Brian membalas ciuman itu dengan menekan tengkuk Alice untuk memperdalam ciuman mereka.
"Aku tidak menyangka bisa mendapatkan jabatan Presdir itu dengan sangat mudah, sayang kapan kamu akan bercerai dari suamimu yang tua itu!" ucap Brian yang usianya lebih muda 3 tahun dari Alice.
"Aku masih belum bisa bercerai dengannya sayang, aku harus bisa memaksa Liora untuk secepatnya menikah dengan sahabatnya suamiku itu, kalau dia sudah menikah aku akan dengan mudah mendapatkan State Group," jawab Alice tersenyum mengelus dada bidang Brian.
"Bagus sayang, aku harap putri tirimu itu mau menuruti perintah kalian, jadi sebentar lagi kita akan menjalankan aksi yang sudah dirancang dengan sangat bagus," ucap Brian mencium bibir Alice lagi.
Kebetulan di dalam lift itu memang hanya ada mereka berdua, jadi mereka bisa bermesraan sesuka hati mereka tanpa takut gangguan dari orang lain.
Pasangan selingkuh itu memang sudah merencanakan sesuatu, Alice yang dari dulu sudah mengincar harta Tuan Xavier itu rela menjadi istrinya dan berpura-pura menjadi wanita polos yang terlihat lugu.
Darren, Candy dan Liora masuk ke dalam hotel tersebut, sebelumnya Liora sudah menelepon sang Papa agar datang ke hotel itu.
Meskipun Liora sudah mempunyai bukti perselingkuhan Alice dan Brian di video yang dia dapat dari Nickolas tapi dia ingin membuktikan sendiri hasil perselingkuhan mereka.
Ketiga orang itu berjalan mendekati resepsionis.
"Maaf saya mau bertanya, apakah ada tamu yang chek in atas nama Alice atau Brian?" tanya Darren kepada resepsionis itu.
"Maaf tuan, kami ingin tahu siapa kalian karena kami tidak ingin sembarangan memberitahu privasi tamu kami," jawab resepsionis itu.
"Alice adalah ibuku, dia tadi chek in di hotel ini bersama selingkuhannya, aku mohon nona, tolong beritahu kami di kamar berapa mereka Chek in, ini menyangkut hubungan keluarga yang akan hancur," ucap Liora memohon.
Darren memberikan sebuah kartu nama pada resepsionis itu.
"Ini kartu namaku," ucap Darren.
Wajah resepsionis itu seketika berubah.
"Maaf tuan Darren, saya tidak mengenali anda, baiklah saya akan memberitahu di mana kamar yang anda ingin tahu, saya cek sebentar," ucap resepsionis itu.
Candy tersenyum dan merangkul lengan Darren, memang suaminya itu sangat terkenal apa sehingga hanya membaca kartu nama resepsionis itu langsung menunjukan di kamar mana Alice dan Brian berada. Batin Candy.
"Tamu dengan nama Brian dan Alice ada di kamat nomer 1008 dilantai tiga tuan," jawab resepsionis yang baru saja melihat data para tamu.
Darren menerima kunci cadangan kamar yang di tempati Alice dan Brian.
__ADS_1
"Terima kasih," jawab Darren.
Liora langsung berjalan dahulu menuju lift dan langsung memencet tombol nomer 3, Darren dan Candy mengekor di belakangnya.
Ting.
Lift terbuka dan mereka bertiga keluar dari dalam lift tersebut.
"Aku sudah memberi pesan kepada Papa di kamar berapa mereka tempati, saat ini Papa dan beberapa wartawan sudah diperjalanan menuju kesini," ucap Liora.
Wanita itu sudah tidak sabar ingin memergoki secara live pasangan selingkuh itu. Dari awal saat sang Papa menikahi Alice, Liora seperti mempunyai feeling bahwa Alice bukan wanita baik-baik.
Meskipun Alice selalu menampilkan wajah cantik polos tapi bagi Liora semua itu penuh dengan kepalsuan.
"Ada wartawan juga!" seru Candy.
"Tentu saja, Papa tidak akan tanggung-tanggung untuk membuat Alice dan Brian malu, meskipun ini akan menjadi sebuah aib bagi keluarga kami tapi aku lebih bangga seperti ini dari pada harus menyimpan perselingkuhan itu," jawab Alice.
Ketiga orang itu terus berjalan mencari kamar nomer 1008 yang ternyata terletak di ujung itu. Liora langsung berjalan cepat dan akan membuka pintu itu dengan kunci cadangan yang di berikan resepsionis tadi.
"Tunggu dulu Liora, apa kamu tidak mau menunggu Papamu dulu?" seru Candy.
Liora menghentikan gerakan tangannya yang akan membuka pintu kamar 1008 itu.
Tiba-tiba dari arah belakang datang tuan Xavier dan segerombolan wartawan yang berjalan dengan cepat.
"Di mana mereka!!" seru Papa Liora itu.
"Di kamar ini Pa!" tunjuk Liora tepat di kamar 1008 itu.
Liora memberikan kunci cadangan itu pada sang Papa, sedangkan di dalam kamar dua manusia yang tidak curiga sama sekali itu sudah membuang pakaian mereka masing-masing.
Alice dan Brian sudah polos tanpa sehelai benangpun, kedua orang itu berciuman dengan sangat panas, saat Brian akan melakukan aksinya memasuki Alice tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar.
BRAAKKK!!!
Pintu kamar terbuka dengan keras sampai menimbulkan bunyi yang membuat Brian dan Alice menghentikan kegiatan mereka.
"Brengsek kalian!!" seru sebuah suara yang membuat Alice begitu terkejut.
Xavier langsung menarik lengan Brian dan memukul wajahnya hingga tersungkur ke lantai, sedangkan Alice langsung menutup tubuhnya dengan selimut kala banyak wartawan yang masuk ke dalam kamar itu.
Liora menghampiri ibu tirinya itu dan langsung menampar wajahnya dengan keras.
__ADS_1
PLAK! PLAK!
Kedua pipi Alice terkena sasaran amukan dari Liora, sedangkan para wartawan sudah mengambil gambar dan lampu kamera menyala di mana-mana.
Xavier masih terus memukul Brian yang keadaannya sudah sangat mengenaskan.
"Sudah cukup tuan Xavier, kalau dia mati anda yang akan di penjara, lebih baik sekarang serahkan kedua orang ini ke polisi dengan bukti-bukti yang sangat kuat," ucap Darren menahan tubuh Xavier.
Candy tidak mau melihat kejadian menyeramkan itu, gadis itu langsung keluar dari dalam kamar ketika mendapati pemandangan yang tidak pantas untuk di lihat.
"Ya Tuhan, aku masih di bawah umur, kenapa mataku harus melihat hal-hal kotor seperti itu! sebaiknya aku cuci mataku saja agar tidak terkontaminasi dengan ku lihat barusan," gerutu Candy.
Gadis itu kemudian berlari masuk ke dalam kamar mandi yang ada didalam kamar itu.
###
Xavier melempar kan berkas perceraian kepada Alice, saat ini mereka sudah berada di kantor polisi karena terbukti melakukan tindakan kejahatan yang telah di rancang oleh Brian dan Alice.
Tentu saja berita tentang mereka berdua langsung menyebar di media dan internet, Papa Brian yang bernama Jeremy begitu murka saat melihat berita tersebut.
Tuan Jeremy yang juga Papa dari Nickolas memang belum terlalu tua, tapi karena penyakitnya itu mengakibatkan tuan Jeremy segera menyerahkan perusahaannya kepada kedua putranya itu.
Tapi setahu Jeremy Nickolas telah pergi ke luar negeri dan tidak mau mengurus perusahaan, jadi kandidat satu-satunya adalah Brian yang ternyata malah membuat nya sangat malu.
"Maaf tuan Jeremy, saya mengganggu waktu anda," tiba-tiba ada seorang perempuan cantik masuk ke dalam ruangan kerjanya.
"Siapa kamu, kenapa bisa masuk ke sini?" tanya tuan Jeremy.
"Saya adalah Liora, calon istrinya Nickolas, saat ini Nickolas sedang melakukan pemulihan dan terapi karena dia habis kecelakaan, jadi saya kesini memberitahukan berita ini kepada anda tuan, saya dan Nickolas meminta restu agar anda merestui pernikahan kami," jawab Liora.
Jeremy memang tidak tahu bahwa Nickolas kecelakaan karena Brian yang menutup berita itu dari Papanya.
"Di mana Nickolas sekarang?" tanya tuan Jeremy.
"Mari ikut saya ke rumah sakit tuan, Nickolas mengalami Amnesia," jawab Liora.
Bersambung.
Bagaimana dengan kisah Liora dan Nickolas ya, apakah semulus Darren dan Candy?
Jangan lupa dukungannya ya akak Reader dengan like, vote dan bunga,🌹🌹🌹🥰🥰🥰
Terima kasih 🥰🥰
__ADS_1