Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 3) Aku Tidak Salah Lagi


__ADS_3

Happy Reading 😊


Visual Zarco



Vidual Sherena



Florida


Malam ini Sherena tidak henti-hentinya mengumpat dalam hati akibat ulah pria di depannya ini.


Bagaimana gadis itu tidak kesal, Zarco memaksa Sherena untuk membahas kerja sama di waktu luar jam kerja dan di sinilah mereka sekarang, di sebuah restoran berbintang hanya berdua saja dengan Zarco yang telah menyajikan makan malam mewah untuk Sherena.


Padahal Sherena paling anti berduaan dengan pria kalau bukan urusan bertemu klien. Meskipun kali ini memang Zarco mengatasnamakan pekerjaan, tapi tetap saja bagi Sherena ini pemaksaan yang membuat istirahatnya benar-benar terganggu.


Seharusnya dia sudah beristirahat di rumah dan membaca novel online kesukaannya, tapi malam ini sepertinya dia harus lembur dengan seorang pria yang beberapa hari ini selalu mengganggu hidupnya.


"Kenapa hanya di lihat? apa kamu tidak menyukai semua hidangan ini, nona Sherena?" Tanya Zarco menatap Sherena lekat.


Sherena hanya memutar bola matanya malas. "Ayolah tuan Zarco terhormat, bukankah kita janjian untuk membahas kerja sama, lalu kenapa jadi menghidangkan banyak makanan seperti ini?"


Zarco terkekeh. "Aku biasanya bekerja setelah mengisi perut biar lebih konsentrasi, kalau perut kosong nanti otak ku juga kosong, jadi lebih baik makan dulu, baru membahas mengenai kerjasama." Jawab Zarco santai.


Akhirnya Sherena mengalah, tidak dipungkiri bahwa semua makanan yang tersaji di depan matanya itu adalah semua makanan favoritnya, entah darimana Zarco mengetahui semua makanan favoritnya itu apakah kebetulan atau memang dia itu tahu tentang dirinya.


Ya Tuhan jangan jangan?? ah, kenapa aku berfikir seperti itu. Batin Sherena


Entah kenapa Sherena berpikir bahwa Zarco sedang menyelidiki tentang dirinya. Sejak Zarco mengirimkan sebuah pesan berupa foto tempat dimana kejadian tagedi 7 tahun lalu, pria itu memang seperti sangat terobsesi terhadapnya.

__ADS_1


Mencari alasan untuk bisa sekedar menelepon Sherena, ataupun seperti malam ini bagaimana Zarco beralasan bahwa dia tidak bisa bertemu dengan Sherena kemarin siang untuk meeting, lalu kemudian pria itu meminta bertemu dengan Sherena di restoran berbintang malam ini untuk mengganti waktu kemarin siang.


"Bagaimana makanannya? lezat bukan? kuharap kamu suka dengan makanan ini karena aku tidak tahu makanan favoritmu itu seperti apa." Ucap Zarco santai.


"Oh,, aku kira anda sudah tahu makanan favoritku, karena semua yang tersaji di meja makan ini adalah makanan favoritku."


Zarco menelan salivanya, dia takut kalau Sherena curiga bahwa dia sedang menyelidiki tentang gadis itu.


"Ya, sebenarnya aku memang sedang mencari seseorang,,, seorang gadis yang pernah menyelamatkanku pada saat aku tenggelam di sungai, gadis itu memberikan nafas buatan dan karena itulah nyawaku selamat dan masih hidup sampai sekarang."


Kali ini Sherena yang menelan salivanya, dia tidak mengira bahwa Zarco masih mencarinya sampai saat ini.


"Tapi belum sempat Aku mengucapkan terima kasih padanya keluargaku datang dan langsung membawaku pergi ke rumah sakit, padahal waktu itu aku belum sempat mengucapkan terima kasih padanya. aku sangat berharap bisa bertemu dengannya meskipun itu hanya sebentar, tapi gadis itu telah menghilang seperti ditelan bumi."


"Kenapa kamu bisa mengatakan bahwa Gadis itu menghilang? apakah selama ini kamu tidak berusaha untuk mencoba mencarinya? waktu 7 tahun itu bukan waktu yang sebentar?" Tanya Sherena sedikit emosi.


Gadis itu sudah mengepalkan tangannya, kalau memang Zarco mencarinya kenapa sampai menghabiskan waktu selama 7 tahun.


"Setelah sembuh waktu itu, keluarga ku langsung mengirimku ke Australia untuk sekolah di sana, dan yah aku baru kembali satu tahun ini." Jawab Zarco membuat Sherena terkejut.


Berarti selama ini anggapanku salah, aku kira dia tidak peduli padaku, tapi ternyata dia pergi ke Australia. Batin Sherena.


"Jadi kamu sebenarnya??"


"Sebenarnya aku juga sangat ingin mencari gadis itu, dia sudah mencuri ciuman pertama ku, tentu saja aku harus meminta pertanggung jawaban!" Ucap Zarco.


"Pertanggung jawaban apa? memangnya kalau memberi napas buatan itu bisa diartikan ciuman?" Ucap Sherena menggebu.


Dia tidak sadar bahwa Zarco sedang memperhatikan ekspresinya.


"Ya iyalah, bibirku masih perjaka, dan belum pernah ada yang menyentuhnya, jadi gadis itu harus bertanggung jawab."

__ADS_1


"Eh, enak saja,, memangnya harus bertanggung jawab yang bagaimana?"


"Ya, misalnya menjadi istriku." Jawab Zarco enteng.


Sherena berkacak pinggang dan tidak terima dengan ucapa pria itu.


"Hei, tuan memangnya siapa yang mau jadi istrimu! enak saja minta tanggung jawab segala, udah di tolong itu harusnya berterima kasih, bukannya meminta pertanggung jawaban." Seru Sherena.


Zarco menaikkan sebelah alisnya, sepertinya rencananya akan berhasil.


"Kenapa anda yang jadi emosi, nona? apakah nona gadis yang telah menolong saya? tapi sepertinya bukan,"


Sherena langsung menutup mulutnya seketika, dia merutuki kebodohannya kenapa juga harus emosi seperti itu.


"Maaf, aku hanya terbawa perasaan, sudahlan kita lanjutkan saja makannya, nanti tidak selesai-selesai." Ucap Sherena mengambil sendoknya kembali.


Kenapa masih tidak mau mengaku, Sherena,, aku tahu kalau gadis itu adalah kamu, apalagi melihat reaksi mu tadi, Aku tidak salah lagi!


"Sherena, bisakah kita menjadi lebih dekat?" ucap Zarco membuat Sherena tersedak.


"Uhukk, uhukk!" Zarco langsung mengambil kan air minum untuk gadis itu.


"Tuan, aku sudah kenyang, sekarang kita bahas kerjasama saja ya? sudah malam, aku juga sudah lelah!" Zarco menatap gadis canti di depannya itu dengan tatapan sendu.


"Baiklah kalau begitu kita sudahi saja, meeting nya di lanjutkan besok, aku antar kamu pulang!"


"WHAT!!!!" Teriak Sherena.


Bersambung.


Slow ya, nanti satu persatu kebuka sendiri kok rahasianya 😁😁

__ADS_1


Jangan lupa bunga dan kopiknya ☕🌷


__ADS_2