
Happy Reading 😌
Kenzo dan Zack melihat dokter yang memeriksa keadaan Arshel yang tadi mengeluhkan sakit di kepalanya.
"Bagaimana keadaan saudara saya dokter?" Tanya Kenzo.
"Perkembangannya sangat bagus dan tidak ada masalah, sepertinya ingatan tuan Arshel sudah pulih seratus persen." Jawab sang dokter.
Arshel memejamkan matanya tidak mau melihat ke arah Kenzo dan Zack. Sepertinya dia sudah tidak bisa berpura-pura lagi saat ini.
"Hasil pemeriksaaan juga tidak menunjukkan sesuatu yang janggal, jadi kemungkinan sembuh pasien sudah hampir seratus persen." Ucap dokter lagi.
"Terima kasih dokter," Jawab Zack dan Kenzo bersamaan.
"Baiklah kalau begitu silahkan istirahat dulu, saya akan kembali esok pagi untuk pemeriksaan perkembangan tuan Arshel lagi." Kenzo dan Zack mengangguk.
Kemudian dokter tersebut berpamitan keluar dari ruangan itu.
"Sepertinya Arshel sudah sembuh dari amnesianya," Ucap Zack duduk di sofa.
"Ya betul, Shel kamu dengar tidak tadi penjelasan dari dokter?"
Arshel membuka matanya dan sedikit meregangkan otot-otot tangannya.
"Iya, tadi kepalaku sakit sekali, mungkin karena itu ingatanku langsung kembali," Jawab Arshel memegang kepalanya.
"Yaya, baiklah, mungkin karena Evelyn juga ya," Zack mangut-mangut.
"Betul itu!" Kenzo juga membenarkan.
"Hei kenapa kalian seperti itu?" Tanya Arshel.
"Kami memangnya kenapa?"
"Cepat telepon Mommy dan Daddy, beritahu kabar baik ini, bilang pada mereka kalau aku sudah sembuh seratus persen!" Jawab Arshel penuh harap.
"Sebaiknya besok saja Shel, aku yakin Daddy dan Mommy sudah tidur. Kita juga harus segera istirahat."
__ADS_1
"Iya betul!" Zack ikut mendukung Kenzo dan merebahkan tubuhnya di sofa.
Kenzo juga ikut tidur di sofa panjang satunya, kedua pria itu pun memejamkan matanya untuk tidur dan sesaat kemudian mereka sudah terlelap.
"Hei, kenapa kalian meninggalkan ku tidur? Aku kan jadi tidak bisa menutup kedua mataku!" Gerutu Arshel.
Florida
Pagi itu Danish dan Lula mendatangi rumah Darren dan Candy, setelah menanyakan perihal kehamilan Candy yang sudah nampak terlihat itu dan berbincang santai akhirnya Danish membicarakan tentang hubungan anak-anak mereka.
"Aku senang sekali kalau memang Arshel benar-benar tulus mencintai putriku, tapi mereka masih kecil, jadi tunggu sampai Evelyn lulus kuliah dan bekerja dulu," Ucap Darren meletakkan secangkir kopi di atas meja.
"Dulu aku menikah denganmu juga masih kecil sayang, sampai kamu di katakan sebagai Pedofilia karena menyukai anak kecil, jadi menurut ku tidak masalah kalau mereka menikah, " Jelas Candy.
"Dulu kamu kan sayang yang ingin cepat-cepat ku nikahi, kalau putri kita ini masih memiliki cita-cita yang tinggi, jadi biarkan Evelyn yang menentukan keputusannya," Candy bersedekap dada mendengar jawaban suaminya.
"Hey! jadi kalau aku tidak meminta kamu untuk menikah denganku, kamu tidak akan menikahi ku, begitu! Jadi orang itu harus bertanggung jawab! Kalau begitu seharusnya aku pergi saja dari hidupmu!" Darren menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Pengaruh hormon kehamilan memang membuat Candy menjadi suka marah-marah dan tersinggungan.
"Berhenti Darren, kalau kamu bicara lagi aku menjadi semakin kesal denganmu!"
Seketika Darren langsung menghentikan ucapannya, benar-benar sudah seperti Mama singa kalau Candy sudah mengamuk.
Danish dan Lula hanya melongo melihat perdebatan di depannya itu. Niat hati datang ke Florida untuk membahas masalah anak-anak mereka malah di suguhi pemandangan kedua suami istri sekaligus sahabat mereka itu.
"Lula, Danish, maaf ya membuat kalian jadi melihat semua ini," Ucap Darren merasa tidak enak hati.
"Lula dan Danish pasti mengerti, semua ini juga karena keegoisan mu kan!"
"Sayang, tenanglah, nanti kita bertanya kepada Evelyn, apa dia sudah siap atau tidak kalau harus menikah muda," Darren membawa Candy ke dalam pelukannya
"Kami tidak apa-apa Darren, tenang saja karena itu hal biasa." Jawab Danish.
"Kalau Evelyn pulang kita tanyakan saja padanya, apakah dia siap menikah atau tidak," Ucap Lula.
"Ya, memang sebaiknya seperti itu, aku tidak masalah kalau Evelyn dan Arshel menikah muda seperti saudara kembarnya Arshel yang sudah memilih jalan yang tepat menurut ku!" Candy melotot ke arah sang suami.
__ADS_1
"Iya sayang, aku akan menuruti keinginan mu!" Darren menurut saja daripada nanti sang istri ngambek dan tidak akan mendapatkan jatah darinya.
###
Evelyn memandang orang-orang yang ada di hadapannya dengan penuh tanda tanya. Siang itu setelah pulang dari kuliah gadis cantik itu kedatangan dua orang penting dan juga orang tua dari sang kekasih.
"Evelyn, Aunty dan Uncle ingin bicara denganmu?" Ucap Lula.
"Ingin bicara apa Aunty?" Tanya Evelyn penasaran.
"Sayang, apakah kamu mencintai Arshel?"
Evelyn sedikit terkejut mendengar pertanyaan dari Lula.
"Iya Aunty, aku memang mencintai Arshel, bagaimana keadaannya sekarang? Apakah Arshel sudah pulih dari amnesia?" Tanya Evelyn.
"Sepertinya dia sudah sembuh sayang, setiap hari Arshel selalu menanyakan mu," Evelyn menoleh menatap Danish.
"Evelyn, kita semua sudah berunding mengenai pernikahanmu dengan Arshel, tapi kami harus menunggu keputusan mu Nak," Ucap Momny Candy.
"Kalau menurut Daddy kamu harus berpikir lebih jernih sayang, jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan."
"Aku sudah siap menikah dengan Arshel Dad, Mom. Evelyn sangat mencintainya dan ingin bisa segera hidup bersama dalam ikatan suci pernikahan!"
"Nah, itu baru putrinya Mommy," Candy tersenyum senang.
"Lalu bagaimana dengan keinginan mu yang katanya akan membuat bisnis restoran sendiri? Apa nanti tidak akan kesulitan kalau kamu sudah menikah dan menjadi seorang istri nak?" Darren bertanya.
Evelyn menunduk saat sang Daddy sudah menatapnya tajam.
Bersambung.
Hai akak Reader tercinta 🥰🥰🥰 jangan sampai lupa untuk dukungannya ya 🙏 dengan cara like, vote dan bunga🌹kopi juga ☕
Agar othor lebih semangat lagi untuk up nya.
Terima kasih ❤️😘😘😘
__ADS_1