Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Harapan


__ADS_3

Happy Reading 😊


Zack memandang wajah cantik Daniella yang masih betah memejamkan matanya. Sudah 5 hari sang istri belum sadar, pria itu selalu setia menunggu Daniella tanpa rasa lelah.


"Sayang, kenapa kamu betah sekali tidurnya, ayo cepat bangun,, aku janji tidak akan manja lagi sama kamu. Maaf selama ini selalu merepotkanmu, sayang." Zack mengecup kening Daniella, kemudian berpindah mengecup kedua matanya.


"Jangan marah donk sayang, bukankah kita berjanji akan belanja kebutuhan calon baby kita bersama, nanti kita siapkan semuanya bersama, menunggu kelahiran calon baby kita. Aku tahu kamu gadis yang sangat kuat terima kasih telah berusaha menjaga calon baby kita sayang yang sekarang berjuang lah untuk segera bangun," luluh sudah air mata Zack membasahi pipinya.


Zack tidak kuasa menahan segala rasa yang berkecamuk di dalam hatinya. Sakit, sedih, frustasi dan merasa marah terhadap orang yang telah berani melakukan semua ini padanya dan juga sang istri.


Kenzo dan Arshel masuk ke dalam ruang rawat Daniella dengan membawa sesuatu di tangan mereka.


"Zack, kami ada kabar baik, orang yang telah menabrak mobilmu ternyata adalah orang suruhan, dia mengaku bahwa telah di perintah seseorang untuk menabrak mobil yang kalian gunakan. Jadi kita harus segera menangkap siapa dalang di balik penabrakan tersebut." Ucap Arshel sambil menyodorkan sebuah foto kepada Zack.


"Apa kamu mengenal orang ini?" Zack mengamati foto itu.


"Dia adalah orang yang menjadi eksekusi tabrak lari itu, setelah di interogasi dua hari akhirnya dia mengaku bahwa hanya di bayar untuk melakukan penabrakan tersebut." Ucap Kenzo serius.


Zack terlihat mengeraskan rahangnya, rasanya ingin sekali mendatangi kantor polisi dan menghajar orang tersebut. Tetapi dia tidak ingin meninggalkan Daniella barang sedetikpun. Zack ingin di saat sang istri membuka matanya dia bisa langsung melihatnya.

__ADS_1


"Suruh dia membuka mulut, bila perlu hajar dia sampai mengaku, aku ingin sekali membunuhnya dengan telapak tanganku sendiri!" Ucap Zack menahan emosi.


"Kita sudah melakukan itu Zack, tetapi sepertinya dia sangat setia dan tidak mau memberitahu begitu saja," jawab Kenzo.


"Apa dia memiliki keluarga?" Tanya Zack.


"Sepertinya dia tidak memiliki keluarga karena data identitasnya tidak jelas, dia juga bukan warga negara Amerika. Aku ingin mengancamnya dengan menyandera keluarganya, tetapi dia memang tidak memiliki keluarga di sini." Jelas Arshel.


"Akan ku temui dia!" Zack berdiri dan akan melangkah, tetapi langsung di tahan oleh Arshel.


"Jangan, kamu tidak perlu mengotori tanganmu Zack, kami sudah menyuruh orang untuk terus memberi dia penekanan agar orang tersebut mau mengaku siapa yang telah memberinya perintah." Ucap Kenzo.


Akhirnya Zack duduk kembali dengan menyugar rambutnya kasar. Mengetahui bahwa pelaku penabrakan yang sebenarnya masih berkeliaran membuat Zack merasa sangat marah dan frustasi.


"Sabar Zack, bukan hanya kamu yang merasa sedih, kita juga sangat sedih mengetahui kejadian seperti ini menimpa saudara kembar kita, kamu tenang saja, Aku dan Kenzo akan melakukan apapun agar pelaku yang sebenarnya segera tertangkap!" Ucap Arshel menyentuh bahu Zack.


Zack mengangguk dan menyentuh tangan istrinya, rasanya masih belum tenang apabila melihat Daniella yang masih belum siuman dari koma.


"Kita akan kembali ke kantor polisi, nanti Mia dan Mommy akan segera datang, kita hanya bisa berharap dan berdoa untuk kesembuhan Daniella." Ucap Kenzo.

__ADS_1


Evelyn tidak bisa ikut Arshel ke Washington DC karena Evelyn baru saja sembuh dari sakit. Arshel menyuruh sang istri untuk diam saja di rumah karena tidak mau terjadi apa-apa dengan kandungannya.


"Baiklah, aku percayakan semua kasus ini pada kalian, tolong segera cari tahu siapa orang brengsek itu dan apa motif nya, kenapa tiba-tiba ingin membunuh kami." Ucap Zack menatap kedua saudara iparnya itu.


Kenzo dan Arshel mengangguk mantap. Kemudian mereka melangkah keluar dan segera pergi dari rumah sakit itu.


Zack masih menggenggam tangan Daniella, rasanya dia sudah sangat merindukan tawa canda istrinya tersebut.


Zack merasa ada sebuah pergerakan di jari istrinya. Pergerakan kecil yang membuat Zack begitu senang.


"Sayang, apa kamu sudah bangun? Tadi aku merasa tanganmu bergerak?" Ucap Zack berbinar.


Bulu mata lentik Daniella ikut bergerak, dan pergerakan itu seolah Daniella ingin membuka matanya.


"Sayang, ayo cepat buka matamu, aku ada di sini, aku ingin bisa melihatmu membuka matamu saat ini sayang, kumohon? Aku sudah sangat merindukan!" Lirih Zack menahan tangisnya.


Mata Daniella mengerjab dan terbuka sedikit demi sedikit, Zack yang melihat itu tampak sangat bahagia.


"Sayang, akhirnya kamu sadar! Tunggu aku akan memanggil dokter." Zack menekan tombol untuk memanggil dokter.

__ADS_1


Daniella hanya memandang wajah Zack dengan tatapan yang sulit di artikan.


Bersambung


__ADS_2