
Happy Reading 😊
Darren melemparkan sebuah amplop coklat di atas meja. Melisa tersentak ketika melihat itu.
"Apa ini tuan?" tanya Melisa gugup.
"Itu surat pengunduran diri kamu, maaf Melisa, kamu saya pecat. Silahkan bereskan barang-barang kamu dan segera angkat kaki dari perusahaan ini.
Darren kali ini memang harus memecat sekretarisnya itu. selama ini ternyata dia salah menilai bahwa Melisa wanita yang baik dan tidak suka menggoda pria yang sudah beristri. Tetapi ternyata penilaian Darren salah. Sepertinya pria itu harus banyak belajar dari Danish mengenai ciri-ciri perempuan berbisa.
"Maafkan saya tuan Darren! saya benar-benar tidak sengaja waktu itu, tolong jangan pecat saya." Melisa membungkukkan badan meminta Darren untuk tidak memberhentikan dirinya.
"Kamu sudah menghancurkan kepercayaanku selama ini, aku kira kamu wanita baik dan selalu kompeten dalam pekerjaan, tapi kemarin aku sudah melihat semuanya dengan jelas, jadi mulai saat ini kamu bukan sekretarisku lagi dan silakan pergi sekarang juga sebelum aku memanggil security untuk menyeretmu keluar." Ucap Darren dingin dengan raut wajah yang datar.
Melisa menegakkan badannya, matanya sudah basah karena hampir saja menangis tetapi dia tahan. Kakinya gemetar dan terasa lemas ketika mengetahui dirinya benar-benar di dipecat oleh Darren.
Melisa tahu kalau kelakuannya kemarin sangat berakibat fatal karena harus berurusan dengan Darren. Tidak, lebih tepatnya dia yang melipatkan dirinya sendiri waktu itu.
Melisa yang selama ini memang mengagumi sosok Darren dan berhasil menguasai dirinya saat berada di dekat pria itu entah kenapa kemarin dia membuat sebuah kesalahan.
__ADS_1
"Baiklah tuan Darren,, Terima kasih untuk semuanya. Sebenarnya saya sangat senang bekerja di perusahaan ini, tapi saya mengerti bahwa apa yang telah saya lakukan sangat menyinggung Anda,, sekali lagi saya meminta maaf, permisi." Melisa melangkah keluar dari dalam ruangan itu, pasti dia akan sangat merindukan ruangan atasanya itu.
Darren mengusap wajahnya kasar, ternyata apa yang selama ini di curigai oleh Candy adalah benar. Sudah lama Istrinya itu menyuruh Darren untuk segera mengganti sekretarisnya, menurut Candy, Melisa itu suka pada Darren dan ingin dekat dengan sang suami meskipun pergerakannya tidak terbaca Darren, tapi hati wanita sungguh sangat peka.
Berbeda dengan Darren, dia memang bukan pria yang peka dengan lawan jenis yang memiliki gelagat mencurigakan. Bahkan Darren hanya bisa peka terhadap istri dan putrinya saja. Dia sangat sensitif terhadap Evelyn dan Candy, apalagi menyangkut masalah kesehatan dan perhatian. Darren adalah sosok Ayah sekaligus suami yang sangat sayang dan perhatian terhadap keluarganya.
Tetapi dengan adanya kasus Melisa ini, Darren harus sedikit lebih peka dan berhati-hati menghadapi lawan jenis.
"Aku harus bertemu dengan Danish dan Lula, mereka sangat berpengalaman kalau menyangkut masalah perasaan." Batin pria itu.
Washington DC.
"Zack, ayolah kamu menyelesaikan ini secepatnya, perbaiki seperti sedia kala, kalau kamu tidak bisa menyelesaikannya malam ini, jangan harap bisa tidur di atas ranjang." Ucap Daniella sambil bersedekap dada.
"Tapi barang ini sudah rusak sayang, tidak bisa diperbaiki lagi, lebih baik aku belikan yang baru ya?" ucap Zack memelas.
"Tidak, aku tidak mau di belikan yang baru, barang ini penuh dengan kenangan." Zack memutar bola matanya malas.
Bukankah itu barang yang di belikan Zack untuk ulang tahun Daniella pada saat mereka baru saja berpacaran. Sebuah bola Cristal dan di dalamnya ada dua patung sepasang pengantin dan di bawahnya tercetak nama Zack & Ella.
__ADS_1
Tetapi tadi Zack tidak sengaja menyenggol bola Cristal itu dan mengakibatkan kacanya pecah. Daniella hampir menangis ketika barang berharga itu dihancurkan oleh orang yang memberikannya.
"Iya-iya, nanti akan ku perbaiki sayang, tapi tolong bikinkan aku susu coklat, biar nanti tambah semangat."
"Baiklah,, Aku akan menyuruh Bibi Ellen untuk membuatkan nya." Daniella berdiri tetapi lengannya di tahan oleh Zack.
"Tapi aku ingin kamu yang membuatkan sayang?" Zack menatap ke arah sang istri sendu.
"Kenapa sekarang kamu jadi manja sekali sayang, jadi pemalas dan juga hasratnya tambah besar, eh tidak, kalau yang itu sudah dari dulu, intinya kamu jadi sabgat childish?" Ucap Daniella.
Zack menggaruk tengkuknya yang tak gatal, dia juga bingung kenapa selalu ingin dimanja oleh sang istri. Apakah efek karena setiap hari melihat Mommy Lula yang selalu memanjakan Daddy Danish. Ataukah ada faktor lain.
"Tapi aku seperti itu hanya sama kamu kok," jawab Zack menarik istrinya dan memeluknya erat. Menaruh wajahnya tepat di bagian dada Daniella. Akhir-akhir ini pria itu suka sekali mendusel-dusel di bukit kembar sang istri.
Bersambung.
Promo lagi nih yang belum mampir dan Favorit.
Judul : Haruskah Aku Berbagi Cinta.
__ADS_1