Khilaf Terdalam

Khilaf Terdalam
(Season 2) Kepanikan Kenzo


__ADS_3

Happy Reading ๐Ÿ˜Š


Kenzo terlihat cemas melihat keadaan istrinya yang seperti itu. Wajah Mia semakin pucat dan tampaknya Gadis itu seperti menahan rasa sakit.


"Apa kamu benar tidak apa-apa sayang? lihatlah wajahmu ini? kamu sangat pucat sekali!" Kenzo tidak tenang.


Jujur Mia memang marasakan kepala sering pusing dan badan gampang terasa lemas.


"Kita ke rumah sakit ya?" tawar Kenzo.


Mia menggeleng lemah, mungkin dia hanya sedikit kesalahan yang mengakibatkan tubuhnya mudah lelah sampai terkadang kepalanya pusing seperti ini.


Kenzo segera berpamitan kepada klien itu karena istrinya terlihat tidak baik-baik saja, dia menyerahkan semuanya kepada Franklin.


"Sebaiknya segera bawa Nona Mia ke rumah sakit tuan muda Kenzo." Ucap Franklin.


"Aku tidak apa-apa sayang, jangan memperdulikanku!" ucap Mia lirih.


"Tidak sayang, ayo kita ke rumah sakit sekarang!"


Kenzo langsung mengangkat tubuh Mia ala bride style dan keluar dari ruangan itu.


Mia semakin pucat dan lemah. "Sayang bertahanlah!" Kenzo semakin mempercepat langkahnya menuju lift. Kenzo benar-benar khawatir dengan kondisi istrinya itu.


Mia merasa pandangannya semakin menggelap, sekarang bukan hanya pusing yang dirasakan, tetapi perutnya juga bergejolak tidak menentu.


Setelah beberapa saat akhirnya Kenzo membawa Mia masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya sedikit kencang.

__ADS_1


"Aku sudah tidak tahan, aku ingin muntah!" ucap Mia memegangi perutnya.


Kenzo mengambil jaket di jok belakang dan langsung memberikan kepada sang istri.


"Muntahkan di sini saja sayang, jangan di tahan." Ucap Kenzo menyuruh Mia mengeluarkan isi perutnya pada jas itu.


"Tidak, jangan di jasmu, nanti kotor."


"Tidak apa-apa, ayo muntahkan saja."


Mia akhirnya tidak bisa menahan lagi, dari tadi tangannya membekap mulut agar tidak muntah tapi rasa di perutnya bergejolak terus.


"Hoek, hoek, hoek!"


Kenzo memijat tengkuk Mia dengan tangan satunya, agar istrinya lebih merasa seidikit rileks.


Kenzo tidak merasa jijik melihat jasnya yang mahal itu sudah kotor, dia hanya fokus untuk menyetir dan ingin segera sampai di rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit akhirnya Mia di periksa oleh sang dokter


###


Florida.


Candy berjalan dengan anggun memasuki kantor suaminya dengan langkah yang percaya diri. Senyum manis selalu tersungging di bibir merahnya. Candy yang dulunya hanya seorang gadis biasa sekarang menjelma menjadi wanita dewasa yang di penuhi gelimang harta setelah menikah dengan Darren. Tapi semua itu tidak menjadikan Candy wanita yang sombong dan angkuh.


Semua karyawan langsung menyapa dan menunduk hormat kepada istri dari atasan mereka itu saat Candy datang.

__ADS_1


"Selamat pagi Nona Candy."


"Selamat pagi Nona."


Sapaan ramah dan sopan para karyawan kepada Candy selalu di ucapkan.


"Selamat pagi semuanya."


Candy selalu membalas ramah kepada setiap karyawan yang menyapanya. Candy masih terlihat muda dan cantik meskipun usianya tidak lagi muda.


Banyak yang mengidolakan sosok istri dari Darren itu, tapi mereka sadar bahwa Candy tidak pernah tersentuh oleh pria manapun karena dia selalu menghormati suaminya.


Tiba-tiba siang ini Candy ingin menemui Darren di kantornya, entah apa yang dia pikirkan karena tidak biasanya Candy datang ke perusahaan.


Wanita yang tengah hamil itu keluar dari dalam lift yang di khususkan untuk CEO dan langsung berjalan ke arah ruangan sang suami yang tidak jauh dari lift tersebut.


"Selamat pagi Nona Candy," sapa sekretaris Danren yang terlihat sangat seksi dan cantik itu.


"Apa tuan Darren di ada di dalam?"


"Tuan Darren ada di dalam bersama dengan seorang teman, seorang wanita." Jawab sekretaris itu.


Candy mengangkat sebelah alisnya.


Bersambung.


Maaf kalau ada typo.

__ADS_1


Mata sudah gak kuat, jadi partnya pendek๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2