
Happy Reading 😊
Aland mengacak rambutnya frustasi, sejak siang Regina masih belum membalas pesannya.
"Kamu lagi ngapain sih, Re?" Gumam Aland.
Entah kenapa sekarang dia benar-benar tidak bisa tanpa mendengar kabar dari Regina. Apalagi sekarang Regina sangat susah untuk di hubungi. Pria itu menyandarkan tubuhnya di sofa kebesaran. Menutup matanya karena merasa lelah.
Bayangan masa lalu di saat Regina sering merecoki dan terkadang bermanja dengannya membuat Aland merinu saat-saat itu.
"Kenapa aku baru menyadari perasaan ini padamu Re, aku tidak bisa menyangkal lagi kalau sekarang memang aku sehat mencintaimu, Aku merindukanmu, Aku sangat ingin memeluk saat ini, Regina."
Tok, tok!
Ceklek!
Aland menatap seorang pria masuk ke dalam dengan membawa beberapa berkas dan juga beberapa amplop di tangannya.
"Bos, aku sudah memiliki identitas siapa Susy itu, ternyata dia ada hubungannya dengan Carlos Robert,, musuh bebuyutan kita, sepertinya dia meminta Susy untuk masuk ke dalam keluarga Rodriguez agar bisa menghancurkan mu dari dalam, tapi itu sama juga masih dugaanku." Ucap seorang pria berusia tiga puluh dua tahun yang tidak lain adalah asisten pribadi Aland yang bernama Matthew.
"Semuanya kuserahkan padamu Matt, aku Sudah malas mengurus wanita licik itu.. Aku tidak menyesal karena pernah bersamanya, tapi yang kusesali dia akan berusaha membuat keluarga aku hancur. Ternyata ada hubungannya dengan Carlos, cih dasar pria cilik." Ucap Aland sinis.
"Sudahlah Bos tidak usah khawatir, aku akan terus menyelidiki mereka, lihatlah siapapun yang akan dan berusaha menghancurkan keluarga Rodriguez aku akan membuat mereka mendekam di penjara sampai membusuk." Jawab Matthew tajam.
"Aku percaya padamu, Matt. Kamu adalah orang kepercayaanku."
Matthew dulunya bekerja sebagai asisten pribadi Darren. setelah Arshel menggantikan posisi mertuanya itu, Matthew juga berganti menjadi asisten pribadi Arshel.
Aland yang mulai disuruh menekuni dunia bisnis milik Daddy Darren dan akhirnya bisa menduduki jabatannya sendiri, sebagai wakil CEO di Sky Group.
"Matt, aku ingin bertanya padamu." Ucap Aland tiba-tiba.
__ADS_1
"Tanya apa bos?" jawab Matt.
"Ginimana caranya agar kita bisa mendapatkan perhatian dari wanita yang kita cintai?" Matthew mengerutkan keningnya.
"Kenapa bertanya padaku bos kamu lebih pengalaman dariku Kalau nggak salah wanita dan percintaan." Jawab Matthew.
Memang benar apa yang di katakan oleh asisten pribadi Aland tersebut. Aland bukan pria yang tidak pernah memiliki kekasih kamu Sudah berkali-kali dia bergonta-ganti pasangan. Selalu saja dia yamg meninggalkan karena merasa sudah bosan.
Aland tidak pernah mencari seorang wanita karena wanita itu selalu datang sendiri padanya, bagi Aland bisa mendapatkan wanita seperti apa yang dia mau, itu mudah.
"Tapi untuk sekarang aku sangat sulit menjangkaunya, gadis ini membuatku seperti orang gila karena dia sekarang menjauhiku." Matthew ingin tertawa mendengar curahan hati Aland. Tetapi dia tidak bisa melakukan itu, bisa-bisa dia dipecat dari pekerjaannya.
"Memangnya kenapa Bos gadis itu menjauhimu sekarang? biasanya juga kamu yang pergi atau dia merasa tidak tahan dengan sikapmu Bos?" Aland menoleh ke arah asisten pribadinya itu.
"Sepertinya memang aku melakukan kesalahan padanya, atau mungkin dia sudah bosan kepadaku, atau mungkin juga dia sudah punya pria lain?" Dada Aland rasanya berkemul ketika dia mengucapkan kata-kata pria lain.
Rasanya sangat tidak rela apabila Regina dekat dengan pria lain atau saat ini sedang mempunyai kekasih.
"Apa otakmu sedang terkena virus Bos?" Tanya Matthew duduk di kursi. Sebenarnya sejak tadi dia sudah merasa pegal karena terus berdiri.
Awalnya dia hanya ingin menyerahkan berkas-berkas dan identitas milik Susy, kemudian langsung pergi dari ruangan itu, tetapi ternyata bosnya sedang merasa dilema dan galau, sudah seperti seorang pria yang jatuh cinta tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan.
Benar-benar drama yang sangat menggelitik hati. Batin Matthew.
"Maksudnya apa? aku terkena virus?"
"Iya, virus bucin!"
Aland menaikkan sebelah alisnya. "Apa itu virus bucin? aku tidak mengerti?"
"Virus bucin jenis virus yang menyerang setiap orang, baik wanita atau pria yang sedang jatuh cinta kepada pasangannya, dan orang itu akan sangat tergila-gila.. dia rela melakukan apapun dan menyerahkan segala yang dia punya untuk membuat pasangannya bahagia. bisa terlalu sayang kepada pasangan hingga rela melakukan apapun. Contohnya memberikan kasih sayang berlimpah, harta, tahta dan segalanya hahaha." Aland melemparkan bulpoin ke arah Matthew.
__ADS_1
Membuat pria itu menghentikan tawanya. "Lalu bagaimana caranya agar iya bisa menatap kita lagi dan mendekati kita seperti dulu?"
"Astaga, bos! kamu ini orang cerdas dan pintar, tapi kenapa sangat bodoh dalam hal percintaan,, sebenarnya Bos, Mungkin wanita ini memang spesial di hatimu berbeda dengan wanita-wanita yang pernah bersamamu, kalau kamu memang mencintainya, kejar dia Bos, dapatkan hatinya jangan sampai kamu menyesal karena dia telah menemukan penggantimu." Ucap Matthew menasehati Aland.
Kemudian pria itu berpamitan pergi karena tadi dia meninggalkan pekerjaan yang menumpuk.
Aland terdiam terdiam, tetapi pikiran nya bekerja. Sepertinya saatnya dia yang berbalik mengejar Regina. Aland tidak mau Regina menemukan tambatan hati lain. Dia tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hati Regina kembali.
####
Sherena melihat Aland berjalan ke arah kamarnya dengan wajah yang kusut, rambut sudah berantakan, bahkan kemeja sudah tidak rapi, benar-benar bukan seperti Aland yang biasanya.
"Aland, ada apa denganmu? kenapa kamu terlihat sangat menyedihkan?" Seru Sherena.
Aland menghentikan langkahnya dan berbalik arah Sherena. "Aku lagi patah semangat." Jawab Aland membuat Sherena tergelak.
"Apa karena Susy telah membohongimu jadi kamu patah semangat?"
Aland terdiam tak menjawab. Yang membuatnya seperti ini bukan Susy melainkan Regina, sejak siang tadi wanita itu belum membalas pesannya.
"Move on dong, Susy memang cantik, tipe kamu banget, tapi kelakuannya sangat buruk, kubur dalam-dalam perasaan mu pada wanita itu, untung saja aku tahu siapa Susy,, Mending tahu sekarang kan, dari pada setelah kalian menikah baru kamu mengetahui keburukan Susy, pasti sangat menyedihkan." Ejek Sherena.
Aland mendengus mendengar celotehan keponakan nya itu. Tidak benar sama sekali dugaannya. Sebenarnya Aland ingin cerita tentang masalah Regina dengan Sherena. Tetapi setiap Aland berbicara, Sherena selalu saja mengalihkan pembicaraan.
Entah sepertinya memang Sherena tidak suka kalau Aland membahas tentang Regina. "Aku sudah tidak pernah memikirkan Susy lagi setelah kejadian di villa, aku hanya memikirkan Regina.
"Sudah kubilang Aland, jangan mengganggu Regina,, Jangan sakiti dia,, Aku tidak suka kamu menyakiti Regina lagi,, Sudah cukup!! Regina sudah move on dan jadi sekarang jangan ganggu Regina! oke om."
Ucapan Sherena seperti berputar-putar di kepalanya, entah kenapa dia merasa tidak suka ketika Sherena menyuruhnya berhenti mengganggu Regina.
"Besok aku akan ke Washington DC, kamu ikut gak ketemu sama Grandpa Danish dan Grandma Lula?" Sherena terlihat langsing sumringah.
__ADS_1
Bersambung.