
Happy Reading 😊
Zack keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Ara yang tidur tengkurap di ranjangnya.
"Sayang, aku sudah memilih tema untuk acara ulang tahunku nanti, bagaimana kalau temanya couple, jadi setiap yang datang ke acara ulang tahunku itu harus membawa pasangan masing-masing," ucap Ara.
Zack mengambil handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah, sungguh sangat tampan. Siapapun pasti akan terpesona dengan pesona pria satu ini.
"Terserah kamu saja, aku hanya mendukung apa yang kamu inginkan," jawab Zack mengambil kaos putih di lemari dan memakainya.
"Aku akan pergi keluar, sebaiknya kamu pulang saja," lanjut Zack.
Ara mendekati sang kekasih dan merangkul lehernya.
"Zack, aku baru datang dan kamu sudah mau pergi? aku sangat merindukanmu sayang," Ara mencium bibir Zack sekilas.
"Bukankah kita setiap hari bertemu sayang, sudahlah kamu pulang dulu, aku ada urusan sebentar," Zack melepaskan tangan Ara dari lehernya.
"Kalau begitu aku ikut, jangan sampai kamu pergi ke club malam, aku tidak suka ya," ucap Ara memperingati kekasihnya itu.
Ara memang tahu kalau Zack adalah seorang playboy yang suka bermain wanita, tapi Ara sangat mencintai Zack dan tidak akan melepaskan pria itu meskipun hatinya sakit melihat kekasihnya yang seperti itu.
"Aku hanya pergi ke rumah Tom, jangan berfikir yang tidak-tidak sayang, aku pergi dulu," Zack mencium kening Ara kemudian pergi meninggalkan gadis itu di kamarnya.
Ara hanya diam saja dan tidak mengejar Zack, memang prilaku Zack yang selalu mengabaikannya seperti itu sudah hal biasa bagi Ara.
Zack seakan menjadikannya pelampiasan saja, bukan seperti kekasih yang peduli dan mencintainya.
Seharusnya dia pergi meninggalkan Zack tapi Ara sudah terlanjur mencintai pria itu.
Kemudian dia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"Halo Billy, kita bisa bertemu di tempat biasa? aku akan ke sana sekarang," Ara mematikan panggilannya.
Billy adalah salah satu sahabat Zack yang sangat menyukai Ara, dia hanya di jadikan Ara tempat pelarian untuk mencari kehangatan lain ketika Zack tidak bersamanya dan melampiaskan rasa kesalnya terhadap kekasihnya dengan Bily.
Di sisi lain
Zack menghampiri Tom yang sedang berada di club malam. "Hei bro, sudah lama kamu tidak kemari gara-gara kekasihmu yang posesif itu," Tom tergelak mengejek Zack.
"Tertawa saja, aku hanya sedang bosan!" Zack duduk di samping Tom yang sudah memegang botol anggurnya.
__ADS_1
"Ada apa kawan, sepertinya kamu tidak semangat? apa Ara tidak memberikan jatah?" Tom menuangkan anggur itu ke dalam gelas dan menyodorkannya pada Zack.
"Jangan bahas itu, aku sedang banyak pikiran saat ini, rasanya menyiksa sekali," ucap Zack menegak anggurnya.
"Pikiran apa sampai mengganggumu seperti ini?"
"Entahlah Tom, aku juga tidak mengerti, kenapa gadis itu tidak mau pergi dari otakku ini!" jawab Zack membuat Tom menoleh ke arahnya.
"Gadis? gadis apa? apa kamu sedang memikirkan seorang gadis? siapa gadis itu?" ucap Tom mencerca Zack.
"Daniella," jawab Zack menatap gelasnya yang sudah kosong itu.
Tom mengerutkan dahinya mendengar ucapan Zack.
"Si cantik Daniella ya, hemm wajar juga sih kalau kamu memikirkannya, bahkan semua pria tampan yang melihat paras cantik Daniella pasti akan tergila-gila padanya," jawab Tom menuangkan anggur di gelas Zack lagi.
"Tapi aku masih penasaran dengan gadis itu, dia seolah tidak tersentuh sama sekali Tom," ucap Zack yang membuat tom tergelak.
"Apa kamu jatuh cinta pada Ella Zack?" tanya tom masih tertawa.
"Hei, jangan menertawakanku, aku tidak jatuh cinta padanya, pesankan aku minuman lagi," Zack menyuruh pelayan untuk membawakan sebotol minuman lagi.
Dia memikirkan ucapan Tom, apa benar dia telah jatuh cinta pada Daniella.
####
"Harus datang ya? Kenzo juga aku undang kok," Ara tersenyum sambil menyodorkan sebuah undangan ulang tahunnya itu.
"Baiklah, akan ku usahakan," jawab Ara tersenyum.
"Terima kasih Ell, tapi kamu harus membawa pasangan di pesta nanti, karena tema-nya couple party, tapi tidak boleh Kenzo ya yang menjadi pasanganmu,"
"Kalau bukan sama aku lalu sama siapa kita harus ke acaramu itu," seru sebuah suara dari belakang.
Kenzo memeluk bahu Daniella dan menatap saudarinya itu dengan tersenyum lebar.
"Ya harus cari pasangan lain, intinya Kenzo harus pergi sama gadis lain dan Daniella harus dengan cowok lain," ucap Ara menatap Kenzo dan Daniella.
"Kalau begitu aku tidak bisa hadir di pestamu nanti, aku tidak punya kekasih dan Ell juga tidak," ucap Kenzo.
"Ayolah Ken, pokoknya kalian berdua harus datang, wajib!!" ucap Ara memaksa.
Kemudian dia pergi dari hadapan Kenzo dan Daniella.
__ADS_1
"Kenapa dia ngotot sekali?" Kenzo menatap tidak suka ke arah Ara.
"Entahlah, aku juga tidak tahu, tapi apakah kita harus ke acara party itu?" tanya Daniella.
"Kalau memang harus datang, kita akan datang bersama, kalau memang tidak boleh masuk ya sudah, tinggal pulang kan?"
"Tapi katanya acaranya di Villa," Daniella menatap ke arah Kenzo.
Kenzo hanya mengangkat ke dua bahunya.
###
Kelas baru saja usai, Daniella merapikan buku-bukunya dan menaruhnya ke dalam tas.
"Daniella Alvares, ehm sebaiknya aku memanggilmu Ell saja, atau Dany?"
Daniella memutar bola matanya, pria di sampingnya itu selalu mengganggunya selama pelajaran. Daniella sangat kesal dengan sikap Zack yang seperti itu.
"Ell, kamu akan pergi ke acara Ara kan? ehm sebaiknya tidak usah karena itu pesta couple jadi aku sarankan ... "
"Berhentilah mengoceh, aku sangat tidak menyukainya!!" sela Daniella.
Zack sedikit terkejut mendengar Daniella mengatakan itu.
"Hei sombong sekali sih!!" seru Zack.
Daniella tidak menggubris ucapan pria itu, kemudian dia berlalu pergi dan keluar dari dalam kelas.
Zack tidak suka di abaikan seperti itu, dia menyusul Ella dan menarik gadis itu masuk ke dalam kelas kosong.
"Apa yang kamu lakukan Zack! kenapa kamu mengunci pintunya!" seru Daniella saat melihat Zack yang mengunci pintu ruangan itu.
"Aku tidak suka di abaikan, aku juga sangat benci dengan gadis yang sombong, apalagi saat aku bicara padanya tapi tidak pernah di respon!!" ucap Zack sambil melangkah mendekati Daniella.
Gadis itu melangkah mundur ketika Zack tetap berjalan ke arahnya sampai punggungnya membentur tembok dan Zack langsung mengukung Daniella dengan tangannya yang mengunci sisi samping gadis itu.
"Apa sebenarnya mau mu Zack?" tanya Daniella menatap tajam wajah pria itu.
"Aku hanya tidak suka di abaikan Ell."
"Kenapa? apa kamu merasa sudah sangat hebat dengan selalu menjadi pusat perhatian, lalu kamu tidak terima kalau ada yang mengabaikan mu!!"
Zack menatap manik mata cokelat milik Daniella, rasanya seakan masuk ke dalam mata indah itu.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa like, bunga dan Vote nya 🌹🌹🌹🥰🥰🥰