
Aku mencintaimu tanpa syarat, tidak perlu memberi ku harta yang melimpah tapi kosong karena tidak ada cinta di dalam sana. Tidak, bukan itu, tapi sebuah rasa cinta yang hanya akan kau berikan untukku seorang.
Happy Reading 😊
Lula dan Danish menatap putranya itu dengan tatapan yang sulit di artikan. Mereka tidak menyangka bahwa Kenzo mendapatkan sebuah kesulitan dalam hubungannya bersama Mia.
"Aku tidak tahu Dad, kenapa Bibi Emi dan Paman Edison sangat tidak menyukai ku, padahal dulu mereka begitu baik, sangat pengertian tapi setelah aku menunjukkan keseriusan ku semuanya terasa begitu sulit," ucap Kenzo lesu.
Lula membawa kepala Kenzo ke dalam dekapannya. Sepertinya kalau masalah restu memang berbeda dengan hubungan yang lain. Tentu hal itu adalah kesulitan utama dalam sebuah hubungan.
"Tenanglah son, semuanya memang tidak mudah, tapi Daddy yakin kalian pasti bisa melewati semua ini." Danish merasa sedih melihat Kenzo yang seperti kehilangan semangat hidupnya.
"Dulu ujian Daddy juga sangat besar apalagi setelah Mommy meninggalkan Dad, hampir setia hari Daddy menghabiskan waktu hanya untuk bekerja dan bekerja, tidak ada kehangatan di hati Daddy, tapi ternyata Tuhan masih menyayangi Dad dan membuat Daddy bisa kembali bersama Mommy," cerita Danish.
Kenzo masih menyimak.
"Kalau kamu memang tulus mencintai Mia pasti akan ada jalan keluar yang ada di depan, jangan pernah menyerah dengan cinta dan tujuan hidupmu, yakinlah bahwa semua ini adalah rintangan."
Danish mengatakan semua nasihat yang membuat Kenzo menjadi sedikit lebih tenang. Lula tersenyum menatap sang Suami dan memberikan ciuman di kening Kenzo.
"Jadi sekarang apa yang harus Kenzo lakukan Dad?" tanya Kenzo.
"Jangan menyerah untuk mendapatkan restu dari orang tua Mia, kalau perlu nanti Daddy akan ke rumah Mia untuk meminta orang tuanya agar merestui kalian," jawab Danish tersenyum.
Kenzo berbinar kala sang Daddy mengatakan hal itu, sepertinya dia memang harus mendapat bantuan dari Daddy-nya kali ini.
###
Mia menatap kosong langit-langit kamarnya, dia benar-benar tidak mengerti dengan situasi kali ini, entah kenapa tiba-tiba Papa dan Mamanya tidak merestui hubungan mereka.
__ADS_1
"Apa ada seseorang di balik semua ini? iya benar, aku harus mencari tahu! tidak mungkinkan kalau tiba-tiba saja Mama dan Papa ngotot melarang kami berhubungan?" gumam Mia.
Gadis itu beranjak dari tempat tidur dan keluar dari dalam kamar, dia akan mencari tahu apa yang sebetulnya.
Pada saat Mia melewati kamar orang tuanya, sayup-sayup terdengar suaranya Mama sedang menangis.
Karena rasa penasaran yang tinggi Mia memutuskan untuk mendekat dan menempelkan telinganya di daun pintu kamar orang tuanya.
"Hiks, apa kita tidak keterlaluan Pa, aku tahu kalau Nak Kenzo benar-benar tulus mencintai Mia, tapi aku tidak mau kalau ancaman Sean yang akan menyebarkan foto-foto itu terjadi, Mia tidak boleh mendapatkan perlakuan buruk dari Masyarakat sekitar," ucap Bibi Emi.
"Papa juga tidak mau hal itu terjadi Ma, meskipun aku tahu Mia pasti akan menolak ini, tapi itulah yang terbaik untuk Mia dan juga Kenzo, jangan sampai nama keluarga Danish ikut menjadi jelek karena anak kita," jawab Papanya Mia.
Di luar kamar Mia sampai sbock mendengar apa yang di katakan oleh orang tuanya itu.
"Sean, pria itu apa yang telah di lakukannya? bukankah pria itu sudah di penjara? apa yang terjadi sebenarnya? aku akan mencari tahu hal ini!" gumam Mia.
Kemudian gadis itu masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya, Mia harus pergi ke rumah Sean untuk mencari tahu tentang apa yang di ucapkan Mama dan Papanya.
Tuutt .... tuuuttt
"Halo sayang, bisakah kita bertemu sebentar?" ucap Kenzo.
"Baiklah sayang, kebetulan aku juga akan keluar, tunggu aku di cafe xx setengah jam lagi, aku akan bersiap-siap dulu," jawab Mia.
Ah sepertinya Kenzo benar-benar merindukan suara itu, dua hari ini mereka hanya berbalas lewat chat dan tidak saling mengobrol.
"Sayang, aku sangat merindukanmu," Kenzo merasa sakit hati kala mendengar suara Mia.
Bukan sakit hati karena patah tapi sakit hati karena menahan rindu berat.
__ADS_1
"Aku juga sangat merindukanmu sayang," jawab Mia menahan segala macam rasa yang bergejolak di hatinya
"Baiklah aku tunggu di cafe xx sayang," dengan berat hati Kenzo mengakhiri panggilannya.
Mia segera mengganti bajunya dengan memilih sebuah dres yang di belikan oleh Kenzo, kata Kenzo, dia pasti cocok memakai dress itu.
Mia memoles wajahnya dengan make up tipis, tidak lupa memberi sedikit lip balm agar terlihat semakin Frees. Dia membiarkan rambut hitam panjang nya terurai.
"Sepertinya aku lumayan cantik kalau sudah berdandan seperti ini, tapi Kenzo menyukaiku apa adanya, dia memang pria baik, tapi kenapa Mama dan Papa tiba-tiba mempermasalahkan kasta di antara kami, padahal mereka tahu kalau cinta Kenzo tulus," gumam Mia sambil menyisir rambutnya dengan jemarinya.
Setelah itu Mia bergegas untuk keluar dan menemui Kenzo. Mia mengendap-endap agar Mama dan Papanya tidak mendengarkan langkah kaki Mia.
Sepertinya mereka masih berada di dalam kamar, syukurlah. Batin Mia mengelus dada.
"Mia! kamua mau kemana!"
Deg.
Mia sangat terkejut mendengar suara Mamanya dari arah belakang.
"Adu mati aku!" gumam gadis itu.
Bersambung.
Apa yang akan terjadi setelah ini? apakah Mia berhasil kabur dari mamanya?
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹🌹🌹
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
__ADS_1
Terima kasih ❤️😘😘😘