Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Virus Bucin


__ADS_3

Happy Reading 😊


Bella melihat ke arah langit yang tanpa cahaya bintang dan bulan itu, sepertinya cuaca sedang mendung karena tidak tampak sama sekali cahaya yang bersinar di sana.


Setelah menidurkan Zivana, Bella terlihat termenung di balkon. Hatinya terasa tidak menentu. Bayang-bayang saat Antony menciumnya selalu terlintas di pelupuk matanya.


"Bodoh, bodoh, kamu benar-benar bodoh Bella, kenapa kamu membalas ciuman itu, bahkan sampai menikmatinya," gerutu Bella.


Wanita itu mendesah kasar, kenapa juga harus memikirkan pria tidak berguna seperti Antony.


"Kamu harus move on Bella, lupakan pria brengsek itu, jangan sampai terbawa perasaan," Bella mengeratkan jaket yang dia pakai sambil merutuki kebodohan yang dia lakukan.


Flashback on.


Antony sangat terkejut dengan apa yang dia dengar, Bella mengatakan bahwa selama ini wanita itu mencintainya. Berarti pria yang di katakan bodoh itu adalah dirinya sendiri.


"Bella, apa yang tadi kamu ucapkan?" tanya Antony masih menggenggam tangan wanita di depannya ini.


Bella terlihat begitu menyesal karena telah mengungkapkan perasaannya pada Antony. Tapi dia berharap Antony akan sadar bahwa apa yang di lakukannya itu salah. Cinta yang benar adalah melihat wanita yang di cintainya itu bahagia, bukan malah memanfaatkan Zivana sebagai korban.


Bukan bermaksud untuk memberitahu Antony tentang perasaannya yang selama ini dia pendam sendiri.


"Lupakan saja!" Bella menarik tangan-nya dari genggaman tangan Antony.


Wanita itu berdiri hendak berjalan ke arah ranjang di mana Zivana tidur. Tapi tiba-tiba tangannya di tahan.


"Kenapa harus di lupakan? aku sudah mendengar semua yang keluar dari mulutmu," ucap Antony menarik Bella sampai terduduk kembali di sofa.


"Antony! lepaskan!" seru Bella meronta.


"Tidak, aku tidak akan melepaskanmu!"


"Aku pastikan Tuan Nickolas akan menemukan tempat ini dan menangkapmu!" bentak Bella.


Antony terkekeh mendengar ucapan wanita di depannya ini, dia masih memegang lengan Bella sangat kuat bahkan sampai membekas di pergelangannya.


"Aku tidak peduli, saat ini aku hanya ingin kamu mengatakan sekali lagi apa yang tadi kamu ucapkan!"

__ADS_1


"Tidak Antony, itu tidak penting, sekarang kamu harus bisa merelakan Nona Liora, biarkan dia bahagia bersama keluarga kecilnya!" ucap Bella.


Antony masih menatap ke arah wajah Bella dengan perasaan aneh, dia selama ini memang tidak pernah menatap Bella dengan sangat intens seperti saat ini.


Bella menjadi salah tingkah di tatap seperti itu.


"Kamu tahu gak sih, dengan sikapmu yang seperti ini sangat menyakitiku! dasar pria bodoh!!!" teriak Bella.


Antony yang mendengar itu langsung melepaskan genggamannya pada lengan Bella, melihat hal itu Bella berusaha untuk berdiri meninggalan pria itu.


Tapi Antony langsung menarik tangan Bella kembali mengakibatkan wanita itu terjatuh di sofa sampai berbaring.


Antony mendekatkan wajahnya dan langsung mencium bibir Bella yang menawan itu. Bella sangat terkejut saat pria itu memagut bibirnya lembut. Perlahan Antony memasukkan lidahnya dan mengabsen deretan gigi Bella. Entah kenapa Bella malah membalas ciuman itu.


Mereka saling membelitkan lidahnya, sampai tidak menyadari ada mahluk kecil yang melihat pemandangan itu.


Bahkan posisi mereka yang di atas sofa terlihat begitu intim. Antony merasakan perasaan yang tidak pernah di bayangkan kali ini. Sebuah ciuman syarat akan rasa sakit dan kecewa yang di tunjukkan oleh Bella.


Flashback off.


Bella memejamkan matanya berusaha mengusir bayangan itu. "Ya Tuhan, kenapa juga aku harus memikirkan-nya," ucap Bella.


Perlahan Bella membaringkan tubuhnya di samping Zivana. Berusaha memejamkan mata dan berharap besok sudah melupakan masalahnya terhadap Antony.


Sedangkan di kamar sebelah.


Nickolas membelai pipi Liora dan menyelipkan di belakang telinganya.


"Sayang, aku khawatir tentang Bella, sebenarnya ada apa dengan dia dan Antony?" tanya Nickolas.


"Aku juga tidak tahu sayang, Bella dan Antony sudah mengenal lama, bahkan yang mengenalkan aku dan Antony adalah Bella. Jangan-jangan dulu mereka pernah menjalin hubungan, atau Bella memang sudah memiliki perasaan terhadap Antony tapi dia lebih memilih ku?" ucap Liora.


"Entahlah, sekarang yang penting kita semua bisa berkumpul lagi dan Antony sudah mendekam di penjara, lebih baik sekarang kita fokus untuk memberikan adik untuk Zivana," ucap Nick tersenyum.


"Nickolas, apa maksudnya memberikan adik pada Zizi?" tanya Liora bingung.


"Tentu saja membuatmu hamil sayang, itu sama saja artinya kita memberikan adik pada Zizi karena Zivana sudah aku anggap sebagai anakku sendiri, aku begitu menyayangi Zivana karena dia juga masih memiliki hubungan darah denganku, aku tidak ingin Brian tahu kalau Zizi adalah putrinya," jawab Nickolas.

__ADS_1


Liora tersenyum.


"Apakah kamu sudah siap untuk menjadi Daddy sayang?" tanya Liora.


"Tentu saja aku siap, mungkin dengan hadirnya buah hati di antara kita, keluarga kecil kita akan terasa lebih lengkap, ada aku, kamu, Zizi dan calon adiknya," jawab Nickolas.


###


Lula menggeliat saat merasakan ada yang mengganggu tidurnya, Danish mencium tengkuk Lula berkali-kali, hasratnya sudah terasa memburu dan ingin di salurkan.


"Sayang, aku pengen lagi nih," bisik Danish di telinga Lula.


Tangannya menelusup ke dalam baju Lula dan mencari benda favoritnya di bagian atas. Lula mendesah kala Danish meremas dua gunung kembarnya dengan lembut.


"Danish, aku ngantuk banget," ucap Lula merasa geli karena suaminya itu sedari tadi menciuminya.


"Tapi aku mau menengok Baby-baby kita lagi sayang?" jawab Danish.


"Eeuummmh," Lula mendesah tertahan kala Danish berhasil meraba tempat favorit lainnya yaitu goa hangat sarang dari senjata rudal pamungkas.


"Aku akan pelan-pelan sayang," ucap Danish berhasil merayu sang istri.


Diapun membuka semua bajunya dan juga baju Lula. Masih dengan posisi yang sama Danish mulai mencium punggung Lula yang begitu mulus itu. Memberikan sensasi luar biasa nikmat membuat hasratnya nafsunya naik.


Lula bisa merasakan Danish mulai memasuki sarang hangatnya dari arah belakang, menghetakan lembut agar calon baby-baby di dalam baik-baik saja.


Akhirnya Lula pasrah sambil merasakan nikmatnya hujaman dari suaminya itu. Malam itu mereka bercinta hanya seronde saja karena Danish tidak mau calon Baby terluka atau terjadi hal yang buruk nantinya.


Padahal sudah di sarankan oleh dokter untuk tidak melakukan hubungan suami istri di masa trimester pertama karena bisa membahayakan janin.


Tapi yang namanya Danish mana bisa tahan kalau tidak memasuki istrinya barang sehari saja. Sepertinya virus bucin telah menjangkit Danish.


Awas Danish nanti kamu di marahi akak Reader, jangan ngeyel-ngeyel 🤭😁😁😁


Bersambung.


Mana bunganya 🌹🌹🌹

__ADS_1


Masih kurang kak🥰🥰🥰🥰


__ADS_2