
Happy Reading 😊
Florida 11.Am
Bella membuka matanya yang sedikit berat, dia mengerang memegang kepalanya yang terasa pusing itu, Bella ingat terakhir kali dia bersama Zivana pergi mencari es krim yang tidak jauh dari rumah Nickolas, diapun tersadar dan langsung melihat sekeliling mencari Zivana.
"Zizi, Zizi! di mana kamu!!" seru Bella panik.
"Bibi Bella, Zizi ada di sini," jawab Zivana yang sedang bermain boneka beruang pink di tangannya bersama seorang pria.
Bella langsung berlari ke arah Zivana dan memeluk gadis kecil itu.
"Zizi sayang, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Bella khawatir.
Zivana menggeleng pelan.
"Paman ini memberi Zizi boneka lucu ini Bibi," jawab Zivana polos sambil menunjuk pria yang duduk tidak jauh itu.
"Siapa kamu? kenapa menculik kami?" seru Bella memeluk Zivana.
Bella menatap pria itu dengan tatapan tajam, sepertinya dia merasa tidak asing dengan pria di depannya itu,
"Aku bukan orang jahat, apakah kamu mengingatku Bella?" tanya pria itu tersenyum menyeringai.
"Kamu, bukankah kamu Antony? pria yang pernah menjadi kekasih Nona Liora?"
"Betul sekali, aku kira kamu melupakanku? bagaimana kabarmu Bella?" tanya Antony mendekat.
Bella masih memeluk Zizi dan menatap wajah Antony dengan tatapan tajam. Dulu Bella dan pria itu sudah lama saling mengenal, bahkan karena Bella Antony bisa mengenal Liora.
Sempat ada kejadian di mana Bella di rampok di sebuah jalan dan Antony yang menyelamatkan-nya. Bella sempat mengagumi pria itu, tapi ternyata Antony menyukai Liora dan begitupun sebaliknya.
Bella lebih memilih mundur demi menjaga perasaan Liora.
"Apa maumu Antony? apa tujuanmu menculikku dan Zivana?" tanya Bella.
"Aku hanya ingin Liora datang kemari dan menyelamatkan kalian, tenang saja Bella aku tidak akan menyakiti siapapun, aku tahu kamu wanita yang baik," jawab Antony.
__ADS_1
"Kenapa kamu masih mengganggu Nona Liora? sekarang dia sudah menikah dan bahagia bersama suaminya, jadi ku mohon jangan merusak rumah tangganya dengan hadirnya dirimu, masih banyak wanita lain yang bisa kamu miliki, kenapa harus Nona Liora!!" seru Bella menahan air matanya.
Zivana yang tidak mengerti apa-apa itu hanya mendengar perdebatan dua orang dewasa itu.
"Siapa? siapa wanita lain yang bisa ku miliki Bella? aku hanya meninggalkan Liora, aku begitu mencintainya," jawab Antony.
"Kamu memang sudah di butakan oleh obsesimu terhadap Nona Liora, kalau kamu memang mencintainya seharusnya kamu bisa melepaskannya, cinta tidak harus memilii, bisa melihat orang yang kita cintai bahagia meskipun tidak bersama kita itulah yang di namakan cinta sejati, kalau kamu menginginkan Nona Liora dan membuatnya sakit hati karena di pisahkan dari suaminya itu artinya bukan cinta, tapi hanya obsesi semata," ucap Liora menahan segala rasa di hatinya.
Dia sadar siapa dirinya, hanya seorang asisten yang dulunya di pungut Liora dari pinggir jalan. Bella pernah menyelamatkan hidup Liora pada waktu itu sehingga membuat Liora merasa ingin membalas budi dengan menjadikan Bella sebagai asistennya.
Perasaannya terhadap Antony harus dia buang jauh-jauh dari hatinya, tapi sekarang saat melihat wajah Antony yang penuh derita itu Bella ingin menyadarkan bahwa kelakuannya ini tidaklah benar.
Antony memandang wajah Bella dengan sendu, apa benar yang dikatakan wanita ini, apa memang hanya rasa obsesi semata yang di rasakan-nya terhadap Liora.
"Tapi aku ingin Liora menjadi milikku Bella," ucap Antony frustasi.
Pria itu berjalan ke arah lemari dan mengambil sebuah minuman di dalamnya.
"Lalu apakah dengan kamu menjadikan Nona Liora milikmu dia akan bahagia? bukankah hanya kamu yang merasa menang di sini?" ucap Bella.
Antony menegak minuman itu langsung dari botolnya. Dia merasa frustasi saat ini. Semua yang di ucapkan Bella adalah benar.
Nickolas mendapatkan informasi dari para penjaga di rumahnya bahwa Zivana dan Bella hilang.
"Sialan, ini pasti ulah si pria brengsek itu!!" seru Nickolas membanting ponselnya di sofa.
"Ada apa sayang? apa yang terjadi?" tanya Liora panik melihat Nickolas yang semarah itu
"Sayang, Bella dan Zivana menghilang, dari hasil CCTV mereka di culik oleh dua orang yang tidak di kenal," jawab Nickolas.
"Ya Tuhan!! kita harus lapor polisi, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan Bella dan Zizi," Liora terduduk di sofa, tubuhnya terasa lemas seketika.
"Tenang sayang, aku sudah menyuruh orang untuk mencaritahu mobil yang membawa mereka, kita akan lacak dengan nomer plat mobil itu, kamu jangan khawatir ya, mudah-mudahan mereka baik-baik saja," Nickolas memeluk Liora membawa dia ke dalam dekapannya.
"Hiks, aku takut Nick, bagaimana kalau itu orang suruhan Brian, bagaimana kalau Brian tahu kalau Zivana adalah putrinya dan melenyapkan gadis kecilku!!" Liora histeris si pelukan suaminya.
"Sssttt tenang sayang, itu tidak akan terjadi, sebentar lagi kita akan segera mendapatkan informasi dari orang suruhanku," ucap Nickolas menenangkan istrinya.
__ADS_1
Padahal mereka baru saja merasakan kebahagiaan setelah Nickolas bisa mulai membuka hati dan sembuh dari penyakitnya, tapi ujian mereka sudah datang dengan kedatangan masa lalu Liora dan juga masalah penculikan ini.
Di sisi lain.
Bella menidurkan Zizi sambil membelai rambut coklat gadis kecil itu, dia tampak begitu menyayangi Zivana seperti adiknya sendiri.
Antony yang melihat hal itu sedikit menarik sudut bibirnya, dia bisa melihat ketulusan dari Bella terhadap seorang gadis kecil yang bukan darah daging itu.
"Apa kamu sudah memiliki kekasih?" tiba-tiba Antony bertanya.
Bella menoleh ke arah pria itu dengan menaikan sebelah alisnya.
"Memangnya kenapa kalau aku mempunyai kekasih atau tidak, apa urusanmu!" jawab Bella ketus.
"Aku hanya bertanya, kenapa kamu ketus begitu?" ucap Antony.
Bella berjalan ke arah Antony dan duduk di sebelahnya.
"Aku tidak memiliki kekasih, karena orang yang aku cintai mencintai orang lain, jadi aku memilih merelakannya dengan kekasihnya kalau memang itu bisa membuatnya bahagia," jawab Bella menatap mata Antony.
"Owh, memangnya siapa orang yang kamu cintai itu, berarti dia orang bodoh karena telah menyia-nyiakan wanita baik sepertimu Bella," jawab Antony.
Mata mereka saling beradu.
"Entahlah siapa yang bodoh di sini, aku atau dia, mungkin akulah yang bodoh karena masih menyimpan namanya di sudut hatiku sampai saat ini, padahal aku tahu kalau dia tidak mungkin mencintaiku," ucap Bella dengan mata berkaca-kaca.
Antony merasa tidak enak karena melihat Bella yang terlihat sedih seperti itu.
"Bella, siapa pria bodoh itu, lupakan saja kalau hanya membuatmu sakit hati karena tidak bisa melihat wanita sehebat dirimu," Antony memegang tangan Bella dan menggenggamnya.
"Orang itu adalah pria yang saat ini ada di hadapanku, ya kamulah pria yang selama ini aku cintai, pria yang kamu katakan bodoh itu adalah kamu Antony," jawab Bella.
Antony begitu terkejut mendengar ucapan Bella. Dia melotot sempurna dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar itu.
Bersambung.
Hai akak reader 🥰🥰🥰
__ADS_1
Mana nih bunganya 🌹 mohon dukungannya terus ya 😍