
Happy Reading 😊
Franklin mengemudikan mobilnya menuju ke apartemen bosnya, pria itu masih memikirkan ucapan Fanny yang menyuruhnya untuk memeriksakan keadaan Lula ke rumah sakit.
"Apa benar Nona Lula hamil?" gumam Franklin.
"Pasti bos bahagia banget kalau tahu Nona Lula hamil, tapi bagaimana kalau ternyata tidak?"
Masih serius memikirkan tentang keadaan istri dari bosnya itu, tiba-tiba ponselnya berdering. Franklin melihat nomer bosnya itu sedang menanggil, dia menyalakan bloetooth headset-nya.
"Halo?"
"Halo Franklin, cepatlah ke sini, Lula pingsan!"
"Apa Nona Lula pingsan bos, oke ini udah otw,"
Baiklah, aku tunggu kamu secepatnya,"
"Siap bos,"
Franklin menambah kecepatan laju mobilnya, dia juga merasa khawatir dengan kondisi Lula, padahal tadi dia di suruh datang ke rumah Danish karena bosnya itu muntah-muntah terus tapi sekarang malah Lula yang pingsan.
Setelah beberapa saat Franklin tiba di rumah Danish, dia langsung masuk dan mencari keberadaan bos dan istrinya.
"Franklin, cepat kita ke rumah sakit!" seru Danish yang sudah menggendong l
Lula.
Franklin bisa melihat kondisi bosnya itu sangat berantakan.
Diapun langsung berlari ke mobil dan membuka pintu belakang. Danish sangat khawatir kepada Lula yang tiba-tiba pingsan itu.
Akhirnya Franklin melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Setelah beberapa saat mereka sampai, Danish langsung berteriak memanggil perawat dan dokter. Dia benar-benar kacau saat ini. Padahal Danish sendiri juga masih merasa mual-mual.
Kehebohan terjadi di rumah sakit karena Danish berteriak-teriak, para dokter yang tadinya ingin marah mereka urungkan setelah melihat siapa yang pagi-pagi membuat kegaduhan itu.
"Cepat periksa istriku!!' seru Danish.
__ADS_1
Semua orang mengangguk dan terlihat takut. Mereka melihat wanita yang di bawa oleh Danish itu yang ternyata adalah istrinya.
Belum banyak yang tahu bahwa Danish telah menikah, setahu publik hanya Angelica wanita yang pernah dekat dengannya, tapi beberapa bulan ini Danish terlihat selalu menggandeng wanita cantik yang menjadi bahan pembicaraan banyak orang.
Akhirnya mereka membawa Lula ke dalam dan langsung memeriksanya. Danish gelisah menunggu di luar bersama Franklin. Dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri kalau terjadi hal-hal yang buruk dengan Lula.
Belum pernah Danish terlihat sepanik ini sebelumnya, apalagi di depan umum seperti sekarang, pria yang biasanya selalu tampil datar dengan wajah dingin itu seakan menunjukkan kelemahannya yaitu Lula.
Tentu saja banyak pasang mata yang melihat sisi lain dari seorang Danish CEO Alvares GROUP yang terkenal kejam bisa menjadi lemah seperti ini gara-gara sang istri yang pingsan.
"Lihatlah tuan Danish terlihat kacau, sepertinya dia begitu mencintai istrinya"
"Di balik wajah dingin dan kejamnya ternyata saat menghadapi istrinya dia begitu rapuh"
"Jangan keras-keras, nanti asisten Franklin dengar kita semua bisa di pecat,"
Segelintir orang dan para perawat yang membicarakan orang hebat itu di belakangnya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya dokter pun keluar.
Danish yang melihat itu langsung menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana kondisi istriku?" tanya Danish tegang.
Danish mematung mendengar ucapan dari dokter itu, apa dia tidak salah dengar? Istrinya sedang mengandung, apakah dia sedang bermimpi.
"Dokter, katakan sekali lagi kalau perlu di rekam, Franklin mana ponselku?"
"Ponselmu ya di sakumu bos, kenapa tanya padaku?" jawab Franklin.
Danish langsung mengambil ponselnya dan menyalakan kamera, sepertinya dia akan merekam langsung lewat video bukan hanya rekaman suara saja.
"Cepat katakan lagi dokter, agar aku mengira ini bukanlah mimpi," ucap Danish.
Sang Dokter tersenyum dan mengangguk, dia bisa memahami bagaimana perasaan Danish saat ini.
"Tuan Danish, selamat ya sebentar lagi anda akan menjadi seorang Daddy dari baby triplet, karena istri anda saat ini sedang mengandung, kita sudah melakukan USG dan ada 3 titik sebesar biji kacang hijau pada rahim, jadi bisa di pastikan kalau Nona sedang mengandung bayi kembar 3," jelas sang dokter.
Danish sangat speechless, dia tidak bisa berkata apa-apa, hanya air matanya yang lolos seakan mengungkapkan kebahagiaan yang tak terhingga.
__ADS_1
Ternyata usahanya selama ini tidak sia-sia, Danish langsung memeluk Franklin, meluapkan segala emosi yang mendera, yang pasti dia benar-benar bahagia.
"Selamat bos, sudah jangan menangis, apa tidak malu di lihat banyak orang," ucap Franklin.
"Kenapa harus malu, aku menangis karena bahagia, ada calon anak-anak ku yang akan tumbuh di perut Lula, bagaimana aku tidak bahagia dan menangis seperti ini," jawab Danish.
"Aku ingin menemui istriku dokter,"
"Silahkan tuan, Nona juga sudah sadar," jawab dokter tersebut.
Danish langsung masuk ke dalam ruang periksa Lula, dia bisa melihat wajah sembab sang istri yang tersenyum ke arahnya.
"Sayang, aku sangat mencintaimu," ucap Danish langsung memeluk istrinya dan mencium seluruh wajah Lula berkali-kali.
"Ternyata usaha kita berhasil, aku yakin tidak ada usaha yang sia-sia sayang," jawab Lula menangis sesenggukan.
Danish semakin mendekapnya erat, Lula menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami sambil menahan seluruh rasa yang tidak bisa ia jabarkan.
Franklin hampir ikut menangis melihat pemandangan itu, tentu saja dia ikut bahagia dengan yang di alami bos dan sang istri ini.
"Apakah istri saya harus di rawat dok?" tanya Danish masih memeluk Lula.
"Sepertinya kondisi Nona baik-baik saja tuan, kita juga sudah memberi vitamin, jaga pola makan dan banyak istirahat karena kandungan Nona agak lemah, tapi anda tidak perlu khawatir," jawab dokter tersebut.
"Apakah ada hal lain lagi dokter?"
"Oh iya, biasanya pada trimester pertama akan mengalami yang namanya morning Sickness, mual dan muntah pada pagi hari, tapi kadang juga bisa siang atau sore, nafsu makan yang berubah, tapi biasanya wanita hamil akan sangat sulit untuk makan karena merasa perutnya mual, tapi itu hal yang sangat wajar, nanti kondisi Mommy-nya akan normal kembali kalau sudah memasuki trimester kedua," jelas dokter.
"Tapi saya tidak merasa mual dok, bahkan nafsu makan saya bertambah," ucap Lula.
"Itu juga hal yang biasanya terjadi tapi memang sangat jarang Nona, kadang juga suami yang mengalami mual dan muntah, itu di namakan kehamilan simpatik atau sindrom couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri."
Danish dan Lula saling menatap, apakah Danish mengalami hal itu karena tadi pagi tiba-tiba dia merasa mual-mual.
"Tidak apa-apa sayang, kalau memang aku yang harus mengalami gejala morning Sickness, aku akan menikmati ini, karena Tuhan sudah memberikan anugrah terindah yaitu tiga baby sekaligus," ucap Danish mencium bibir Lula dan memangutnya.
Mereka menyalurkan segala rasa bahagia dan haru dalam ciuman itu.
Bersambung.
__ADS_1
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Ada yang punya tissue gak ya