Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
Berusaha Membuka Hati


__ADS_3

Happy Reading 😊


Liora memapah Nickolas untuk duduk di sisi ranjang, perlahan Nick memang bisa melangkahkan kakinya sedikit demi sedikit. Perlahan Nickolas duduk meski harus di bantu sang istri.


Ngomong-ngomong soal istri, Liora ingin bisa menjadi istri yang baik untuk Nickolas, wanita itu memang benar-benar sudah jatuh cinta denga pria yang sudah sah menjadi suaminya itu.


Nickolas menyentuh pipi Liora dan menatap ke arah wajah cantik sang istri, sebenarnya pria itu ingin mengetahui perasaannya tapi entah kenapa Nick belum bisa bergetar hatinya saat menyentuh Liora.


"Bantu aku untuk bisa menjadi suami yang baik Liora, aku sama sekali belum mengerti bagaimana caranya agar bisa membahagiakan mu, tapi aku berjanji akan berusaha menjadi suami seperti pada umumnya," ucap Nickolas.


Liora tersenyum, meski di sudut hatinya bisa merasakan bahwa Nickolas belum bisa mencintainya tapi Liora berharap perlahan Nick mau membuka hati untuknya.


"Tentu saja sayang, aku ingin kita mulai dari panggilan ya, mulai saat ini kita harus sama-sama memanggil dengan sebutan sayang, bagaimana?" jawab Liora.


Wanita itu menyentuh tangan Nick yang masih betah memegang pipinya itu.


Nickolas tersenyum. "Baiklah sayang," jawab Nickolas.


Liora bisa merasakan tangan Nick yang begitu hangat itu, perlahan Liora mendekatkan wajahnya pada wajah sang suami.


Nickolas paham apa yang di inginkan oleh Liora, diapun ikut tergerak memajukan wajahnya dan akhirnya Nickolas menempelkan bibirnya pada bibir pink Liora, memangut lembut dan merasakan hangatnya ciuman itu


Liora merasa hatinya begitu bahagia saat melihat Nickolas yang benar-benar berusaha menerimanya itu. Mungkin secara perlahan dia yakin bahwa Nickolas akan menerima dan mencintai-nya.


Nick tidak mau menutup matanya, dia berciuman dengan mata menatap wajah Liora, entah kenapa kalau melakukan ciuman dengan mata tertutup bayang-bayang wajah orang yang masih tidak terlihat itu selalu hadir.


Nickolas juga tidak mengerti kenapa harus wajah seorang pria yang nampak meskipun wajahnya terlihat buram.


Perlahan Liora membimbing tangan Nickolas mengarah ke arah dad*nya, yah sebaiknya Liora memang harus sediki agresif agar Nick bisa memanjakannya.


Nickolas merasa sedikit aneh saat Liora menyentuhkan telapak tangannya pada dad* yang lumayan besar itu.


Dengan nalurinya pria itupun langsung meremas perlahan, terus dan terus melakukan itu sampai Liora melenguh mengeluarkan suara kenikmatan.


Berbeda dengan Nickolas, Liora benar-benar merasa di mabuk kepayang saat suaminya melakukan hal itu.


Mungkin ini adalah awal yang baik, kedua sejoli itu masih terus melakukan ciuman panjang sampai mereka tidak tersadar bahwa posisi mereka sudah berubah.


Di sisi lain.


Lula dan Danish berpamitan kepada sang Ibu, kemarin malam keadaan Ibu Naura bisa langsung teratasi dan boleh pulang saat keadaannya sudah sedikit membaik.


Mungkin dia merasa sedikit shock dengan perlakuan Amber, madunya yang brutal itu.

__ADS_1


"Sebaiknya Ibu segera menceraikan Ayah agar Ayah dan tante Amber tidak menganggu Ibu lagi," ucap Lula.


"Aku sudah berusaha nak, tapi Ayahmu tidak mau bercerai dari Ibu, bahkan kalau Ibu masih terus menginginkan perceraian itu dia bersumpah akan menganggu Ibu, biarlah Ibu mengalah dengan keadaan ini," jawab Ibu Naura berusaha tersenyum.


Ingin tampil baik-baik saja di depan putrinya itu.


"Kalau masalah Ayah yang mengancam Ibu bisa meminta perlindungan dari komunitas perempuan, aku akan membantu Ibu untuk mengurus perceraian itu kalau boleh," kali ini Danish yang berucap.


Ibu Naura menggeleng, dia masih merasa takut atas ancaman Andreas, suaminya itu.


"Ibu tidak apa-apa nak, nanti sore bibi Sheeren sudah kembali, jadi tidak perlu menghawatirkan keadaan Ibu lagi," ucap Ibu Naura.


Tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depan rumah.


"Sepertinya ada pembeli bunga, aku akan melihatnya," ucap Ibu Naura berjalan keluar.


Lula dan Danish mengikuti langkah sang Ibu dan melihat siapa yang keluar dari dalam mobil itu.


Darren dan Candy terlihat keluar dari dalam mobil dan tersenyum ke arah Ibu Naura, Lula yang baru saja keluar terkejut saat melihat sahabatnya yang sudah terlihat berbeda itu.


Wajah Darren yang terlihat lebih macho dengan bulu halus yang tumbuh di rahangnya, sepertinya pria itu mulai memelihara janggutnya agar terlihat semakin cool dan laki banget.


"Darren," ucap Lula berbinar.


"Lula, kapan kamu kembali ke Florida," seru Darren terlihat begitu bahagia saat melihat Lula yang ternyata keadaanya sangat baik itu.


Danish dan Candy merasa cemburu saat melihat pemandangan itu, mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang baru saja di permukaan kembali.


Danish membuang pandangannya dan beralih menatap Candy yang ternyata juga sedang menatapnya.


Candy bisa paham kalau pria yang di tatapnya itu juga merasakan cemburu seperti dirinya. Sedangkan Danish masih berusaha menetralkan rasa cemburunya dengan berpikir positif.


Lula melepaskan pelukannya dan menatap Candy yang berada di belakang Darren.


"Apa dia istrimu Darren? wah cantik sekali?" seru Lula berjalan ke arah Candy dengan senyuman tulus.


Candy menatap wajah cantik Lula dengan tersenyum.


Ternyata dia yang bernama Lula, cantik banget. Batin Candy.


"Hai, aku Lula, sahabat Darren," ucap Lula menyodorkan tangannya.


Candy membalas dengan menjabat tangan Lula.

__ADS_1


"Candy, istri Darren," jawab Candy.


"Ya Tuhan, Candy kamu cantik banget, selamat atas pernikahan kalian ya?" ucap Lula tersenyum bahagia.


"Terima kasih Lula," jawab Candy ikut tersenyum.


Ternyata Lula sangat ramah, selain cantik dia juga begitu baik.


Sedangkan Darren menghampiri Danish dan Ibu Naura yang berdiri berdampingan itu.


"Bibi, apa kabar?" tanya Darren.


"Aku baik-baik saja nak, selamat atas pernikahan kalian ya?" jawab Naura.


"Iya bibi, terima kasih,"


Darren beralih menatap Danish.


"Tuan Danish, sepertinya Lula terlihat semakin baik saat bersamamu? terima kasih telah menjaganya," ucap Darren.


"Tentu saja aku akan menjaga istriku, kali ini aku akan membuat Lula selalu bahagia di sampingku," jawab Danish.


Tiba-tiba Candy merasakan perutnya seperti di di aduk-aduk dan berasa ingin muntah.


"Woeekk!"


Lula terkejut saat melihat Candy yang memegang perutnya dan terlihat akan muntah itu.


Darren yang melihat istrinya mual-mual dan terlihat begitu pucat langsung mendatanginya.


"Sayang, ada apa? apakah kamu sakit?" seru Darren.


"Aku merasa mual dan sedikit pusing," jawab Candy.


"Woek, woek," Candy merasa perutnya bergejolak dan langsung memuntahkan semua isi perutnya itu.


"Ayo kita bawa Candy ke rumah sakit, Darren cepat angkat Candy ke dalam mobil, sayang kamu yang menyetir ya," seru Lula ikut panik.


Akhirnya Darren langsung menggendong Candy dan memasukkan sang istri ke dalam mobilnya.


Danish juga langsung masuk ke tempat kemudi di susul dengan Lula yang duduk di sampingnya.


"Hati-hati ya Danish bawa mobilnya," seru Ibu Naura yang juga terlihat gelisah.

__ADS_1


Bersambung.


Ada apakah dengan Candy??


__ADS_2