
Happy Reading 😊
Arshel sudah setahun ini tidak pulang ke rumah karena harus mengikuti pelatihan yang keras. Tapi hari ini sudah waktunya dia untuk kembali karena ada masa cuti di akademi militer.
Diapun tidak mensia-siakan masa libur yang lumayan panjang untuk pulang dan berkumpul dengan keluarga besar.
Arshel berjalan gagah dengan memakai kacamata hitam, dan jumper abu-abu yang melekat di tubuh atletisnya.
Pesona Arshel memang sangat luar biasa, seperti Daddy Danish yang mempunyai kharisma bagi yang memandang.
Banyak pasang mata yang menatap kagum pada Pria ini, semua mata para gadis tidak bisa teralihkan ketika Arshel berjalan di depan mereka.
Saat ini Arshel sudah keluar dari pesawat dan sedang menunggu jemputan.
"Wow, tampan sekali dia, bak pangeran yang datang menggunakan kuda putih, sungguh mataku tidak bisa berkedip."
"Ya Tuhan, aku mau donk jadi kekasihnya."
"Mahkluk Tuhan yang sempurna."
Berbagai macam pujian di lontarkan untuk Pria tampan satu ini. Para putra Danish dan Lula ini memang mewarisi ketampanan sang Daddy, kepandaian dan kecerdasannya mewarisi sang Mommy.
Perpaduan antara kesempurnaan Danish dan Lula membuat para malaikatnya memiliki kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.
Saudara kembarnya berjanji akan menjemputnya di bandara. Sudah setengah jam lebih Pria itu menunggu para adik yang sangat dia rindukan itu, sesekali melirik jam di pergelangan tangannya.
"Lama sekali!" Arshel mendesah pelan. Sebenarnya dia sudah tidak sabar untuk segera pulang ke rumah.
Yang pasti dia ingin secepatnya berkumpul dengan keluarga yang sangat dia rindukan itu. Tiba-tiba dari arah depan terlihat Kenzo yang datang hanya sendirian saja.
"Hai Saudaraku yang paling tampan, apa kamu tidak memberiku salam pelukan?" ucap Kenzo merentangkan tangannya.
"Seperti anak kecil saja!" ucap Arshel sambil memeluk saudaranya itu.
"Iya deh!" Arshel tertawa melihat keadaan Kenzo.
"Mana Daniella? kenapa dia tidak ikut menjemput ku?" Arshel melihat sekeliling dan tidak memiliki Daniella di sana.
Hanya Kenzo yang datang menjemputnya, sebenarnya ada sedikit harapan bahwa Daniella datang bersama Evelyn, tapi itu tidak mungkin karena Evelyn tidak mungkin ada di Washington DC.
__ADS_1
"Ayo cepat pulang, Mommy dan Daddu juga sebentar lagi pulang dari kantor, Daniella masih bersama Zack, tadinya mau ikut ke bandara tapi entah kenapa tiba-tiba mereka pergi dan belum kembali," Arshel mangut-mangut mendengar ucapan Kenzo.
Mereka berjalan keluar dari bandara dan masuk ke dalam mobil.
"Apakah Evelyn tidak pernah ke Washington DC?" Kenzo menoleh menautkan alisnya.
"Selama setahun ini dia hanya berkunjung sekali ke Washington DC, memangnya kenapa Shel?" tanya Kenzo penasaran.
"Tidak apa-apa," jawab Arshel singkat.
Kenzo merasa bahwa sebenarnya Arshel juga menyukai Evelyn, buktinya dia langsung menanyakan keberadaan gadis cantik itu.
"Shel, aku ingin ngomong sesuatu, tapi jangan marah ya?" ucap Kenzo.
"Memangnya kenapa harus marah?" Arshel balik bertanya.
"Ya makanya dengerin dulu tapi kamu jangan marah loh," Arshel merasa Kenzo seakan mempunyai pertanyaan yang akan membuatnya marah.
"Iya, cepat katakan?"
Kenzo menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan.
Tiba-tiba jantungnya berdetak kencang lagi, sungguh hal yang sangat tidak ingin Arshel bahas karena pasti hatinya akan merasa sakit kalau membicarakan tentang gadis itu.
"Tidak, aku tidak membencinya," jawab Arshel dingin kembali.
Wajahnya tiba-tiba terlihat datar, tidak seperti tadi saat sebelum Kenzo bertanya.
Kenzo bisa melihat aura itu, diapun menoleh dan melihat raut wajah Arshel yang seakan tidak suka dengan apa yang akan mereka bahas.
Sungguh sangat berbeda dengan kenyataan yang di tunjukkan oleh Arshel, wajah dingin itu sangat kontras dengan hatinya yang merasa sakit jika sudah membicarakan tentang Evelyn.
Dia hanya berusaha menutupi hatinya yang terluka karena perasaan yang selalu tumbuh di hatinya untuk gadis itu. Arshel tidak ingin melihat Evelyn sakit hati karena cintanya.
"Lalu kenapa sikapmu sangat berbeda jika dengan Eve? sikapmu sangat hangat bila bersama kami tapi ketika ada Evelyn semua kehangatan itu langsung beru...!"
"Sudah Ken, tidak perlu membahas itu lagi," sela Arshel.
Kamu sangat aneh Shel, tadinya ku kira kamu peduli pada Eve karena sempat menanyakannya, tapi ketika aku ingin membahas Evelyn kamu menolak tegas, apa yang sebenarnya kamu rasakan untuk dia, aku sangat kasihat terhadap gadis baik itu. Batin Kenzo.
__ADS_1
Hening, perjalanan menuju ke rumah tiba-tiba menjadi sangat berbeda dari sebelumnya.
Kenzo mencengkram stirnya, dia sungguh tidak bisa menebak apa yang di rasakan oleh saudara kembarnya itu.
###
Florida.
"Halo Ken, ada apa?" Evelyn mengangkat telepon dari Kenzo.
"Arshel telah kembali, apa kamu tidak ingin bertemu dengannya dan bertanya tentang sikapnya itu Eve," ucap Kenzo di sebrang telepon.
Evelyn mendesah pelan, dia meraba dadanya yang merasa berdetak kencang apabila membicarakan tentang Arshel.
"Entahlah Ken, aku belum siap, bagaimana kalau dia memang benar-benar membenciku?"
"Tadi aku sudah bertanya a
langsung padanya, dia menjawab tidak membencimu, sepertinya ada sesuatu yang membuat nya bersikap seperti itu padamu Eve," Evelyn terdiam.
Dia juga tidak tahu apa permasalahan yang menyebabkan Arshel begitu dingin padanya.
"Aku akan bersiap-siap Ken,"
"Maksudmu?"
"Tunggu aku di rumah, kali ini aku harus bicara pada Arshel, kalau dia memang tidak membenciku lalu kenapa sikapnya seperti itu, aku harus mendapatkan kejelasan!"
"Bagus Eve, kejar cintamu! jangan sampai kalian sama-sama menyesal di kemudian hari."
Bersambung.
Maaf kalau pendek partnya. Nanti sambung lagi ya😊😊😊
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak
Like, komen, bunga dan kopii hitamnya
Terima kasih 😘😘😘
__ADS_1