
Happy Reading 😊
Fanny hampir saja berteriak ketika melihat Franklin yang sedang menc*mb* Gabriella kalau Lula tidak menutup mulutnya.
"Ssttt, jangan berteriak," bisik Lula.
Fanny meremas ujung gaunnya merasakan hatinya patah ketika melihat Franklin dan Gabby yang sudah setengah tel*nj*ng itu.
Mereka belum melakukan penyatuan, masih saling saling mencium dan merab* tapi bisa di lihat kalau gaun Gabby sudah melorot hingga ke perut.
Fanny memang masih mencintai Franklin tapi sepertinya dia sudah memutuskan untuk membuang perasaannya pada pria itu, melihat kelakuannya yang tidak pernah bisa berubah.
Pria sepertimu memang tidak pantas untuk di cintai! batin Fanny.
Lula mengajak Fanny untuk meninggalkan tempat itu, dia tidak mungkin mengganggu orang yang sedang bersenang-senang, apalagi Lula tahu kalau Fanny masih memiliki rasa untuk asisten pribadi suaminya itu.
'PYARR'
Gaun Lula tidak sengaja menyenggol vas bunga di samping pintu yang mengakibatkan vas itu berguling dan pecah.
Tentu saja hal itu membuat Franklin dan Gabriella menoleh seketika.
"Fanny!" Franklin langsung membetulkan bajunya yang sudah berantakan.
Sedangkan Gabriella menarik gaun kembennya ke atas karena ketahuan orang lain dan merasa sangat malu.
Fanny langsung membalikkan badannya dan mengajak Lula pergi. "Ayo Nona Lula, kita sudah mengganggu orang yang sedang bersenang-senang."
Lula hanya pasrah ketika Fanny menarik tangannya dan berjalan pergi dari tempat itu.
"Fanny! tunggu! Fanny!" seru Franklin mengejar Fanny dan Lula.
Meninggalkan Gabby yang sudah tidak tertata lagi penampilannya.
"Fanny, tunggu dulu, aku bisa jelasin!" Franklin menarik lengan Fanny satunya.
Sontak hal itu membuat Fanny dan Lula menghentikan langkahnya.
"Jelasin? apa yang harus di jelaskan?" tanya Fanny.
Wanita itu mengerutkat dahinya.
__ADS_1
"Tentu saja hal tadi, aku ... aku!" Franklin bingung harus menjelaskan apa.
Entah kenapa tiba-tiba dia merasa seperti sedang terciduk kekasihnya sedang berselingkuh.
"Asisten Franklin maaf, tadi kami mengganggu kesenanganmu, aku kira itu orang lain, jadi kami akan pergi, ayo Fanny," Lula mengajak Fanny tapi Franklin menghentikan mereka.
"Tunggu dulu Nona Lula, kalian tidak bersalah kenapa harus minta maaf, seharusnya aku yang harus minta maaf karena melakukan hal itu di kantor," ucap Franklin.
"Sebaiknya kalian menyewa kamar hotel kalau mau melakukan begituan," ucap Fanny cuek.
Franklin menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit di artikan, dia seakan tidak suka kalau Fanny berbicara seperti itu.
"Fanny, ayo ikut aku!" pria itu menarik lengan Fanny kuat.
"Lepaskan! memangnya kenapa aku harus ikut kamu, Harry sedang menungguku, tuan Danish pasti juga sudah menunggu Nona Lula," seru Fanny menghempaskan tangannya.
Franklin tidak suka mendengar Fanny menyebutkan nama Harry di depannya. Entah kenapa Franklin bersikap seakan tidak rela kalau Fanny sudah memiliki kekasih.
"Aku tidak peduli! sekarang kamu harus ikut denganku," Franklin menarik paksa tangan Fanny dan mengajaknya pergi dari tempat itu.
Lula menatap kedua orang itu dengan tatapan sendu, dia sebenarnya merasa kasihan terhadap Fanny, tapi Lula juga tidak berhak ikut campur urusan mereka.
"Tadi ada sedikit masalah," jawab Lula.
"Masalah apa sayang?" tanya Danish khawatir.
"Bukan aku yang dapat masalah tapi Fanny, tadi asisten Franklin memaksanya untuk ikut dengannya, sayang aku sangat khawatir dengan Fanny," Lula memeluk Danish.
"Sudahlah tidak apa-apa, mereka biasa seperti itu, mungkin Franklin membawanya pergi ke suatu tempat, Fanny pasti baik-baik saja," ucap Danish mengelus punggung istrinya.
Di sisi lain.
Franklin membawa Fanny masuk ke dalam mobilnya, kemudian dia melajukan dengan kecepatan tinggi, entah apa yang ada dalam pikiran Franklin, rasanya dia benar-benar emosi saat ini.
"Kenapa kamu membawaku, Franklin aku tidak mau ikut bersamamu!" seru Fanny.
Franklin masih diam saja tidak menjawab.
"Kamu dengar tidak!! aku akan melompat dari mobil ini kalau kamu tidak menjawab!!"
Franklin langsung menghentikan mobilnya mendadak. Pria itu menatap Fanny dengan tatapan yang sulit di artikan.
__ADS_1
"Fanny, aku tidak tahu ada apa dengan diriku, tapi saat melihatmu bersama pria lain rasanya begitu tidak rela," ucap Franklin.
Fanny menghela nafas.
"Kenapa begitu? apa kamu cemburu?"
"Entahlah, aku hanya tidak ingin menyakiti mu, melihat pakaian mu yang terbuka seperti ini aku tidak suka, apalagi di lihat oleh orang lain," jawab Franklin.
"Kamu egois Franklin, sekarang antar aku kembali ke perusahaan, Harry sedang menungguku!" Fanny menatap tajam ke arah pria di sampingnya ini.
"Tidak boleh, aku akan mengajakmu ke suatu tempat!" ucap Franklin menyalakan mobilnya kembali.
Kali ini Fanny terdiam, dia merasa tidak bisa melawan Franklin kalau sudah seperti ini.
Pria itu membawa Fanny ke apartemennya, tempat yang sering mereka pakai untuk bercinta, entah sudah berapa kali Franklin meniduri Fanny, rasanya Fanny sudah begitu lelah menjadi partner ranjangnya.
"Ayo masuk!" Franklin membuka pintu apartemennya.
"Aku tidak mau!" jawab Fanny berusaha pergi.
Franklin menahan Fanny kemudian menggendongnya.
"Turunkan aku Franklin, aku tidak mau masuk ke dalam apartemenmu!!" Fanny meronta dalam gendongan pria itu.
Tapi Franklin tetap tidak mempedulikan ocehan dari wanita ini, dia terus mambawa Fanny masuk ke dalam kamar dan melemparkannya ke atas ranjang.
Pria itu mencium paksa bibir Fanny, seakan menyalurkan semua perasaan yang berkecamuk di hatinya.
"Asal kamu tahu Fanny, saat aku mencium Gabby bayangan wajahmu yang terlintas, sampai aku membayangkan bahwa Gabby adalah dirimu, selama beberapa bulan ini kamu selalu menghindar dariku, tidak pernah menjawab telepon ku atau membalas pesanku, hal itu membuatku gila Fanny!" ucap Franklin mencium bibir Fanny kembali.
"Emm ... kenapa aku harus menjawab teleponmu!! aku tidak mau hanya di jadikan wanita pemuas nafsumu saja, aku juga punya hati!" Fanny mendorong tubuh Franklin tapi tidak bisa.
"Baiklah, aku akan mengikatmu saat ini juga! Fanny, menikahkan denganku!"
Fanny begitu terkejut mendengar ucapan dari sang Casanova ini.
Bersambung.
Gimana nih akak reader jawaban dari Fanny?
Terima atau tidak ya???
__ADS_1