
Happy Reading 😊
Evelyn menatap layar ponselnya dengan senyuman yang lebar, dia merasa sedikit lega karena Arshel tidak kecewa padanya tentang masalah kehamilan itu.
"Sayang, aku kangen," Arshel megusap layar ponselnya seakan menyentuh wajah Evelyn.
"Aku juga, maaf ya,"
"Untuk apa? kamu jangan tertekan gitu donk, lagian baru sekali gak mesti langsung jadi kan, banyak kok yang seperti itu, terkadang setahun menikah baru bisa memiliki baby," jawab Arshel.
Memang saat itu mereka hanya melakukan satu ronde yang artinya Arshel hanya menyemburkan benihnya itu sekali. Memang terkadang kalau wanita subur bisa langsung hamil meski hanya sekali, tapi ada juga yang menunggu bertahun-tahun baru bisa hamil.
"Eh, sekarang kamu ngomongnya fulgar banget ya, aku gak mau di masuki lagi kalau belum sah menjadi istri kamu," Evelyn memberengut.
Arshel terkekeh mendengar jawaban Evelyn.
"Apa aku keluar dari kemiliteran biar bisa nikahin kamu secepatnya?" ucap Arshel serius.
"Eh jangan donk, lagian kamu sekarang juga sedang ada tugas kan," Evelyn tersenyum.
"Duh senyumnya bikin meleleh, jadi kangen banget pengen ketemu," sekarang Arshel sangat pintar menggombal.
"Kemana ya sikap dingin sang tentara satu ini? lama-lama jadi semakin manja dan pintar gombal," Evelyn tertawa.
Arshel mengecup kamera depan ponselnya membuat Evelyn merinding karena bibir Arshel memenuhi layarnya.
"Besok ada kuliah gak?" tanya Arshel.
"Ada tapi nanti jam 11 siang, memangnya kenapa?" Arshel hanya mangut-mangut.
Dia sekarang sudah berada di penginapan di Florida, sepertinya Arshel akan menggunakan waktunya di kota itu untuk bertemu melepaskan kerinduan nya dengan Evelyn.
"Sebelum kuliah ada di rumah atau di apartemen sayang?" tanya Arshel lagi.
Evelyn seperti terlihat sedang berfikir.
"Aku sekarang ada di apartemen, mungkin sebelum kuliah mau pulang dulu ke rumah, memang nya ada apa sih sayang?" Evelyn merasa sikap Arshel sudah seperti detektif saja.
"Tidak sayang, aku hanya bertanya," jawab Arshel tanpa merasa bersalah.
"Ya sudah, malam ini aku capek banget, kamu juga buruan bobok ya," ucap Evelyn merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Sayang, aku masih kangen banget padahal!" Arshel ikut merebahkan tubuhnya.
"Temani aku tidur ya, jangan di matiin video call nya kalau aku belum terlelap," ucap Evelyn.
Kemudian gadis cantik itu memejamkan matanya karena memang sudah sangat mengantuk.
__ADS_1
Seharian dia mendapatkan tugas dari dosennya untuk membuat kue dengan resep baru, entah kenapa Evelyn merasa sang dosen yang bernama Riosuke itu sangat tidak menyukai nya.
Selalu menyuruh Evelyn dengan memberikan tugas atau sekedar memberi contoh cara menata makanan atau kue-kue untuk materi nya.
Arshel melihat Evelyn yang sudah jautu ke alam mimpi, diapun mengusap layar ponselnya seakan mengelus pipi Evelyn.
"Good Night sayang, mimpi indah ya?" pria itu mengecup layar yang memperlihatkan seluruh wajah cantik Evelyn.
...Tunggu aku sayang, aku pasti akan menjemputmu. Gumam Arshel kemudian mematikan panggilan video callnya....
###
Keesokan harinya.
Gadis cantik itu sedari tadi mengerucutkan bibirnya, sangat cantik saat pria itu menatap nya dengan tatapan tajam.
Evelyn sedikit kesal karena pagi-pagi dosennya sudah menelepon dan menyuruh dia harus segera datang ke kampus.
Riosuke Mixel dosen pria berusia dua puluh sembilan tahun itu menyuruh Evelyn untuk pergi bersamanya membeli bahan-bahan untuk tugas nanti siang.
Saat ini mereka berdua sedang berada di sebuah Mall dan sedang memilih bahan-bahan masakan itu.
"Ambil tomat dan paprika itu," tunjuk Riosuke.
Evelyn hanya nurut saja, padahal hatinya berasa ingin memaki dosen blasteran Jepang itu.
"Sebentar lagi, kita cari daging domba muda untuk bahan utamanya," ucap Riosuke berjalan mendahului Evelyn.
Dasar pria tukang suruh, kenapa juga harus aku yang selalu dia perintah! apakah kamu tidak menyukai master!
Hanya bisa berucap dalam hati karena tidak mungkin Evelyn mengatakan itu pada pria angkuh di depannya ini.
Evelyn mendorong troli belanjaan nya yang sudah hampir penuh itu.
"Ambil daging domba muda itu kemudian kita ke kasir, setelah itu baru makan siang," perintah Rio.
"Master untuk apa bahan sebanyak ini? apakah kita akan masak besar?" Rio melirik sekilas.
Dia tidak menjawab pertanyaan Evelyn, membuat gadis itu mengatainya dalam hati.
Arshel yang saat itu berada di Mall yang sama bersama Farra melihat sosok gadis yang sangat familiar.
Ya itu Gadis nya, bukan gadis lagi karena dia telah merenggut kegadisannya, Arshel memicingkan matanya kala melihat Evelyn yang terlihat kesal di sambil membawa troli itu.
"Master, aku merasa pusing, bisakah kita beristirahat dulu!" Evelyn memohon.
Kali ini dia merasa mual kembali, lagi-lagi asam lambung nya kumat karena tidak sarapan dahulu.
__ADS_1
Rio menoleh ke belakang dan melihat wajah Evelyn yang sudah terlihat pucat itu.
"Evelyn, apa kamu sedang sakit?" tanya Rio khawatir.
"Perutku mual dan kepalaku pusing master," Evelyn memegang kepala dan perutnya.
Tiba-tiba dia merasa pandangan nya mengabur, kakinya berasa lemas. Rio melihat Evelyn yang tiba-tiba akan jatuh.
Tangannya terulur menangkap gadis itu.
"Evelyn! sayang apa kamu baik-baik saja?"
Evelyn merasa sangat Familiar dengan suara itu, suara sosok pria yang sangat dia rindukan tapi Evelyn sudah menutup matanya dan tidak tahu apa yang terjadi.
Rio menatap pria muda di depannya itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Dia kekasihku, aku akan membawanya ke rumah sakit," Arshel menggendong Evelyn san membawa kekasihnya itu pergi dari hadapan Rio yang terlihat sedikit terkejut.
Kekasihnya? batin Rio.
Farra menyusul Arshel yang tiba-tiba berlari untuk menangkap seorang gadis yang pingsan.
"Arshel! tunggu!" seru Farra.
"Aku bawa Evelyn ke rumah sakit dulu," jawab Arshel terlihat sedikit berlari membawa sang kekasih dalam dekapannya.
Farra menatap kepergian Arshel, masih menatap punggung pria yang terlihat sangat khawatir itu.
"Farra? apa itu kamu?" Farra terkejut ketika mendengar suara seorang pria yang familiar.
Wanita itu menoleh dan melihat pria masa lalunya.
"Rio!" gumam Farra.
"Kenapa kamu di sini? kapan sampai di Florida? apa ada tugas dari atasan mu lagi?" tanya Riosuke.
Farra menghela nafas, pria itu masih sama, sedikit posesif dan suka memerintah.
"Bukan urusanmu!" Rio memandang Farra yang berlalu pergi dari hadapannya.
"Ternyata kamu tidak pernah berubah Farra, masih dengan sikap sombong dan dingin," gumam Rio memandang punggung wanita yang pernah ada di dalam hidupnya itu.
Arshel segera membawa Evelyn ke rumah sakit terdekat, dia sangat khawatir dengan kekasihnya itu yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.
"Sayang, jangan membuatku semakin ingin bersamamu, kalau begini aku akan keluar dari akmil!" ucap Arshel memandang ke arah wajah pucat kekasihnya itu.
Bersambung.
__ADS_1
Mana bunga dan kopinya 🤧🤧🤧🥺🥺🥺🌹☕