Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Rasa Yang Tidak Bisa Dijabarkan


__ADS_3

Happy Reading 😊


Candy sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit setelah semalam di rawat, Darren memutuskan mengajak Candy ke rumah orang tuanya karena tidak mau Candy sendiri di apartemen.


Saat ini Darren memapah Candy menuju ke mobil yang sudah di persiapkan di halaman rumah sakit oleh sopir pribadinya.


"Aku tidak mau kalau harus harus tinggal di rumah orang tuamu, lebih baik kamu carikan saja asisten rumah tangga agar aku ada yang menemani di apartemen," ucap Candy.


Darren tersenyum dan mengelus rambut istrinya itu, dia tahu kalau Candy tidak mau di suruh tinggal bersama kedua orang tuanya, tapi dia juga tidak mau terjadi apa-apa dengan istrinya itu.


"Sayang, sebaiknya kali ini kamu harus nurut padaku," ucap Darren tidak mau di bantah.


Candy hanya bisa manyun karena harus menurut kali ini, sopir membukakan pintu untuk Candy dan Darren.


Akhirnya mereka pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke rumah orangtuanya Darren.


Mereka tidak sadar ada sepasang mata yang melihat kepergian mereka.


"Darren, kenapa kamu harus menikahi gadis muda itu? selama ini kamu tidak pernah menyambut perasaanku! tapi malah lebih memilih seorang gadis kecil yang polos dan tidak seksi sama sekali, apa yang harus kulakukan agar kamu mau melihat ke arahku!" gumam seorang wanita yang tidak lain adalah Aprilia.


Saudara tiri dari Lula itu memang masih memendam rasa untuk Darren.


Bahkan wanita yang kemarin sengaja menabraknya adalah Aprilia.


###


Liora terlihat lemas karena tidak mau makan apa-apa, saat ini kehamilannya sudah memasuki 8 minggu, Liora benar-benar mengalami mual dan muntah yang lebih parah dari Candy.


Zivana dan Bella selalu berusaha membujuk Liora untuk mau makan atau minum susu, tapi Liora tetap saja masih susah di bujuk.


Dia hanya mau makan kalau Nickolas yang menyuapinya, itupun cuma sedikit. Tapi Nick juga harus ke kantor karena saat ini sepenuhnya dia bertanggung jawab memimpin perusahaan.


Papa Nickolas yaitu Tuan Jeremy menetap di luar Negeri karena mengurus perusahaan yang ada di sana.


"Bibi, makanlah sup iga ini, kalau Bibi tidak mau makan Zizi juga tidak akan makan," Ucap Zivana merayu Liora.


"Bibi malas makan Zizi," Liora menggelengkan kepala.


"Baiklah kalau begitu jangan paksa Zizi untuk makan juga ya," gadis kecil itu cemberut.

__ADS_1


"Bella, suruh Zizi makan," ucap Liora.


Dia tidak tega kalau Zivana sampai tidak makan karenanya.


"Nona, sebaiknya anda juga harus segera makan, agar Zizi juga mau makan, aku sudah membujuknya tapi Zivana akan makan kalau anda juga makan Nona," Bella mengedipkan sebelah matanya.


Bella dan Zizi memang sudah sepakat untuk melakukan hal itu agar Liora mau makan, semua pelayan juga sudah membuatkan makanan yang Liora sukai tapi tetap saja dia tidak mau untuk memakannya.


"Bella, nanti kalau makan perutku terasa mual, aku mau menunggu Nickolas saja," jawab Liora.


"Tapi Paman masih kerja Bibi, tadi dia juga sudah menyuruh ku untuk menyuapimu," ucap Zivana.


Liora merasa tidak enak dengan gadis kecil itu, akhirnya terpaksa dia harus mau menuruti keinginan Zizi.


"Baiklah, Bella ambilkan sup iga itu, biar ku coba sedikit," ucap Liora.


Bella dan Zivana tersenyum senang, akhirnya mereka berhasil membujuk Liora untuk makan, Liora nampak terlihat semakin kurus akibat mengalami morning sickness, porsi makan yang berkurang drastis mengakibatkan berat badannya juga harus turun.


Di sisi lain.


Nickolas akan mendapatkan tamu penting yang akan bekerja sama dengannya, dia memang mengajukan kerja sama dengan perusahaan Alvares GROUP karena perusahaan itu adalah perusahaan yang besar dan sangat maju di Washington DC.


"Terima kasih Lusi, kalau mereka datang langsung suruh masuk saja mereka," jawab Nickolas.


"Baik Tuan," Lusi adalah sekretaris baru pengganti Jane, dia sudah memiliki suami dan anak, usianya sudah tiga puluh lima tahun.


Liora yang memilihkan sekretaris baru itu, dia tidak ingin Nickolas mendapatkan sekretaris wanita muda, biasanya akan ada affair dengan atasannya kalau wanita muda yang menjadi sekretarisnya, Liora tidak mau hal itu terjadi.


Sudah banyak cerita bahwa para sekretaris itu akan menggoda atasan mereka dan menghancurkan rumah tangganya sebagai pelakor.


Sebenarnya itu hanya Liora yang parno, takut kalau Nick tergoda dan berselingkuh, tapi semua itu tidak akan mungkin terjadi karena Nickolas pasti sangat setia.


Tok, tok, tok.


Pintu ruang kerja Nick di ketuk. Lusi masuk bersama Danish dan asisten Franklin.


"Halo Tuan Danish, apa kabar?" Nickolas menyalami Danish.


"Aku baik-baik saja," jawab Danish.

__ADS_1


"Baiklah, saya sangat tertarik untuk melakukan kerja sama di bidang ini, rencananya saya akan membangun sebuah hotel di tepi pantai, aku tahu kalau lahan itu sebagian besar milik anda Tuan Danish, bagaimana kalau lahan itu kita dirikan hotel karena di sana prospeknya sangat menjanjikan," ucap Nickolas.


"Aku juga setuju, kita bisa langsung ke lokasi untuk meninjau tempat itu," Jawab Danish.


Franklin masih diam tanpa mengatakan apa-apa, dia seperti mayat hidup yang tidak punya gairah sama sekali.


"Franklin, kita akan meninjau lokasi, kamu bisa berlibur menikmati indahnya pantai di sana, aku tidak mau kegalauanmu itu menjadikan kerja sama ini berantakan," bisik Danish.


"Iya bos, aku akan ambil cuti kalau begitu," jawab Franklin.


"Apa anda sedang tidak sehat asisten Franklin?" Nickolas bertanya.


"Tidak Tuan Nick aku baik-baik saja, hanya mungkin kurang piknik,"


Danish terlihat ingin tertawa dengan kondisi asistennya tersebut.


Akhirnya mereka memutuskan untuk langsung menuju ke lokasi untuk meninjau tempat yang akan mereka bangun sebuah proyek besar


Franklin turun dari mobil dan melihat luasnya hamparan pasir putih di bibir pantai. Sepertinya bosnya itu memang benar, Franklin butuh refreshing agar otaknya kembali normal.


Semenjak Fanny menolaknya waktu itu hidup Franklin benar-benar merasa tidak bergairah sama sekali.


Tiba-tiba matanya menangkap sosok perempuan yang seperti tidak asing, perempuan itu sedang berjalan di sisi pantai dengan hanya memakai b*k*ni saja.


"Apa aku tidak salah lihat? bukankah itu Fanny?" Franklin berjalan untuk menghampiri wanita itu.


Tapi tiba-tiba datang seorang pria membawa dua cup ice krim dan memberikan kepada perempuan ber b*k"ni di depan Franklin itu


Sang pria kemudian menggenggam tangan perempuan itu dan mengajaknya berjalan menjauhi Franklin.


"Kenapa hatiku terasa sakit!" guman Franklin memegang dadanya.


Bersambung.


Hai akak reader 🥰🥰🥰


Hari ini othor minta votenya ya🤭🤭


ngarep banget sih, akak Reader kan baik hati🥰😘😘

__ADS_1


__ADS_2