Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Zack Bad mood


__ADS_3

Happy Reading 😊


Washington DC.


Hari ini Daniella dan Zack memutuskan untuk pergi ke rumah sakit. Daniella memang tidak ingin memanggil dokter pribadi karena dia merasa perlu untuk di periksa juga.


Daniella mendapati dirinya sudah terlambat datang bulan sejak seminggu yang lalu, dan ingin langsung memeriksakan diri apakah benar bahwa dia terlambat datang bulan karena sedang hamil.


Zack sedari tadi merasa perutnya terasa tidak nyaman.


"Apa kamu merasa mual lagi sayang?" Tanya Daniella yang melihat suaminya sudah memegang perut.


Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil menuju ke rumah sakit. Mereka diantar oleh sopir karena Zack kondisinya masih lemah. Jadi tidak memungkinkan untuk menyetir.


"Iya sayang, tapi tidak terlalu mual," jawab Zack.


Daniella mengelus bahu sang suami agar merasa lebih baik. Zack merasa sangat senang mendapatkan sentuhan dan perhatian dari sang istri.


"Perutku juga ingin di elus sayang," Zack sudah mengeluarkan mode manjanya.


Daniella menurut dan meletakkan tangannya di perut Zack, kemudian mengelusnya perlahan.


Entah Kenapa setiap mendapatkan sentuhan dari sang istri, Zack merasa jadi lebih enakan. Apalagi mendapatkan perhatiannya setiap hari benar-benar membuat Zack jatuh cinta berkali-kali kepada Daniella.


"Bagian sini sayang,, rasanya masih terlalu tidak nyaman," Zack mengarahkan tangan Daniella ke bagian perut bawah.


Daniella pun masih menurut, wajahnya menunduk melihat perut sixpack sang suami yang sengaja di buka bajunya oleh Zack.

__ADS_1


"Ke bawah lagi sayang," Zack menuntun tangan istrinya itu.


Sopir yang melihat adegan dua orang di jok belakang lewat spion itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Daniella merasa Zack sedang memanfaatkan keadaan. Awalnya dia hanya kasihan terhadap suaminya, tetapi sikap Zack menjadi semakin mesum.


"Iya sayang, betul di situ, nah begitu," Daniella melotot mendengar ucapan suaminya.


"Sudah ah, tanganku pegal!" Daniella melepaskan tangan Zack yang sudah di arahkan lebih bawah lagi.


Wajah Daniella merah padam, dia baru menyadari kalau sedari tadi suaminya itu mengerjainya.


"Kok sudah sih?" Daniella menatap Zack dan menarik telinganya pelan.


"Dasar mesum, kamu gak lihat ada orang lain di dalam mobil ini, aku kan malu Zack!!" bisik Daniella.


Zack hanya cengengesan, entah kenapa melihat sang istri yang selalu menurut membuatnya menjadi gemas saja.


Setelah beberapa saat mereka sampai di rumah sakit.


Zack dan Daniella masuk ke ruangan dokter pribadi keluarga Alvares dengan mudah dan tanpa antri terlebih dahulu karena mereka sudah membuat janji.


Setelah di periksa ternyata Zack tidak mengalami masalah apa pun di perutnya, mungkin hanya sedikit masuk angin karena Zack tidak mempunyai riwayat penyakit lambung.


"Sepertinya aku juga harus periksa sayang, mudah-mudahan saja aku beneran hamil, soalnya aku juga takut untuk melakukan tes sendiri," ucap Daniella sendu.


"Kenapa harus takut, hem?" Zack memegang tangan istrinya.

__ADS_1


"Entahlah,, aku merasa takut saja,, takut kalau kamu kecewa padaku seandainya aku tidak jadi hamil," jawab Daniella mengalihkan pandangannya.


"Sayang, jangan bicara seperti itu, kita akan tetap berusaha, kan baru kali ini kita mencoba program kehamilan?" Zack memegang wajah sang istri, kemudian mengecup bibirnya sekilas.


"Iya," jawab Daniella tersenyum.


"Ayo, kita masuk ke ruangan dokter obgyn dan menyambut kedatangan calon baby kita," Zack menuntun tangan sang istri untuk masuk ke ruangan dokter kandungan.


"Saya cek sebentar ya," ucap dokter obgyn yang bertag-name Dereck itu.


Dokter muda itu menyuruh Daniela untuk berbaring di ranjang. Zack mash mengamati pergerakan dokter yang berwajah tampan itu.


"Bajunya di buka dulu ya Nona," Dokter tersebut menyuruh Daniela untuk membuka bajunya agar bisa mengoleskan gel di perutnya.


"Jangan lebar-lebar bukanya." Zack menghentikan tangan Daniella yang sedang menyingkap bajunya itu.


"Loh, kenapa? kan mau di USG?" Tanya Daniella.


"Iya Tuan, harus di buka bajunya dulu kalau mau di USG. Nanti saya akan mengolesi gel untuk sistem pemeriksaan berfungsi sebagai medium untuk menghantarkan gelombang ultrasonik ke tubuh Nona Daniella. Tanpa gel energi ultrasonik akan mengalamai pelemahan akan sulit untuk mendeteksi embrio di dalam perut." Jelas Dokter Dereck secara detail.


""Aku tahu, aku tidak menyuruh untuk tidak membuka baju, aku hanya bilang jangan terlalu lebar!" Jawab Zack tidak mau di salahkan.


Daniella hanya bisa memukul keningnya pelan melihat mode cemburu suami nya.


Bersambung.


MOHON UNTUK MENYEMPATKAN JEMPOLNYA 👍

__ADS_1


BUAT PARA AKAK READER TERLOVE JANGAN LUPA LIKE YA, SEMPATKAN WAKTUNYA SEDIKIT SAJA UNTUK PENCET TOMBOL LIKE, KARENA ITU SANGAT BERARTI BUAT OTHOR UNTUK SEMAKIN SEMANGAT BERKARYA.


TERIMA KASIH 😊


__ADS_2